• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Monday, March 16, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaNEWS

Waspada, Zona Merah Covid-19 Bisa Se-Balikpapan. Kepala DKK: Pakai Masker Wajib, Jaga Jarak dan Cuci Tangan Pakai Sabun

by admin
April 21, 2020
in tintaNEWS
0 0
0
Waspada, Zona Merah Covid-19 Bisa Se-Balikpapan. Kepala DKK: Pakai Masker Wajib, Jaga Jarak dan Cuci Tangan Pakai Sabun

PAKAI MASKER: Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty selalu mengimbau warga gunakan masker.

0
SHARES
232
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Kawasan zona merah penyebaran covid-19 bisa saja terjadi se-Balikpapan. Ini jika warga tidak patuh, tidak disiplin, tidak ikuti anjuran pemerintah termasuk Dinas Kesehatan Kota (DKK) dalam kaitan melawan wabah covid-19.  Sebab, sejauh ini, masih ada warga tak patuh, warga cuek dan warga ada juga yang tetap berkumpul dan tidak mengindahkan imbauan kaitan  physical distancing  atau jaga jarak fisik.

“Kuncinya pada individu  dan warga secara keseluruhan di Kota Balikpapan. Kita tidak melakukan lockdown total, tetapi pembatasan sosial saja. Seperti penutupan jalan dan imbauan lain. Hanya, kalau ini tak diindahkan, bagaimana mungkin memutus mata rantai penyebaran virus covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) dr  Andi Sri Juliarty saat ditanya kaitan pemetaan transmisi lokal   wabah corona di Kota Balikpapan.

Dokter Andi sejauh ini tak henti-hentinya bersama tim dan melibatkan sejumlah stakeholders dan bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, Walikota Balikpapan H Rizal Effendi SE,  memberikan edukasi kaitan  penyebaran virus corona.

Dokter Dio (baju hijau kanan) selalu mendampingi Wali Kota Balikpapan H Rizal Effendi SE saat menginformasikan kaitan warga yang positif corona serta penjelasan medis lainnya

Ia menyebut,  covid-19 sangat cepat menyebar melalui droplet juga memacu sensitivitas  semua pihak atas masalah ini. Sebab, jika diri sendiri  sehat  dan tidak diikuti oleh lingkungan sekitar, maka risiko tertular juga cukup tinggi. “Kita harus bahu-membahu melawan corona. Ikuti anjuran kesehatan dari pemerintah,” ungkap Dokter Dio.

Menurut Dokter Dio, Kota Balikpapan merupakan salah satu  kota yang sudah terjadi transmisi lokal. Artinya sudah terjadi penularan  antara warga dalam kota yang tidak ada riwayat bepergian. Ini selain ada yang banyak tak pakai masker, juga masih sering berangkat ke daerah yang zona merah dan pulangnya bisa jadi ODP dan akhirnya mengalami sakit dan ditetapkan menjadi PDP.

“Kalau ada yang menyebut pemetaan, tidak perlu dipetakan lagi sebab orang yang sudah tertular baik waku dia sakit ringan maupun carrier atau bawaan seperti orang tanpa gejala (OTG) sudah mobile beraktivitas kemana-kemana ketika dia belum merasakan gejala saki. Dan itu berbahaya,” ujar Dio.

Ditambahkannya,  Balikpapan hanya pembatasan bukan total lockdown, sehingga seseorang tadi bisa saja telah beraktivitas dari Kecamatan Balikpapan Kota ke Timur, Barat ke Utara bahkan ke Selatan dan lainnya. Dan, seseorang tadi baru berhenti setelah sakit berat dan ditetapkan jadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lalu isolasi di rumah sakit dan positif.

“Jadi pemetaan tidak perlu. Atau mencari  tahu siapa yang  transmisi lokal, yang sekarang harus dilakukan adalah semua warga pakai masker dan jaga jarak fisik (physical distancing),” pinta Kepala DKK ini.

Semua warga kata Dokter Dio, harus waspada satu sama lain. Sebab, pada saat kondisi transmisi lokal, sangat sulit lagi mengenai Orang Tanpa Gejala (OTG). Dia bisa beraktivitas kemana saja pembawa virus. Pertahanan yang dilakukan, harus pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta jaga jarak.

Minggu sore di Lapangan Merdeka belum lama ini, masih banyak warga yang olahraga bergerombol dan tidak menggunakan masker

Imbauan lainnya dari Kepala DKK  ini adalah,  jangan mau berhadapan dengan orang yang tidak pakai masker, jangan mau  berbicara dengan orang yang tidak pakai masker, jangan mau berbelanja pada penjual yang tidak pakai masker. Atau jangan mau meeting dengan orang yang tidak pakai masker.

“Kalau bertemu orang tak pakai masker, saling mengingatkan. Tegur sebagai wujud edukasi demi kepentingan yang lain. Jika tak punya masker dan warga punya kelebihan, dapat diberi,” ujar Dokter Dio.

STIGMA NEGATIF

Dalam kaitan data dan pemetaan kaitan alamat Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atau zona transmisi lokal menurut Dokter Dio, hal itu belum  tentu memberi manfaat besar. Justru  warga  di lingkungan sekitar ketakutan dan sibuk memberikan penilaian negatif (stigma negatif) yang bersangkutan.

“Pesan saya, lebih baik semua saling menjaga, saling melindungi, saling mencegah dengan pakai masker, cuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkumpul pada kerumunan,” ujar Dokter Dio mengingatkan berkali-kali sebagai wujud edukasi dan sosialisasi kepada warga kota Balikpapan.

