TINTAKALTIM.COM-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) punya peran sentral menarik investasi asing untuk menggerakkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di Balikpapan. Sehingga, perlu regulasi dan strategi yang harus dilakukan
“Undang-undang Kadin sangat memberi kewenangan. Kadin jadi mitra strategis pemerintah seperti disampaikan Ketua Kadin Terpilih (Noval Asfihani-red). Sehingga, perlu dirumuskan iklim bisnis yang lebih ramah,” kata Wakil Ketua Terpilih Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Balikpapan Jundy Rahmad Danny memberikan pandangannya strategi organisasi pengusaha ini ke depan.

Jundy bersama 24 wakil ketua bidang lainnya akan tetap bekerja superteam dan menganut kebijakan ketua Kadin terpilih 2026-2031. Sehingga, denyut organisasi bisa berjalan kolektif kolegial demi kepentingan ekonomi Kota Balikpapan
Kadin Balikpapan, baru melakukan pelantikan pengurusnya 8 Juni 2026 dan tim formatur telah merumuskan draft kepengurusan. Hanya, draft itu telah beredar dan akan dilakukan konsolidasi pada Senin (1/6) lewat pertemuan dipimpin Noval Asfihani di Hotel Pacific Balikpapan

“Bisa tetap dan bisa saja berubah. Karena, baru draft dan jawabannya saat konsolidasi,” kata Wakil Ketua Kadin Terpilih Bidang OKK Yuli Shinta Novianti menegaskan tentang draft susunan pengurus yang beredar itu

Jundy memiliki peran penting di Kadin Balikpapan ke depan. Karena, ia selaku Chief Executive Officer (CEO) PT Inkorincorp Filcocean Investama (Inkorincorp Holding) perusahaan induk (holding company) multinasional yang beroperasi di berbagai sektor bisnis. Juga perusahaan yang dipimpinnya memperluas pasar internasional hingga ekspor di berbagai negara.
Dikatakan Jundy, ke depan Kadin selain bermitra dengan pemerintah dan stakeholders lainnya, harus bisa membuat strategi menyasar sektor prioritas demi memfasilitasi Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor-sektor kunci seperti hilirisasi sumber daya alam, energi terbarukan, infrastruktur dan ekonomi hijau

“Tapi saya bersama-sama pengurus Kadin Balikpapan lainnya ingin juga mendorong kemitraan lokal. Ini demi memastikan investasi asing bermitra dengan UMKM dan pengusaha daerah seperti di Kota Balikpapan demi menjamin pemerataan dan pertumbuhan ekonomi,” jelas Jundy
Sehingga rencana strategis (renstra) itu kata Jundy, harus dibahas dalam rapat kerja (raker) Kadin dan jadi agenda utama. Karena, kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak khususnya asing itu diperlukan khususnya investasi asing. Tentu, pemerintah daerah nanti akan jadi pendorong (trigger) bagi Kadin dan jembatan investasi asing karena regulasinya harus juga diketahui pengurus Kadin
Prinsipnya kata Jundy, Kadin akan terus bersinergi dengan Pemkot Balikpapan dan stakeholders lainnya. Dengan harapan, kotanya makin berkembang, maju dan menjadi kota yang pesat dalam sektor ekonomi
“Balikpapan adalah kota strategis, dekat dengan IKN dan tempat transit bisnis di Kaltim dan Kaltara. Jumlah penduduk terus meningkat, dan ekonomi biaya hidup melonjak, maka diharapkan Balikpapan dapat terus beradaptasi menjadi kota yg modern dan berteknologi tinggi,” urai Jundy
Peran Kadin katanya, perlu juga terlibat dan diberikan peran untuk mengikuti musyawarah rencana pembangunan (musrembang) tingkat kota. Sehingga, pemetaan (mapping) investasi asing bisa dilakukan bersama pemerintah
“Semakin banyak perusahaan masuk Balikpapan, semakin banyak lapangan kerja tercipta, semakin banyak potensi pendapatan asli daerah (PAD) mengalir dan Balikpapan dikenal di mata dunia,” kata Jundy

Disebutkan Jundy, dalam raker nanti juga perlu dibedah bagaimana Kadin Balikpapan memiliki fortopolio bisnis untuk memaparkan peluang investasi sektor prioritas di hadapan investor asing
“Kadin harus bertindak sebagai ujung tombak meyakinkan pasar global bahwa Kaltim termasuk Balikpapan memiliki iklim investasi yang aman dan menjanjikan. Inilah yang saya akan sama-sama sinergi dengan ketua Kadin dan pengurus lainnya,” pungkas Jundy. (gt)













