TINTAKALTIM.COM-Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan H Ruslan Afandi menegaskan, bahwa tugas Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke depan semakin banyak tantangan. Salahsatunya harus dapat mengisi ruang digital untuk edukasi umat
“Selain ruang digital juga MUI harus menjadi penjaga moral umat yang memiliki integritas di semua lini, juga kaderisasi ulama yang jadi investasi masa depan di tengah gempuran teknologi dan perubahan sosial sangat cepat,” kata Ruslan memberi pandangannya menyongsong Musyawarah Daerah (Musda) MUI Balikpapan yang digelar 14 November 2026 mendatang di Aula Rumah Jabatan Walikota.
Sebelum bergulirnya musda, nama Imam Besar Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC) KH Jailani Mawardi yang juga pimpinan Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Albanjari diunggulkan jadi ketua. Apalagi, ada sinyal dari umara bahwa ia yang paling tepat memimpin MUI Balikpapan

“Kalau saya lebih memilih Pak Jailani Mawardi. Karena, memiliki kharismatik ulama dan ilmu keagamaannya juga mumpuni,” kata Mantan Ketua NU Balikpapan KH Muhlasin memberikan pandangannya
Hanya, nama-nama lain juga bergulir yang bisa jadi rivalitas kepemimpinan MUI mendatang. Bahkan, ada yang ingin menghendaki proses pemilihan voting. Padahal, organisasi keagamaan ini sebaiknya dilakukan aklamasi agar tidak muncul stigma bahwa MUI kubu-kubuan.
Menurut Ruslan, MUI adalah wadah kebersamaan para ulama, zu’ama dan cendekiawan muslim yang di Indonesia mengakomodir berbagai ormas Islam. Tujuannya, yaitu khidmat untuk kemaslahatan umat dan menjadi mitra strategis pemerintah.
“Musda bukan sekadar agenda rotasi kepengurusan. Juga jadi momentum konsolidasi keulamaan untuk merumuskan arah khidmat ulama yang membumi. Aklamasi sangat penting agar tidak muncul persepsi bahwa ada perebutan kepemimpinan dalam ormas keagamaan,” jelas Ruslan
Diharapkan Ruslan, musda mendatang hendaknya mampu menghasilkan program dan keputusan strartegis yang mudah diimplementasikan dalam program kerja nyata, bukan sekadar wacana.
“Programnya banyak seperti menjawab kebutuhan umat di Kota Balikpapan sebagai kota industri dan penyangga IKN. Untuk melahirkan program itu, kepengurusan mengakomodir keulamaan dari berbagai ormas Islam secara proporsional,” ujar Ruslan
Selain itu katanya, pengurus MUI diisi oleh figur yang tidak hanya mumpuni keilmuannya, tetapi juga mampu membaca situasi kekinian untuk mengambil langkah kebijaksanaan yang arif dan moderat.
Tentu kata Ruslan, keberhasilan itu sangat ditentukan oleh soliditas kepemimpinan. Ketua mum khususnya harus sosok yang mumpuni dalam keilmuan dan keteladanan, didampingi posisi sekretaris yang lincah, memiliki kemampuan informasi teknologi (IT) dan memiliki manajerial leadership yang baik dan sosoknya inklusif. Bisa diterima internal dan eksternal
“Eranya sudah digital. Nanti ketua-ketua bidang akan membantu dalam implementasi tugas-tugas MUI. Tetapi, MUI ke depan harus lebih menjadi pelayan umat yang digitalize,” pungkas Ruslan. (gt)












