Oleh: Sugito
TINTAKALTIM.COM-Saya bangga dengan Kota Balikpapan. Siapapun walikotanya. Sebab, saya dilahirkan di ‘Kota Minyak’ yang banyak suka-duka dilalui. Dan, di HUT ke-129 pada 10 Februari 2026 mendatang, mengusung tema Harmoni Menuju Kota Global. Sejalan dengan perkembangan teknologi yang sudah global karena kotanya didorong menjadi kota cerdas (smart city)
Hanya, tulisan ini sebagai tanggapan dari catatan Rizal Effendi, mantan walikota yang berjudul Harmoni HUT Kota ke-129. Bagus saja sebagai mantan membuat catatan kota yang pernah ia pimpin.
Tetapi, kritiknya sejumlah pihak menilai lebih pada sisi personal dan tendensius. Tafsir tulisannya sudah kemana-mana. Dan tidak bicara pada substansi informasi yang disajikan dalam konteks HUT Kota sesuai judul.
Seolah terusik dengan kepemimpinan Dr Rahmad Mas’ud SE ME dan bukan kali ini saja. Bahkan, sering masuk pada ranah keluarga Mas’ud (Bani Mas’ud)
Padahal, Rahmad Mas’ud sendiri pernah jadi wakilnya. Justru, tidak pernah mengusik keberadaan walikotanya saat itu. Justru, selama jadi wawali, Rahmad anteng saja walaupun sebagian pejabat pemkot menyebut perannya dibatasi. “Tak masalah, saya kerja ikhlas saja,” kata Rahmad saat Wawali Balikpapan
Rizal menulis bahwa berbeda HUT Kota ke-129 karena dilaksanakan di halaman Pemkot Balikpapan yang biasanya di Dome. Dan, ketuanya terpilih dr Andi Sri Juliarty yang sudah dua kali. Dan, sama ketika ia walikota saat itu sempat membuat hattrick karena H Ahmad Basyir tiga kali ketua HUT Kota. Mungkin juga untuk efesiensi
Anggaran HUT Kota 129 terbatas. Ini karena ada pengurangan dana transfer ke daerah (TKD). Bahkan, seluruh kota-kabupaten dilarang Mendagri membuat acara yang bermegah-megahan.
“Jadi kita tidak boleh mengundang artis dan membuat acara besar-besaran. Anggaranya memang terbatas, makanya digelar di masing-masing kecamatan,” kata Sri Juliarty yang biasa disapa dr Dio
Soal mempercantik kota, Walikota RM memang ingin kotanya tidak gelap. Sebab, programnya memang ‘Balikpapan Terang’. Sehingga, wajar kalau penerangan jalan umum (PJU) mempercantik kota. Sebab, dulu gelap dan sekarang terang. Sehingga, tak ingin Rahmad Mas’ud kotanya gitu-gitu saja yang sudah berganti beberapa walikota
Hal lain juga terkait pembangunan. Kritik yang dilontarkan Rizal dalam tulisan bagus saja. Mungkin itu mengingatkan. Tapi, ada kaitan kontraktor yang pindah dan tidak lagi mencari ‘sesuap nasi’ di Balikpapan, karena proyek sudah dikuasai? Hanya, sejumlah pihak menghubungi media ini dan menanyakan proyek yang mana dan apakah dulu-dulu juga proyek itu berjalan mulus tanpa ada yang menguasai?