Dan, diharapkan warga juga harus mengikuti anjuran  kesehatan dengan menerapkan program Perilaku Hidup  Bersih dan Sehat (PHBS) secara individu.  

Ia mengatakan, di Balikpapan sudah 23 orang positif, dan menurut Wali Kota Balikpapan kata Dokter Dio, sudah terjadi kelonggaran aktivitas dan  nanti akan  lebih tegas lagi  ada operasi melibatkan TNI dan Polri khususnya seperti kawasan Melawai, Lapangan Merdeka dan lainnya.

Dalam konteks seruan pemerintah, kata Dio sudah jelas berkali-kali disampaikan, bahkan edaran Walikota telah disebarkan seperti tidak melakukan salat Jumat di masjid, salat tarawih nanti di bulan Ramadan harus di rumah saja. “Jadi belum ada kelonggaran dalam imbauan ini. Jadi mohon diperhatikan surat edaran  yang semuanya menjadi protokol pencegahan covid-19,” ujar Dokter Dio. (git)

SendShareTweet

Related Posts

LDII Balikpapan Kurban 232 Sapi dan  63 Kambing. Dibagi Merata, Ojek Online, Pemulung Wujud Peduli Sosial
Kanal

LDII Balikpapan Kurban 232 Sapi dan 63 Kambing. Dibagi Merata, Ojek Online, Pemulung Wujud Peduli Sosial

July 4, 2023
Rakorda Baznas se-Kaltim Bedah Empat Komisi Penting. Dibuka Wagub, ZIS Digital dan Standar Mustahik Juga Dibahas
tintaNEWS

Rakorda Baznas se-Kaltim Bedah Empat Komisi Penting. Dibuka Wagub, ZIS Digital dan Standar Mustahik Juga Dibahas

February 3, 2022
PDAM Balikpapan Sharing Service Excellent. Suryo: Boros, Bocor dan Lalai, Tanggungjawab Pelanggan
tintaNEWS

PDAM Balikpapan Sharing Service Excellent. Suryo: Boros, Bocor dan Lalai, Tanggungjawab Pelanggan

February 2, 2022
Ditemani Batman, Kapolda-Wakapolda Pantau Vaksinasi Anak. Imam: PTM 100 Persen Agar Segera Dilaksanakan
tintaNEWS

Ditemani Batman, Kapolda-Wakapolda Pantau Vaksinasi Anak. Imam: PTM 100 Persen Agar Segera Dilaksanakan

January 8, 2022
Intrusi Air Laut, Dirum Turun Tangan. Distribusi Air Bersih di Manggar
tintaNEWS

Intrusi Air Laut, Dirum Turun Tangan. Distribusi Air Bersih di Manggar

January 2, 2022
Walikota Sambut Tahun 2022 Lewat Doa, Salat Jamaah dan Sedekah.  Rahmad: Jadikan Rumah Adalah Surga bagi Keluarga
tintaNEWS

Walikota Sambut Tahun 2022 Lewat Doa, Salat Jamaah dan Sedekah. Rahmad: Jadikan Rumah Adalah Surga bagi Keluarga

January 2, 2022
Next Post
Gerakan Kaltim Menang Lawan Corona, Sumbang APD. Andi Sangkuru: Kami Peduli karena Mereka Selamatkan Nyawa

Gerakan Kaltim Menang Lawan Corona, Sumbang APD. Andi Sangkuru: Kami Peduli karena Mereka Selamatkan Nyawa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Tim Mancing Mania BPTD Kaltim Juara I. Lomba Mancing Harhubnas 2024, Dapat Ikan 4,5 Kg

Tim Mancing Mania BPTD Kaltim Juara I. Lomba Mancing Harhubnas 2024, Dapat Ikan 4,5 Kg

September 16, 2024
Lawan China Gembira, Bertemu Jepang Meradang. Serunya Nobar di Platinum Hotel Balikpapan

Lawan China Gembira, Bertemu Jepang Meradang. Serunya Nobar di Platinum Hotel Balikpapan

June 11, 2025
Prediksi Walikota Soal Prabowo-Gibran Tepat. Minta Warga Balikpapan Jaga Keamanan Kota

Prediksi Walikota Soal Prabowo-Gibran Tepat. Minta Warga Balikpapan Jaga Keamanan Kota

February 15, 2024
Andi Arif: Minta Maaf untuk Stock Vaksin. Walikota Perjuangkan Dosis 2, dr Fahmi Ingatkan Jangan Merasa Kebal

Andi Arif: Minta Maaf untuk Stock Vaksin. Walikota Perjuangkan Dosis 2, dr Fahmi Ingatkan Jangan Merasa Kebal

October 24, 2021
Balikpapan Raih 2 Penghargaan Apeksi 2025. Tarian Mahligai Favorit, Stand ICE Terbaik 3

Balikpapan Raih 2 Penghargaan Apeksi 2025. Tarian Mahligai Favorit, Stand ICE Terbaik 3

May 13, 2025
Stop Produksi, Pipa Air Baku IPAM Kampung Damai Rusak. Suryo: Air Mengalir, Beda Listrik  Langsung Nyala

Stop Produksi, Pipa Air Baku IPAM Kampung Damai Rusak. Suryo: Air Mengalir, Beda Listrik Langsung Nyala

May 29, 2020
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines