TINTAKALTIM.COM-Jajaran pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Tabalong Kalsel belajar manajemen dakwah ke Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan. Termasuk bagaimana menciptakan program kemasjidan yang melakukan partnership dengan pemerintah
“Penguatan dakwah itu banyak belajar lebih baik. DMI Balikpapan tentu memiliki program pendidikan keagamaan lewat masjid yang sudah berjalan, makanya kita melakukan studi tiru atas tolok ukur (benchmark) yang dimiiliki DMI,” kata Pimpinan Wilayah DDII Tabalong H Fahrurrazi MM saat silaturahmi dengan DMI Balikpapan di Aula Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC), Sabtu (24/1/2026)

Rombongan DDII Tabalong diterima Ketua DMI Kota Balikpapan H M Dumairi dan Sekjen H Ahmad Sofyan Nur, serta jajaran pengurus dan undangan lainnya. Suasana pertemuan dimanfaatkan untuk diskusi program dan sharing kaitan pengembangan dakwah
Disebutkan Fahrurrazi, program DDII Tabalong salahsatunya adalah Smart Dai yang mengarah pada Smart Dakwah. Tentu, cerdas dalam manajemen dan juga bagaimana menciptakan program dakwah itu dengan satu desa satu dai yang orientasinya memperkuat nilai relegius warga

“Kita juga melakukan pengiriman dai dan pendidikan Islam. Sehingga, perlu juga belajar ke Balikpapan yang informasi manajemen DMI-nya bagus dalam mengatur pola dakwah di masjid-masjid,” kata Fahrurrazi di sela makan siang bersama Dumairi dan jajaran pengurus lainnya
Disebutkannya, dakwah digital atau smart dakwah sudah berjalan di Kota Balikpapan. Bahkan, DMI-nya akan mengembangkan dakwah via podcast dan juga mengembangkan channel youtube serta platform digital lainnya

“Alasan DDII Tabalong silaturahmi dan diskusi serta belajar manajemen dakwah itu, tentu untuk adaptasi metode konvensional ke platform digital seperti instagram (IG), facebook (FB) yang bisa menjangkau generasi muda. Nanti kita kembangkan juga di Tabalong,” kata Fahrurrazi
Sementara itu menurut Dumairi, DMI kota, kecamatan dan ranting, kini terus melakukan penguatan. Juga proses percepatan (akselerasi) dakwah konvensional ke digital

“Sebenarnya program dakwah digitalize kita belum maksimal. Hanya di masjid-masjid sudah bergerak. Karena manajemen dakwah digital membuat aktivitas penyebaran ajaran Islam berjalan lebih efektif. Sebab audiennya tanpa batas,” kata Dumairi
Selain itu, DDII Tabalong juga silaturahmi dan ingin mengetahui program DMI Balikpapan yang sebenarnya perlu juga ditingkatkan lebih baik. Hanya, jajaran pengurus kecamatan dan ranting terus berpikir bagaimana dakwah itu efektif lewat sosial media (sosmed)
“DMI Balikpapan akan terus mendorong dan melakukan transformasi atau perubahan metodologi dakwah itu,” kata Dumairi
Sedang Sekretaris DMI Ahmad Sofyan Nur menambahkan, DDII Tabalong ingin menimba ilmu bagaimana dakwah lewat masjid yang dilakukan di Kota Balikpapan dan berkoordinasi dengan DMI.

“Kita juga sharing dalam pertemuan itu. Yang baik dari DDII bisa dikembangkan di Balikpapan,” ujar Ahmad Sofyan
Kaitan penggunaan platform digital untuk media dakwah, dalam waktu dekat podcast dakwah DMI Balikpapan itu diluncurkan. “Kita sudah ready perangkatnya. Tinggal bagaimana mengatur strategi konten dan audiens lewat podcast yang bisa jadi sarana dakwah,” kata Usman, salahsatu pengurus DMI.
Dalam pertemuan itu jajaran DMI Balikpapan juga melakukan silaturahmi dengan BTN Cabang Balikpapan Baru untuk membahas berbagai hal kerjasama. Dalam setiap pertemuan, DMI selalu menggelorakan tagline: Masjidku Bersinar (Bersih, Indah, Nyaman dan Ramah). (gt)