Tulisan yang harusnya membahas HUT ke-129 Kota Balikpapan, justru dibelokkan Rizal masuk dalam lingkup politik. Sah saja! Hanya, kembali RM yang sekarang walikota jadi ‘bidikan tulisan’ kaitan skenario yang sudah dibicarakan warga kendati masih lama

Rizal menulis isu. Katanya, RM akan mengusung istrinya Hj Nurlena SE dan juga mengusung Abdulloh, Ketua Komisi III DPRD Kaltim dan kakak kandungnya Hasanuddin Mas’ud. Karena itu isu, ternyata ada isu yang berkembang juga bahwa skenario yang ditulis Rizal kurang lengkap
Di internal Partai Golkar, sebenarnya kalau bicara isu ada pula yang akan bertarung jadi walikota masa depan yakni H Yusri (Ketua Komisi III DPRD Balikpapan), H Alwi Alqadrie (Ketua DPRD), Andi Arif Agung, Wahyulloh dan bahkan Dirut Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Dr Yudhi Saharuddin pun namanya mencuat
Dalam konteks event HUT ke-129 Kota Balikpapan, Rizal juga menulis hampir tak ada event tapi ada turnamen golf Walikota Cup dan menyinggung Royal Mahliga (RM) milik Rahmad Mas’ud. Dan itu kata pengurus Rahmad Mas’ud Centre (RMC) Andi Welly konfirmasilah atau tabayun

“Tak ada masalah kaitan Royal Mahligai. Jika ada turnamen membayar, karena memang di mana-mana pesertanya selalu membayar, sebab ada hadiah hole in one mobil. Jadi clear & clean toh,” kata Andi Welly menimpali
Rahmad Mas’ud saat dikonfirmasi catatan Rizal Effendi justru tersenyum. Ia selalu bersahaja dan tak pernah mau mengusik Rizal Effendi yang dianggapnya pernah memimpin Kota Balikpapan dan memiliki peninggalan (legacy) juga.
“Kalau hati Pak Rizal senang menulis dan membuat catatan itu. Kita kan mendapat pahala menyenangkan orang,” kata Rahmad Mas’ud menanggapinya ringan dan bertanya-tanya sebenarnya salah dirinya apa dengan mantan walikota itu. Padahal, saat gandengan Rizal Walikota dan Rahmad wakilnya, pernah disokong dana besar oleh Rahmad
Hanya sejumlah pihak dan informasi yang beredar juga menyayangkan. Dulu saat mantan Walikota H Tjujtup Suparna dia tak pernah mengusik walikotanya H Imdaad Hamid. Begitu pula, saat Imdaad menjadi mantan juga tak mengusik Rizal Effendi. Tapi, catatan Rizal Effendi selalu mengusik Walikota H Rahmad Mas’ud
“Ada apa sebenarnya, Pak Rizal itu selalu mengusik Rahmad Mas’ud (RM). Padahal, Rahmad tak pernah mengusik Rizal Effendi. Sah-sah saja kalau kritik tetapi kenapa selalu personal,” kata Andi Welly yang sebenarnya sangat indah jika posisi Rizal jadi tokoh sentral Kota Balikpapan karena sebagai mantan walikota
Jika bicara HUT Kota Balikpapan, ada yang bertanya-tanya pula, Rizal Effendi jika diundang Walikota Rahmad Mas’ud untuk dihargainya sebagai mantan, tetapi dari HUT Kota hanya sekali saja hadir.
Selebihnya, tidak. Padahal, kursi bagian depan yang masuk dalam penghargaan istimewa (privilege) disiapkan. Tapi, selalu kosong. Justru mantan-mantan sebelumnya hadir seperti istri Tjutjup Suparna mewakili almarhum suaminya, Istri Syarifudin Yoes dan putra mantan Walikota Balikpapan Imdaad Hamid Reza selalu hadir.
Terakhir, catatan ini bukan ingin berdebat. Tetapi, wujud klarifikasi dari sebagian pihak tim Walikota Balikpapan untuk diakomodir. Kalaupun Rizal membuat kritikan itu positif, tetapi saat Gubernurnya Isran Noor, ia tak pernah membuat dan mengusik Isran. Sebagian menyebut: “Pahamlah Ikam”, Jargon yang selalu digelorakan Isran kala itu
Semoga, Kota Balikpapan selalu aman dan warganya kompak. Selamat Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan. Dan, Balikpapan Nyaman.**
*) Ketua Bidang Advokasi & Regulasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim













