• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, May 31, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaSEJARAH

Masuknya Islam ke Selandia Baru

by admin
March 26, 2019
in tintaSEJARAH
0 0
0
Masuknya Islam ke Selandia Baru

Komunitas muslim di Sekandia Baru.

0
SHARES
151
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

AKSI terorisme terjadi di Selandia Baru pada Jumat, 15 Maret 2019. Pelaku utamanya, Brenton Tarrant, pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia, menembaki kaum muslim di dua masjid di Christchurch. 50 orang meninggal, satu di antaranya warga negara Indonesia.

Aksi biadab itu menjadi peristiwa kelam bagi warga muslim di Selandia Baru yang telah berusia lebih dari seabad.

Muslim pertama yang masuk ke Selandia Baru berasal dari Cina. Mereka datang untuk bekerja di pertambangan emas. Mereka disebut dalam sensus tahun 1874.

Sensus itu, menurut Erich Kolig dalam New Zealand’s Muslims and Multiculturalism,mendaftar 17 “Mohamatans” atau “Mahometans”, semuanya laki-laki, di antaranya 15 orang Cina yang bekerja di tambang emas Otago di Dunstan dekat Dunedin.

Kegiatan beragama mereka tidak dicatat atau dikomentari. Sehingga tidak diketahui apakah mereka taat beribadah, dengan cara apa mereka menyembah, atau bagaimana mereka mengekspresikan kesalehan mereka atau sebaliknya. Tidak diketahui apakah mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal secara permanen atau kembali ke Cina. Juga tidak diketahui apakah mereka, atau beberapa dari mereka, membangun keluarga di Selandia Baru dan meneruskan keyakinannya kepada anak-anaknya.

“Yang terakhir tampaknya agak tidak mungkin karena tidak ada informasi muslim di antara komunitas Cina-Selandia Baru saat ini. Masa kehadiran muslim Cina pun berlalu tanpa meninggalkan jejak,” tulis Erich.

Sementara itu, Panji Masyarakat, No. 598 Tahun XXX, 1-10 Januari 1989, melaporkan di antara Cina muslim ada yang menjadi kaya dan kembali ke Cina, dan ada yang pindah ke negara lain. Banyak pula yang meninggal tanpa keturunan. Sehingga orang-orang Cina muslim itu menghilang dari Selandia Baru dan tidak ada bekasnya lagi.

Pada permulaan abad ke-20, lanjut Panji Masyarakat, seorang pangeran dari Ethiopia bernama Amir Ali dengan keluarganya pindah ke Selandia Baru. “Karena mereka satu-satunya keluarga Islam dan tidak ada pembinaan, maka keturunannya menjadi Kristen walaupun tetap memakai nama semacam nama Islam.”

Menariknya, muslim pertama yang dimakamkan di Selandia Baru berasal dari Jawa.

“Catatan (sensus) itu juga menyebutkan muslim pertama yang dimakamkan di Selandia Baru seorang pelaut Jawa bernama Mohamed Dan, yang meninggal di Dunedin pada 1888,” tulis Erich. Informasi ini bersumber dari Muslims in New Zealand (2005), buklet ulang tahun ke-25 Federation of Islamic Associations of New Zealand.

Dengan demikian, menurut Erich, kemungkinan ada beberapa pelaut muslim dari Asia Tenggara atau Asia Selatan yang memutuskan tinggal di Selandia Baru secara permanen atau sementara.

Erich menyebut imigran muslim pertama yang riwayatnya diketahui dengan baik adalah Ismael Ahmed Bhikoo dari Gujarat, India, yang tiba di Selandia Baru pada 1909. Awalnya dia menuju Fiji, tetapi memutuskan tinggal di Selandia Baru. Dia membangun toko di Auckland dan kemudian membawa putra-putranya –menurut sumber lain, saudara-saudaranya– dari India untuk membantu usahanya.

Setahun setelah Bhikoo, Essop Moosa juga dari India tiba dan tinggal di Auckland. Tak lama setelah itu, Muhammad Suleiman Kara memilih Christchurch sebagai tempat tinggal barunya.

Bhikoo dan Moosa mempertahankan hubungan dengan keluarganya di India selama bertahun-tahun. Menantu Moosa dan Bhikoo masing-masing datang pada 1936 dan 1940. Pada 1981, setidaknya ada 44 keturunan Bhikoo dan Moosa di Selandia Baru.

“Bhikoo dan Moosa diakui sebagai bapak pendiri komunitas muslim di Selandia Baru. Mereka akhirnya membawa istri dan kerabat dari India dan, dan keturunan mereka masih menjadi inti dari komunitas muslim saat ini,” tulis Erich.

Bukan Bhikoo, Canterbury Muslim Association dalam Muslims in New Zealand (2005)menyebut muslim pertama yang tiba di Canterbury adalah Sheikh Mohamed Din dari Punjab, India. Dia diyakini tiba pada 1890 bersama gelombang imigran muslim Punjabi lainnya. Pada 1905, orang Turkmenistan, Saleh Mohamed, dan ayahnya, Sultan, menetap di Christchurch. Kemudian Ismail Kara tiba pada 1907.

