TINTAKALTIM.COM-Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan Kombes Pol Bonifasio Rio Rahadianto SIK sejak pukul 08.00 Wita melakukan pemantauan test urine di Posko Terminal Batu Ampar, Rabu (25/3/2026) pasca Idulfitri 2026
Kehadiran Bonifasio sebagai upaya untuk memastikan bahwa seluruh sopir bus angkutan umum dalam kondisi negatif narkoba. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan lalu-lintas yang disebabkan kelalaian akibat penyalahgunaan narkoba.

“Keselamatan penumpang tak bisa ditawar, sehingga seluruh sopir yang melintas dari Terminal Batu Ampar ke sejumlah tujuan harus bebas dari penyalahgunaan narkoba demi perjalanan aman,” kata Bonafasio yang sempat melakukan foto bersama petugas posko yang dijaga petugas BPTD Kaltim, Polres Balikpapan dan Polsek Balikpapan Utara.
Bonafasio ucapkan terimakasih kepada seluruh sopir yang ditest urine negatif, tetapi tetap diminta waspada selama di jalan rayat untuk membawa penumpang. Jangan sampai kelelahan atau kondisi fisik lemah.

Test urine itu gencar dilakukan BNNK bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) pimpinan dr Agus Iriansyah. Dan mayoritas sopir yang ditest dinyatakan negatif narkoba, namun jika ditemukan positif, sopir ditindaklanjuti bahkan dilarang mengemudi
“Sementara ini semua hasil negatif. Kalau ada yang positif kita lakukan assessment bersama dr Agus dan BNNK. Untuk selanjutnya diputuskan kemudian,” kata Alfin, dari BNNK Balikpapan yang bertugas bersama rekan-rekannya

Di Terminal Batu Ampar, petugas BNNK yang kebetulan bernisial ‘3A’ yakni Alfin, Alif dan Ancah, bekerja melayani sopir-sopir test urine.
Mereka sigap memeriksa satu demi satu sopir. Sopir dipantau untuk diambil urinenya di toilet Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub di kawasan Jalan Pattimura Balikpapan Utara.

“Kita menjalankan perintah pimpinan untuk melakukan test urine sopir. Memang, sesuai dengan tugas seluruh terminal baik yang angkutan kota (angkot) dengan pengelola Dishub Balikpapan dan terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di bawah BPTD Kaltim harus diperiksa,” kata Alfin dibenarkan rekan-rekannya Alif dan Ancah
Sebelumnya di tempat yang sama, dr Agus dan BNNK juga fokus melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan di terminal angkot dan terminal bus hasilnya negatif.

“Kita harapkan, tahun mendatang ketika melakukan pemeriksaan keselamatan kendaraan (rampcheck) bisa juga pemeriksaan test urine sopir. Karena, ini penting untuk menjaga agar tak ada sopir yang terpengaruh narkoba,” kata dr Agus Iriansyah, Ketua Tim Pelaksana Test Urine DKK Balikpapan.
Tim BNNK ‘3A’ terus bekerja hingga siang. Mereka menunggu dengan sabar sopir yang datang untuk ditest urine baik AKAP jurusan Balikpapan-Banjarmasin maupun AKDP, Balikpapan-Samarinda.

“Seluruh sopir ditest urinenya menggunakan rapid test multi obat yang bisa melihat 7 jenis (panel) merupakan alat skrining cepat mendeteksi 7 jenis narkoba dan obat-obatan terlarang. Karena dalam satu sampel urine,” kata Alfin
Menurut Alfin, rapid test multi obat alat standar yang digunakan BNNK sehingga jika ada yang mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi, sabu dan sejenisnya bisa terdektesi akurat karena dalam waktu 3-4 menit bisa diketahui hasilnya
Alat itu dari pengamatan media ini, petugas BNNK Balikpapan membacanya sangat cepat. Jika negatif, muncul dua garis (satu di area control/C, satu di area test/T).
“Nah jika positif, muncul satu garis (hanya di area control/C. Tidak ada garis di area test,” kata Alfin yang terus bekerjasa atas perintah Kepala BNNK Balikpapan melakukan sosialisasi kaitan bahaya narkoba bersama rekan-rekannya. (gt)













