TINTAKALTIM.COM-Dalam konteks pengembangan, sinergi dan kolaborasi, sosok low profile ini tak pernah diam. Ide-ide konstruktifnya bagaimana mengembangkan perusahaan yang implikasinya pada pembangunan selalu ada di benaknya. Muhammad Yamin. Dia Dirut Bank Kaltimtara.
Kendati sekarang homebase-nya di Samarinda, tetapi Yamin – begitu dia akrab dipanggil– punya rumah, pernah tinggal di Balikpapan tepatnya kawasan kompleks Balikpapan Baru (BB). Artinya, wong Balikpapan.
“Saya dapat penghargaan. Apa layak ya. Padahal sudah banyak di Samarinda. Tapi, KTP saya kan Balikpapan,” kelakarnya, saat Tintakaltim.Com bersilaturahmi di kantornya, Samarinda, pekan lalu.
Bapak yang lahir di Pare-pare 54 tahun lalu ini, merasa belum berbuat banyak. Kalaupun sekarang Bank Kaltimtara maju, berkembang dan mampu bersaing sebagai ‘bank lokal’, tetapi prestasi nasional berkali-kali diraihnya, itu berkat dukungan masyarakat dan pemerintah.
Jadi warga berprestasi Balikpapan? Sejumlah kalangan menilai patut. Sebab, sebelum menempati posisi tertinggi di bank yang sahamnya dimiliki provinsi, kabupaten-kota ini, Yamin pernah ‘berbuat’ untuk Kota Balikpapan. Ia sempat jadi pemimpin cabang Bank Kaltimtara Balikpapan yang dulu dikenal dengan BPD Kaltim.
Kariernya terus melejit. Pernah pula pimcab di Tenggarong, Jakarta dan sebagai pemimpin kredit korporasi. Dan, dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan, ia dipercaya masuk gerbong direksi sebagai Direktur Operasional tahun 2017 sampai 2020.
“Pak Yamin itu selalu bicara potensi daerah. Melihat adanya peluang (opportunity) apa yang harus ditangkap. Gairahnya mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor lainnya dahsyat. Itu dilakukan saat jadi pimpinan di Balikpapan,” kata sahabatnya, H Soegianto SE.
Soegianto merasa banyak ‘belajar’ bagaimana mengembangkan usaha dengan Yamin. Caranya memberi motivasi juga baik. Strategi mendongkrak PAD dari sektor bidang perdagangan demi meningkatkan kemampuan daerah pun selalu jadi bahasan.

“Pengalamannya di bidang perbankan mampu membangun jembatan komunikasi dan edukasi. Sehingga, kebijakannya memberikan bantuan permodalan saat itu, mendorong usaha berkembang di Balikpapan,” kata Soegianto yang juga Direktur Operasional Hotel Platinum Group ini.
Yamin, dianugerahi penghargaan di puncak HUT Kota Balikpapan ke-124, 10 Februari 2021 oleh Walikota Balikpapan H Rizal Effendi SE sebagai penggerak pembangunan dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Bersama deretan nama dan tokoh lainnya.
Selain di Kota Balikpapan ia berbuat untuk pembangunan, Yamin disebut sebagai leader yang punya intuisi untuk membangun di Kaltim-Kaltara. Ia jika berbicara dan sharing knowledge kaitan ekonomi, selalu meletakkan dasar-dasar pembangunan pada posisi dan penguatan. Bank yang ia pimpin harus menjadikan bank nasional sebagai kompetitor sehat.
Yamin sadar, kompetisi itu jadi ‘vatamin’ dalam mengembangkan pembangunan dan mendorong ekonomi kerakyatan. Memimpin Bank Kaltimtara, ia punya strategi dan kebijakan pengembangan ekonomi yang optimis. Karena, bank yang ia pimpin setidaknya memiliki differentiation sebagai bank yang mengerti bisnis dan penggerak pembangunan dan ekonomi.
Alasannya itu mendasar, karena Bank Kaltimtara dalam menjalankan roda perusahaan bertumpu pada portofolio dan likuiditas yang terjaga support dari provinsi, kota dan kabupaten se-Kaltim-Kaltara. Seolah, Yamin ingin meletakkan dan meminjam tagline perusahaan elektronik terbesar di dunia dengan: Think Different yang selalu mengajarkan kita untuk berpikir out ot the box dan kreatif.
TANGAN DINGIN
Sukses Yamin tak hanya di Kota Balikpapan. Ia selama menjabat sebagai Direktur Operasional Bank Kaltimtara disebut-sebut sebagai orang yang punya chemistry dengan Dirut sebelumnya H Zainuddin Fanani dan direksi lain. Yamin di tataran pengembangan IT, umum dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), human capital dan Zainuddin di tingkat kebijakan korporasi. Wajar jika saat assessment dirut ia terpilih. Dan dipersepsikan pula sebagai pejabat ‘bertangan dingin’.

“Saya hanya ingin Bank Kaltimtara kuat, juara dan pemimpin pasar. Kita juga bertugas memberikan edukasi pemberdayaan ekonomi demi Kalimantan maju dan membangun Indonesia,” ujar Muhammad Yamin yang dikenal sangat humble dalam bergaul ini.
Ia sadar, memimpin Bank Kaltimtara bukan pekerjaan yang mudah. Tetapi secara regulasi dan digitalisasi serta teamwork yang memiliki kapasitas mumpuni, dirinya percaya bahwa Bank Kaltimtara akan terus konsisten menyetor PAD cukup baik. Dari catatan media ini, sudah sekitar 600 miliar lebih disetor ke kas daerah.
Dan, Yamin bersyukur bahwa analisa kinerja dengan basis key performance indicator (KPI) dan tumpukan SOP sebagai regulasi di Bank Kaltimtara, mampu dijadikan pengembangan perusahaan, SDM dan tolls yang sehat, transparan serta memiliki akuntabilitas publik. Selamat dan Sukses Pak. (gt)











