Forum CSR Jadikan PT PJB ‘Benchmarking’. Andi Sangkuru: Kita Mengenalkan Balikpapan Bekawan

ROAD SHOW: Jajaran pengurus Forum CSR saat melakukan road show ke PT PJB sekaligus rapat evaluasi di kawasan Karingau

SHARE INFO INI KE TEMAN

TINTAKALTIM.COM-Forum Komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) atau sekarang bernama Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosil Lingkungan Perusahaan (FPTJSLP) kini berupaya untuk mendapatkan informasi kaitan perusahaan yang telah menggerakkan program CSR-nya.

Salahsatunya, PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali) UBJOM (Unit Bisnis Jasa Operasi dan Pemeliharaan) Kaltim Teluk yang berkantor di kawasan Kariangau. Bahkan, anak perusahaan PLN ini, program CSR yang dilakukan dapat dijadikan benchmarking atau tolok ukur dalam kualitas kebijakan organisasi.

“Kami melakukan rapat evaluasi di PT PJB sekaligus ingin mendapatkan informasi kaitan program CSR. Juga menselaraskan program yang dibuat oleh forum,” kata Ketua Harian Forum CSR Andi Sangkuru saat memimpin rapat evaluasi forum di kawasan Industri Kariangau Km 13 Balikpapan, Jumat (21/02/2020).

Hendriyono (baju merah) dari Bappeda-Litbang saat menjelaskan program pemerintah yang harus diselaraskan dengan perusahaan melalui forum CSR

Andi bersama tim forum CSR di antaranya Wakil Ketua Sugito, Wk sekretaris I Meitya Ria, anggota bidang lingkungan hidup Jufriansyah (LSM Stabil), jajaran PJB UBJOM Kaltim Teluk (anggota CSR), Hendriyono (Bappeda Litbang) dan lainnya.

Sementara dalam rapat evaluasi itu juga dihadiri General Manager (GM) PT PJB UBJOM Kaltim Teluk  Kurniawan Dwi Hananto, SPV Sekretariat dan Umum PT PJB UBJOM Septiadi  Wantoro (Buyung), Manajer Administrasi Raden Sultani Indragunawan dan  Dana Puspita Sari (Unit Pelaksana Pengendalian  Pembangkitan Balikpapan).

Andi Sangkuru juga menyebutkan, rapat dengan pola road show ke kantor PJB sebagai bentuk melihat langsung kegiatan perusahaan. Juga menjelaskan   tugas pokok dan fungsi (tupoksi) forum CSR. Karena, masih ada yang berasumsi bahwa forum mengelola dana dan mendapatkan proyek-proyek dari perusahaan.

“Saya harus terus membangun mindset dari sejumlah pihak yang keliru. Kita sampaikan, bahwa forum tugasnya membantu pemerintah sebagai fasilitator dan sebagai forum komunikasi dalam kaitan CSR. Tak ada bendahara, apalagi mengelola anggaran,” ujarnya.

Senada yang disampaikan  Jufriyanyah. Ia mengatakan, di forum ada bidang-bidang. Sehingga, jika koordinasinya lewat forum, manakala perusahaan ada program, sangatlah tepat. Sehingga,  nanti dijelaskan agar tidak sampai terjadi tumpang tindih program.

Jufriansyah saat memberi makan ikan koi yang ada di depan kantor PJB UBJOM Kaltim Teluk kawasan kilometer 13 Kariangau

“CSR itu boleh di ring satu dan ring lainnya. Tetapi, skala prioritas memang ring satu kegiatan perusahaan.  Hanya, perlu koordinasi ke forum agar jangan sampai satu perusahaan di kecamatan misalnya, CSR yang disalurkan kepada pihak yang sama,” jelas Jufriansyah.

Dirinya sangat berterimakasih, karena PJB telah memberi kontribusi positif terhadap daerah di mana perusahaan beroperasi. “Kita ingin sharing, apa yang dapat dilakukan forum terhadap perusahaan. Agar win-win solution dapat dicapai,” ungkap  Jufriansyah, aktivis lingkungan ini.

BALIKPAPAN BEKAWAN

Sementara itu, Meitya Ria dalam presentasinya mengenalkan  suatu gerakan yang diharapkan dapat disinergikan serta kolaborasi antarperusahaan dengan nama Balikpapan Bekawan.

Itu adalah gerakan  masyarakat Balikpapan menciptakan kawasan yang berbudaya cinta lingkungan.  “Ini akan diluncurkan sebagai  bentuk partisipasi masyarakat menciptakan ekosistem Balikpapan yang lebih baik  dan saling mengajak masyarakat agar   menjalankan gaya hidup  yang bersahabat dengan lingkungan,” ujar Meitya.

Itu katanya, diwujudkan lewat aksi yang bernama Aku dan Semesta. “Namanya ASA Semesta atau Aksi sayangi semesta,” ujarnya.

Apa saja programnya,  menggunakan wadah minum pakai berulang, wadah makan berulang,  menggunakan kantong belanja berulang dan lap tangan berulang. “Outcomenya ke depan membentuk masyarakat yang berkomitmen memiliki gaya hidup yang memperhatikan faktor kesehatan, keindahan dan  kelestarian lingkungan (eco-society),” tambah Meity.

GERAKAN CSR PJB

Sementara itu,  PJB dalam aktivitas CSR-nya kata Kurniawan Dwi Hananto, melakukan beragam tipologi yakni pemberdayaan (empowerment),  pengembangan kapasitas (capacity building), infrastruktur dan charity. “Kita sudah  melakukan prinsip partisipatif yakni pelibatan unsur masyarakat, LSM dan pemerintah dan sifatnya bottom up,” jelas Kurniawan.

Kurniawan (tengah), Dana Puspitasari dan Indra saat menjelaskan program CSR PJB kepada jajaran pengurus Forum CSR

Program CSR PJB pun katanya, dapat dipertanggungjawabkan  dan membangun kemitraan dengan stakeholders. “Bentuknya beragam,  ada community relations yakni membangun komunikasi  secara sinergi, penyediaan sarana dan prasarana agar tak terjadi kecemburuan sosial (community service) dan pemberdayaan masyarakat (community empowering),” ungkapnya.

Program CSR PJB UBJOM Kaltim Teluk katanya, sudah digerakkan sejak tahun 2016 hingga sekarang. Pemberdayaan misalnya, budidaya ikan lele dan nila sampai pelatihan pembuatan pakan ikan, pembuatan rumah pakan ikan dan lainnya. “Kita juga menggerakkan bank sampah. Sampah menjadi berkah,” jelas  Kurniawan.

Ikan koi di kolam buatan PJB yang juga sekaligus sebagai desain yang apik untuk kantor dan dapat dijadikan tontonan ‘rehat pikiran’

Dalam bidang pendidikan, PJB juga membantu  penyambungan jaringan internet di SMPN 021 Balikpapan, beasiswa berprestasi. “Ada pula perbaikan instalasi air bersih Teluk Waru. Intinya kita juga melakukan mapping dan menerima usulan. Jika dari hasil riset memungkinkan, maka program CSR dikucurkan.  Apalagi dalam kaitan bantuan, tentu sangat banyak yang sudah dilakukan PT PJB,” tambah Kurniawan. (git)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *