TINTAKALTIM.COM-Isu keterwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan memunculkan kontradiksi. Karena, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kaltim KH Boechorie Noer menegaskan, tim formatur dalam susunan agar tidak memasukkan pengurus dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam komposisi kepengurusan MUI
“Ini kebijakan MUI Pusat, ada pembatasan formal bersifat struktural,” kata Boechorie di hadapan peserta musyawarah daerah (musda) MUI ke-IX di Aula Rumah Jabatan Walikota, Sabtu (31/10/2026)

Pernyataan Boechorie ini justru memicu rasa persaudaraan (ukhuwah) di tingkat ormas Islam. Ia tidak menjelaskan, kebijakan MUI pusat yang mana yang dimaksud. Karena sejumlah daerah banyak ormas LDII masuk dalam kepengurusan MUI
Apa yang disampaikan Boechorie jika melihat kondisi di lapangan, menunjukkan realitas yang berbeda dan dinamis. Meskipun ada arahan pembatasan dari pusat, hubungan LDII dan MUI di berbagai wilayah kabupaten-kota justru memperlihatkan keharmonisan dan inklusivitas
Boechorie yang membuka Musda MUI ke-IX itu, tidak menjelaskan regulasi pusat mana yang dimaksud. Bahkan, ketika media ini melakukan konfirmasi kaitan keterwakilan LDII di MUI beberapa daerah ada, ia pun tidak memberi gambaran tegas
“Intinya MUI Kaltim masih merujuk keputusan MUI pusat. Itu kan daerah lain,” jawabnya santai tanpa bisa menjelaskan keputusan MUI yang dimaksud
NGOPI
Sementara itu dua ustaz pengajar di Pesantren Bairuha LDII Balikpapan Ustaz Hamdani Sodiq SPd dan Ustaz Munawar Cholil yang juga Ketua Yayasan Ponpes Bairuha Balikpapan, justru hadir di Musda MUI ke-IX dan menjadi peserta dari ormas Islam bersama ormas Islam lain seperti NU dan Muhammadiyah. Keduanya duduk bersebelahan di kursi baris ketiga dari depan mengikuti musda dengan khidmat
Menanggapi komentar Wakil Ketua MUI Provinsi Kaltim itu, Dani –biasa disapa– dan Munawar terlihat santai dan tak ingin membangun konfrontasi. “Aneh juga, atau mungkin belum ngopi saja salahsatu pengurus MUI Provinsi itu,” kata Ustaz Dani sembari berkelakar santai

Dani menyebut, harusnya tetap mengedepankan persaudaraan agar umat tidak terpecah dengan mengedepankan wa’tasimu bihabilillahi jami’aw wala tafarraqu. “Mungkin belum ngopi saja. Wong kita landasan syariahnya juga Alquran dan Al-Hadist dan Islam,” kata Ustaz Dani dibenarkan Ustaz Munawar yang fokus pada gelaran musda
Bagi keduanya, LDII di berbagai daerah banyak mengisi kepengurusan di MUI di berbagai tingkatan baik pusat, provinsi, kabupaten dan kota hingga kecamatan.
“LDII itu diakui sebagai ormas sah berdasarkan keputusan Komisi Fatma MUI Nomor 03/Kep/KF-MUI/IX/2006 dan diakui negara. Bahkan di Surabaya, Sulsel, Jawa Tengah kepengurusan MUI diisi orang-orang LDII di komisi strategis seperti Hukum dan HAM, pemberdayaan ekonomi umat dan lainnya,” kata Ustaz Dani.
Di Balikpapan, menjaga ukhuwah dan kolaborasi dalam memajukan program keagamaan, LDII pun diundang untuk menghadiri musda. “LDII itu berfokus pada kontribusi nasional dan daerah seperti mengajarkan karakter, ekonomi syariah, ketahanan pangan dan moral anak bangsa. Jadi santai saja, mungkin kurang komunikasi,” jelas Dani dibenarkan Munawar. (gt)













