TINTAKALTIM.COM-Idulfitri, biasa cerita kaitan salat atau ulasan khatib di mimbar. Tapi, berbeda dengan Ketua DPRD Balikpapan H Alwi Alqadrie. Ia justru cerita situasi keamanan di Riyadh, Arab Saudi. Sebab, ia sedang di Kota Madinah
Alwi baru saja pulang umroh Ramadan bersama istrinya Ade Suciana. Saat pecah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel ditandai dengan serangan udara dan rudal masif, konflik di Tanah Arab memanas.

“Begitu tiba di Madinah penerbangan langsung (direct) dari Jakarta, Riyadh dibom rudal. Dekat sekali dengan Madinah, makanya kita sempat bingung,” cerita Alwi Alqadrie saat menerima silaturahmi Idulfitri Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Dr Yudhi Saharuddin dan istri serta Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Adelina dan suami di rumah jabatan ketua DPRD, Sabtu (21/3/2026)
Saat melakukan perjalanan umroh, Alwi dan istrinya yakin saja. Kendati juga was-was saat di pesawat. Apalagi situasi keamanan di Timur Tengah akibat eskalasi konflik Iran-AS berdampak pada jamaah umrah Indonesia

“Saya dan istri pasrah saja dengan Allah. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Tetapi, sempat panik saat Riyadh dirudal Iran itu. Bahkan, saat di Madinah kondisi jamaah sepi karena banyak yang tertahan di bandara,” kata Alwi
Kejadian itu kata Alwi, jamaah mengalami kebingungan karena ketidakpastian jadwal kepulangan dan jamaah tertahan lebih dari 55 jam. Memang ada penundaan, tetapi situasi dinamis dan jamaah selalu mengikuti informasi terbaru dari perjalanan resmi dan otoritas terkait. Dan akhirnya kondisi aman.
RUDAL MODERN
Kendati tidak mengetahui tentang peralatan perang yang di Indonesia disebut alutsista, Alwi merasa yakin perjalanan di udara aman. Karena, rudal modern semuanya sudah menggunakan teknologi canggih dan tak sembarang menembak.

“Kan rudalnya ada sensornya dan targetnya sudah pasti. Kalau pesawat domestik umroh tak mungkin ditembak. Dan, tidak mungkin menyerang objek yang salah,” cerita Alwi dengan keyakinan tinggi yang akhirnya bisa tiba dari perjalanan umroh di Kota Balikpapan
Dalam silaturahmi Idulfitri di rujab itu, banyak sahabat dan konstituen Alwi berdatangan. Ia pun sempat menceritakan kaitan dana transfer ke daerah (TKD) berkurang. Tetapi, biaya untuk membantu makanan berupa nasi kotakan sangat tinggi

“Bagaimana ya, kita ini wakilnya rakyat. Rata-rata proposal meminta agar dibantu nasi kotak. Sehingga, dana itu rata-rata anggaran cepat berkurang. Ada yang sampai 2.000 kotak untuk acara,” kata Alwi menjelaskan kepada Yudhi Saharuddin

Belum lagi yang 50 sampai 100 kotak, nyaris setiap hari. “Selagi masih ada anggaran, tak masalah. Tetapi, mohon dimaklumi jika memang belum bisa dibantu karena anggaran berkurang,” ujarnya
Alwi juga menerima tamu-tamunya dari pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Balikpapan. Ia baru saja terpilih aklamasi untuk kedua kalinya sebagai ketua cabang olahraga (cabor) yang mendunia itu

“Tolong nanti kita mencari sekretariat PBSI yang representatif sebagai wujud kepengurusan kita berjalan maksimal demi prestasi atlet bulutangkis di kancah lokal, nasional dan internasional. Apalagi nanti menghadapi Porprov,” kata Alwi yang juga menerima sahabatnya Andi Welly, H Achmad Kamaluddin (Kamal) dan media ini. Maaf Lahir Batin Ketua. (gt)












