TINTAKALTIM.COM-Jarang latihan tetapi akurasinya tinggi dan skornya mencapai 95. Itu terlihat dari penampilan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro yang tampaknya menguasai prinsip dasar menembak

“Mungkin kebetulan saja ya. Tapi, menembak itu persoalan psikologis yang harus bagus. Nah, saya mampu mengontrol ketenangan dan tidak boleh perasaan itu ada gundah, marah dan benci,” kata Kapolda kepada wartawan saat ditemui di Lapangan Tembak Mako Brimob Polda Kaltim kawasan Stal Kuda, Jumat (27/6/2026) usai dirinya memimpin coffee morning bersama jajaran pejabat di Polda Kaltim

Skor 95 itu, terlihat usai Kapolda menyelesaikan latihan menembaknya. Pistol jenis Glock yang digunakannya, mampu menuju sasaran yang tepat. Lingkaran dengan tertera angka-angka, ia masih mampu menembus angka tinggi.
Media ini mengamati Kapolda bersama Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Yossy Kusumo, Direktur Intelkam Kombes Pol Hadi Wiyono dan para pejabat utama (PJU) Polda Kaltim berlatih. Dan, Kapolda serta Wakapolda begitu intens menembakan pistolnya.

Suara desingan peluru menggema keras. Tetapi, Kapolda dan Wakapolda serta Dirintelkam terlihat tenang karena menggunakan penutup telinga, sehingga ledakan pistol dengan desibel tinggi tak memengaruhi konsentrasinya
Kapolda awalnya dipandu Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Andi Rifai. Sebelumnya, menguji latihan tembakan senjata laras panjang di bagian lapangan lainnya.

“Masih jitu tembakan Pak Kapolda Kaltim ya. Akurasinya tajam,” kata Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim Ajid Kurniawan yang menyaksikan sesi latihan menembak Kapolda dari tepi lapangan bersama media ini dan Pemimpin Redaksi (Pemred) Kaltim Post Romdani.

Saat itu, Kapolda menggenggam kuat pistol di tangannya. Fokus pada bidikan depan dan meremas pelatuk secara perlahan. Mungkin itu bertujuan agar tidak terjadi hentakan balik pistol yang bisa memengaruhi akurasi
Sejumlah peluru ditembakan. Hasil bidikannya mengenai cincin lingkaran dari pusat lingkaran sempurna bernilai 10. Tetapi, rata-rata skor Kapolda mencapai skor 95. Mendekati sempurna.

Di sampingnya tak kalah seru, Wakapolda pun terlihat memfokuskan mata pada bidikan depan. Target sasaran selalu tepat mengenai lingkaran putih. Tetapi, Wakapolda menarik pelatuk sangat cepat terlihat keterampilannya sangat expert dan skornya pun baik. Terlihat, Wakapolda pun menikmati latihan menembak itu
Menurut Kapolda, tarikan pelatuk oleh jari telunjuk tidak boleh gegabah. Harus lembut dan penuh konsentrasi. “Kalau mau latihan menembak terus psikologis terganggu pasti hasilnya tak bagus. Karena, memecah konsentrasi,” jelas Kapolda yang memiliki beberapa senjata jenis pistol tersebut

Sebenarnya jelas Kapolda, latihan menembak untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta akurasi dalam penggunaan senjata api saat bertugas di lapangan
“Prinsipnya melatih mental anggota agar tetap tenang, tidak gegabah dan mampu mengontrol emosi di bawah tekanan dan situasi kritis,” jelas Kapolda yang terlihat humble saat bercanda dengan jajaran wartawan.

Kapolda sempat berkelakar dengan Wakapolda. Katanya, senjata ‘langganannya’ saat latihan ada yang melakukan ‘sabotase’. Yakni, diubah ukurannya sehingga ketika menembak sulit dikontrol, senjata tidak fokus atau bergeser yang akhirnya hilang akurasi
“Wah ada yang nggak suka Kapolda latihan dan nilai bagus, jadi tembakannya meleset. Benar-benar dikerjain saya,” kelakar Kapolda disambut tawa Wakapolda dan wartawan

Kapolda berkali-kali mengajak wartawan ikut berlatih. Sehingga mengetahui bagaimana menembak itu. “Ayo latihan teman-teman wartawan,” ajaknya
Sontak teman-teman wartawan seolah sudah trauma mendengar dentuman suara dan proyektil yang lompat dari pistol.
“Bukan nggak mau latihan, kita ini kalau nembak kaki terkena kepala,” gumam Romdani yang menikmati suasana latihan Kapolda dan jajarannya sebelum melakukan nonton bareng (nobar) Paraguy vs Australia bersama elemen masyarakat yang berakhir dengan skor akhir 0-0. Dor..dor…dor..(gt)