Pada 1920, pemerintah menerapkan kebijakan imigrasi “White New Zealand” yang menghalangi secara signifikan imigrasi dari Asia selama bertahun-tahun. Sampai usai Perang Dunia II, populasi muslim di Selandia Baru masih kurang dari seratus.

Pada 1951, sekitar 50 orang muslim dari Balkan (Albania dan Bosnia), Turki, dan negara-negara tetangganya, tiba di Selandia Baru. Jumlah muslim pun meningkat dari 67 pada 1945 menjadi 205 orang. Sepuluh tahun kemudian, jumlahnya meningkat menjadi 260 orang. Mayoritas laki-laki sehingga secara bertahap muslim perempuan mulai berdatangan.

Jumlah muslim yang dilaporkan dalam sensus antara tahun 1961 dan 1971 berlipat tiga, dari 260 menjadi 779. Pertumbuhan yang relatif cepat berlanjut pada 1970-an dan 1980-an dengan jumlah muslim, sebagaimana dicatat dalam sensus, mencapai 2.500 pada 1986. Meskipun jumlahnya masih kecil, peningkatannya hampir sepuluh kali lipat dalam dua puluh tahun terakhir, dan lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Peningkatan yang cepat tercermin dalam sensus tahun 2001, jumlahnya mencapai 23.500 orang.

Menurut sensus terakhir tahun 2006, umat Islam mencapai 36.000 orang atau hampir satu persen dari populasi. Bahkan, para tokoh muslim memperkirakan jumlahnya di atas jumlah sensus, yaitu 40.000 hingga 45.000. Mayoritas muslim, antara 25.000 hingga 30.000, tinggal di daerah Auckland, sebagian besar sisanya tinggal di Wellington. Komunitas muslim yang lebih kecil berada di kota Hamilton, Christchurch, dan Dunedin.

Komunitas muslim sebagian besar berasal dari Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, dan Fiji), dengan orang-orang Fiji yang paling menonjol. Namun kini mencakup setidaknya 35 bahkan mungkin 40 bangsa.

Gelombang imigrasi yang lebih baru termasuk orang-orang Arab dari Timur Tengah dan Maghreb (Afrika Utara), Malaysia, Indonesia, Iran, Afghanistan, Somalia dan Afrika sub-Sahara, serta orang-orang dari Balkan yang melarikan diri dari kekacauan politik baru-baru ini. Ada juga beberapa mualaf yang jumlah pastinya masih spekulasi. (historia)

SendShareTweet

Related Posts

Pindah Ibu Kota Sudah Biasa
tintaSEJARAH

Pindah Ibu Kota Sudah Biasa

May 25, 2019
Orang Bugis di Kampung Baru
tintaSEJARAH

Orang Bugis di Kampung Baru

March 26, 2019
Lagu-lagu Pemilu
tintaSEJARAH

Lagu-lagu Pemilu

March 26, 2019
Next Post
Kabut Golput yang Menggelayut

Kabut Golput yang Menggelayut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 316 Followers

Recommended

BPTD Kaltim Berkontribusi Pecahkan Rekor MURI Donor Darah. Digelar di Terminal Batu Ampar, Sinergi Jasa Raharja, BSI dan PMI

BPTD Kaltim Berkontribusi Pecahkan Rekor MURI Donor Darah. Digelar di Terminal Batu Ampar, Sinergi Jasa Raharja, BSI dan PMI

September 12, 2024
Sekitar 21 Investor Daftar Proyek Desanilasi PDAM. Investasi Rp115 Miliar, Skema kerjanya KPBU SWRO

Sekitar 21 Investor Daftar Proyek Desanilasi PDAM. Investasi Rp115 Miliar, Skema kerjanya KPBU SWRO

November 30, 2019
PLN Disorot, Tarik Dana ZIS Tak Kantongi Izin. Gerak Kaltim Nilai PLN Kaltimra Melanggar “AKHLAK”

PLN Disorot, Tarik Dana ZIS Tak Kantongi Izin. Gerak Kaltim Nilai PLN Kaltimra Melanggar “AKHLAK”

November 10, 2022
Ayo Naik Helikopter Keliling Balikpapan. Harga Terjangkau, Bergaya Sultan, Prewedding hingga Family

Ayo Naik Helikopter Keliling Balikpapan. Harga Terjangkau, Bergaya Sultan, Prewedding hingga Family

March 10, 2022
Dua GM-Direktur Pertamina Silaturahmi Bareng ke Walikota. Imbauan Mendagri, RM Minta Maaf

Dua GM-Direktur Pertamina Silaturahmi Bareng ke Walikota. Imbauan Mendagri, RM Minta Maaf

March 21, 2026
Baznas Gratiskan Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit. Badrus: Bhakti Sosial untuk Menolong Ummat

Baznas Gratiskan Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit. Badrus: Bhakti Sosial untuk Menolong Ummat

February 23, 2022
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines