• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Wednesday, September 16, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaSEJARAH

Lagu-lagu Pemilu

by admin
March 26, 2019
in tintaSEJARAH
0 0
0
Lagu-lagu Pemilu

Ki-ka: Ismail Marzuki, Mochtar Embut, dan Nortier Simanungkalit.

0
SHARES
391
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

MENJELANG pemilu pertama tahun 1955 diadakan sayembara lagu pemilu. Pemenangnya adalah lagu “Pemilihan Umum” hasil karya bersama Marius Ramis Dajoh (penulis lirik), Ismail Marzuki (melodi dan aransemen), dan GWR Tjok Sinsu (penggubah).

“Setelah dilakukan penyesuaian di sana-sini, lagu tersebut diumumkan secara resmi sebagai lagu pemilihan umum pada 11 April 1953 di Studio RRI Jakarta,” tulis Teguh Esha dalam Ismail Marzuki: Musik, Tanah Air, dan Cinta.

Liriknya: Pemilihan Umum/Kesana beramai/Marilah, marilah saudara-saudara/Memilih bersama para wakil kita/Menurut pilihan, bebas rahasia/Itu hak semua warga senegara/Njusun kehidupan adil sedjahtera.

Selain lagu tersebut, menurut Firman Lubis dalam Jakarta 1950-an Kenangan Semasa Remaja, waktu itu popular pula sebuah lagu yang iramanya diambil dari soundtrack film Anna yang dinyanyikan Silvana Mangano namun liriknya diganti dengan tema pemilu. Anak-anak suka menyanyikannya. “Yang masih saya ingat baitnya ialah Bulan bintang Masyumi/Palu arit PKI/Kepala banteng itu adalah PNI…dst,”kata Firman Lubis.

Pada pemilu kedua atau pemilu pertama di masa Orde Baru pada 1971, Mochtar Embut, komponis dan penulis lagu, membuat lagu “Pemilihan Umum” baru. Lagu ini kerap diputar menjelang dan sesudah siaran berita RRI. Liriknya: Pemilihan umum telah memanggil kita/Sluruh rakyat menyambut gembira/Hak demokrasi Pancasila/Hikmah Indonesia merdeka/Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya/Pengemban ampera yang setia/Di bawah Undang-Undang Dasar ’45/Kita menuju ke pemilihan umum.

Lagu tersebut meraih penghargaan dari Departemen Dalam Negeri, dan digunakan selama enam kali pemilu di masa Orde Baru. Baru pada pemilu 1999, lagu itu diganti. Menurut majalah Gamma, Vol. 1, 1999, komponis dan penulis lagu Nortier Simanungkalit, diminta Lembaga Pemilihan Umum untuk menggubah lagu pemilu yang baru sebagai pengganti lagu karya Mochtar Embut.

“Tawaran itu saya terima, karena saya yakin pemilu merupakan jalan keluar terbaik dari semua problem kita sekarang,” kata Simanungkalit. Apalagi, dia menganggap syair yang ditulis Embut, seperti Pemilihan umum telah memangggil kita/Sluruh rakyat menyambut gembira, terlalu sloganistis. Dia pun menuliskan lirik baru yang lebih tegas, seperti Pilih wakil dalam MPR dan DPR/D pusat dan daerah. “Dan yang paling pokok, jangan ada lagi tipu-menipu seperti dulu,” kata mantan anggota MPR periode 1987-1992 itu.

Kendati diberi waktu sebulan untuk merampungkan lagu baru, hanya dalam waktu sepekan Simanungkalit menyelesaikan lagunya berjudul “Mars Pemilihan Umum” denganaransemen Vicky Sianipar. Lagu ini kemudian dipakai sebagai mars untuk empat kali pemilu di era Reformasi (1999, 2004, 2009, dan 2014). Liriknya: Pemilihan umum kini menyapa kita/Ayo songsong dengan gempita/Kita pilih wakil rakyat anggota DPD, DPR dan DPRD/Mari mengamalkan Pancasila/Undang-Undang Dasar ‘45.

Memilih presiden dan wakil presiden/Tegakkan reformasi Indonesia/Laksanakan dengan jujur adil dan cermat/Pilih dengan hati gembira/Langsung umum bebas rahasia/Dirahmati Tuhan Yang Maha Esa.

SendShareTweet

Related Posts

Pindah Ibu Kota Sudah Biasa
tintaSEJARAH

Pindah Ibu Kota Sudah Biasa

May 25, 2019
Orang Bugis di Kampung Baru
tintaSEJARAH

Orang Bugis di Kampung Baru

March 26, 2019
Masuknya Islam ke Selandia Baru
tintaSEJARAH

Masuknya Islam ke Selandia Baru

March 26, 2019
Next Post
Orang Bugis di Kampung Baru

Orang Bugis di Kampung Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 317 Followers

Recommended

ASDP Balikpapan Gelorakan 4-NO Lewat Penerapan SMAP. Cristhoper: Mitra Kerja Mohon Dukungan untuk GCG

ASDP Balikpapan Gelorakan 4-NO Lewat Penerapan SMAP. Cristhoper: Mitra Kerja Mohon Dukungan untuk GCG

May 8, 2024
Elba Kena Prank di Ruang Kepala BPTD Kaltim. Momen Surprise Ultah, Wujud Rasa Hormat Bawahan

Elba Kena Prank di Ruang Kepala BPTD Kaltim. Momen Surprise Ultah, Wujud Rasa Hormat Bawahan

November 18, 2024
HWK, Tak Hanya Nyantai tapi KBM Bersih-bersih Pantai. Dewi: Dirangkai HWK Gathering dan Sosial

HWK, Tak Hanya Nyantai tapi KBM Bersih-bersih Pantai. Dewi: Dirangkai HWK Gathering dan Sosial

February 2, 2025
Nobar Spanyol vs Prancis Digelar di Terminal BA. Ada Kopi dan Snack, Renhard Sebut Wujud Kebersamaan

Nobar Spanyol vs Prancis Digelar di Terminal BA. Ada Kopi dan Snack, Renhard Sebut Wujud Kebersamaan

July 14, 2026
Menakar Eskalasi Politik Jelang Pilkada Balikpapan 2020

Menakar Eskalasi Politik Jelang Pilkada Balikpapan 2020

June 28, 2019
Gerak Kaltim Ingatkan PI PHM 10 Persen Jangan Bobol Lagi. Edy: Harusnya Untuk Masyarakat Kok Dikorupsi

Gerak Kaltim Ingatkan PI PHM 10 Persen Jangan Bobol Lagi. Edy: Harusnya Untuk Masyarakat Kok Dikorupsi

July 19, 2022
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines