Cegah Covid-19, RMC Bagi Ribuan Masker Kain. Mustaqim: Yang Belum Pakai Masih Banyak di Jalan

MASKER KAIN: Tim RMC yang menebar kebaikan dengan membagi ribuan masker kain di kawasan Jalan Sudirman

SHARE INFO INI KE TEMAN

TINTAKALTIM.COM-Adanya rekomendasi  Badan Kesehatan Dunia atau WHO bahwa semua harus menggunakan masker, direspons  Yayasan Rahmad Mas’ud Centre (RMC) dengan membagikan masker kain secara gratis.

Ribuan masker kain tiga lapis yang sangat disarankan  kementerian kesehatan,  dalam waktu 45 menit ludes terbagi.  Meski sebelumnya, kaitan masker ini sudah dipergunakan sebagian warga. Hanya, sejak adanya imbauan pemerintah jika keluar rumah siapapun harus pakai masker, ternyata di lapangan masih banyak yang  belum menggunakan.

“Itulah yang kita analisa. Jangan-jangan mereka tidak mamakai karena tak punya. Atau belum patuh atas imbauan pakai masker. Padahal, semua untuk pencegahan penyebaran covid-19,” kata Mustaqim, tim RMC yang  membagi masker di kawasan Jln Jenderal Sudirman, samping Kantor Pegadaian Balikpapan.

Mustaqim membawa masker untuk dibagi-bagikan ke warga baik pengemudi roda dua maupun empat

Mustaqim turun membawa sekitar belasan  orang yang  terdiri dari anak-anak muda dan tergabung dalam  tim ‘RMC Milenial’ .  Ketua RMC H Junaidi dan salah satu pengurus Rosman Abdullah juga ikut membagi-membagikan masker di tepi jalan raya.

Masker-masker itu dibagikan untuk pengendara roda dua dan empat. Rata-rata pengemudi roda dua banyak yang belum memakai masker. Padahal, sudah diimbau bahwa  dalam keadaan sakit ataupun sehat saat keluar rumah, wajib mengenakan masker “Selamat sore pak. Tolong  bapak lepas dulu helmnya, terus pakai maskernya baru jalan,” pinta Rosman tegas, saat memberi masker kepada pengemudi ojek online (ojol).

Setiap menerima masker, Rosman mengingatkan kepada semua pengemudi dipakai dulu maskernya baru boleh melanjutkan perjalanan

Masker diterima  lalu langsung  dipakai itu kata Rosman, agar tidak sia-sia. Dikhawatirkan, masker hanya  diambil dan lupa dipakai. Padahal, pengemudi tidak mengenakan masker. “Kita cenderung paksa memakainya, sekalian sosialisasi agar penting sekali masker dipakai. Kan untuk  kesehatan dan agar tak tertular virus covid-19,” jelas Rosman.

Masker diterima bukan  pengemudi roda dua saja. Banyak juga pengemudi roda empat. Bahkan, ambulance milik Rumah Sakit Pertamania Balikpapan (RSPB) pun sempat berhenti dan pengemudinya minta masker.  Di dalam mobil, ada yang pakai masker  tapi ada pula yang tidak. “Rata-rata masih banyak yang belum pakai,”   ujar Mustaqim yang kebagian jatah membawa ribuan masker  untuk dibagi-bagikan ke warga itu.

Rosman, Junaidi dan Mustaqim bersiap membagi masker

Sekitar 1.500 masker dibagi dengan lokasi berbeda. Ada yang di depan  Balikpapan Super Block (BSB). Bagi pengendara yang tak sabar, mereka juga turun dari kendaraannya meminta langsung kepada tim.  “Masker kain yang kita bagi sangat tepat dipakai. Sebab itu anjuran  yang tepat. Jika masker medis itu dipakai perawat. Nah pakai masker saat keluar rumah itu mengurangi potensi penularan melalui sentuhan tangan ke bagian wajah, terutama hidung dan mulut,” ujar Mustaqim, yang menyarankan pula kepada warga agar  masker kain dipakai selama 4 jam dan setelah itu  dicuci dengan deterjen dan dikeringkan untuk dipakai kembali.

Iwan, menurut Mustaqim, dialah ‘maskot RMC milenial’ yang begitu sigap membagi-bagikan masker kepada pengemudi kendaraan

Solidaritas  berbagi masker di tengah pandemi virus corona di Kota Balikpapan juga cukup besar. Sebagaian  tergerak memproduksi sendiri tatkala masker makin sulit didapat di pasaran. Bahkan, sebagian lainnya sampai ada pula yang membagikan kepada warga. “Itu namanya gotong-royong, RMC melakukan pembagian, elemen lainnya juga. Sebab, warga masih banyak yang belum memakai masker,” pungkas Mustaqim. (git)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *