Walikota Terpilih Rahmad Pikirkan Air Bersih Warga. Gunakan SWRO, Air Laut Bisa Jadi Air Bersih

SOLUSI: Walikota terpilih H Rahmad Mas'ud SE ME mencari solusi kesulitan air warga lewat program SWRO

SHARE INFO INI KE TEMAN

TINTAKALTIM.COM-Ide kreatif dan inovatif walikota terpilih H Rahmad Mas’ud SE ME yang secara resmi sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU)  kini muncul. Khususnya dalam kaitan distribusi air bersih masyarakat yang di beberapa tempat masih kesulitan.

Ia menjajaki kerjasama untuk membangun unit-unit pengolahan air asin menjadi air tawar (desalinasi) menggunakan teknologi membran reverse osmosis (SWRO). Teknologi ini, banyak dipergunakan di berbagai negara.

“Daerah pesisir kita kan banyak di Balikpapan. Dekat pantai. Sistem SWRO ini sangat tepat. Sehingga bisa menyiapkan air tawar bersih masyarakat,” kata Rahmad Mas’ud saat melakukan ujicoba program SWRO itu di galangan kapal miliknya, kawasan Kariangau.

SWRO sendiri adalah Sea Water Reverse Osmosis, sistem pengolahan air asin ke tawar dalam jumlah besar dan kecil.  Polanya menggunakan filter  air asin dan jaminan kualitas  air yang higinis karena tidak menggunakan bahan kimia dalam pembuatannya.

Air laut yang diolah menggunakan SWRO menjadi air tawar dan Rahmad Mas’ud akan mengembangkan sistem ini untuk ketersediaan air bersih warga di Balikpapan

“Kita menggunakan design, sistem intalasi  dan maintenance secara proporsional dan menggunakan container lebih simple,” kata teknisi SWRO, Suton saat mendemonstrasikan alat SWRO di hadapan Rahmad Mas’ud.

Desain SWRO itu terdiri dari  pompa boster yang  juga memompa air asin menjadi air tawar dan lainnya.  “Alhamdulillah airnya bening dan bisa dirasakan tawar. Tentu ini harus dimasak lagi. Secara produksi sangat sederhana dan air laut merupakan air baku yang tak akan pernah habis. Ini anugerah Allah harus dikembangkan jadi kepentingan rakyat,” ungkap Rahmad Mas’ud.

5 TON SEHARI

Dalam ujicoba itu, Rahmad menggunakan pompa yang kecil. Air laut yang asin di galangan kapal miliknya, dipompa ke atas menggunakan pipa-pipa yang dipasang di  laut itu. Lalu, proses SWRO dijalankan sampai menghasilkan air bersih. Bahkan, dapat diminum.  

Rahmad (baju putih) mengamati proses kerja SWRO yang menghasilkan air 5 ton sehari dan akan dikembangkan untuk kepentingan air bersih warga

“Ini yang kecil pompa SWRO-nya. Sehari bisa menghasilkan 5 ton air. Bayangkan, kalau daerah-daerah lain yang dekat air laut kita menggunakan alat ini, tentu membantu PDAM  Balikpapan dalam penyediaan air bersih,” kata walikota terpilih itu.

Rahmad akan memfasilitasi cottage di kawasan galangan miliknya  dengan sistem SWRO. Bahkan, 10 SWRO dijadikan satu sehingga debit air yang dihasilkan akan lebih besar. “Kita nanti diskusi dengan PDAM. Secara teknis bagaimana pengembangannya. Tapi, saya ingin terapkan di Kota Balikpapan yang daerahnya krisis air,” ujar Rahmad.

Inilah hasil SWRO (desanilasi) air asin menjadi tawar

Sebenarnya menurut Rahmad, SWRO ini sudah lama dipakai  seperti PT Pertamina yang harus  mengembangkan teknologi air asin menjadi air tawar untuk  air pendingin (cooling water) di  sejumlah sistem kerja kilang seperti steam dan lainnya.

Rahmad yang juga mengerti teknis air, menjelaskan bahwa SWRO  posisi pH  atau tingkat keasaman bisa mencapai 8-9. Dan itu sangat bagus. Sebab,  kualitas asam tidak boleh di bawah 7.  “Semakin tinggi pH kan semakin baik. Ini wujud kreativitas dan harus dilakukan untuk masyarakat Balikpapan,” ungkapnya.

Ujicoba yang dilakukan Rahmad dalam kaitan SWRO itu, untuk berpikir bagaimana kesulitan air warga bisa teratasi. “Saya  berpikir bagaimana warga Balikpapan bisa menikmati air bersih. Jadi ada teknologi SWRO ini ya akan kita manfaatkan,” pungkasnya. (gt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *