TINTAKALTIM.COM-Menunggu bus berangkat tapi nggak jenuh. Ditambah, sebagai pekerja tentu mencari tempat nyaman untuk bekerja. Lagian, anti-panas dan stress, karena ada fasilitas full AC

“Keren banget. Lama saya nggak ke terminal. Saya pikir dulu sudah mati. Eh sekarang justru lebih inovatif pelayanannya,” kata Siwi, saat menikmati lounge milik Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim di Terminal Batu Ampar, Jumat (13/2/2026)
Lounge itu memang jadi fasilitas gratis bagi mereka yang menunggu bus ke Samarinda, Banjarmasin bahkan IKN. Dilengkapi colokan, musik sampai coffee bar yang menyiapkan ragam jenis soft drink jenis kopi

Siwi, pekerja swasta di Batu Licin (Banjarmasin). Ia juga tokoh organisasi massa (ormas) yang juga kontraktor pembangunan gedung dan bekerja pula di bidang pertambangan. Pertama, ia terkejut. Ada ruangan yang free untuk penumpang.
“Awalnya nggak percaya, sebab bayangan saya dulu itu terminal kan nggak mungkin ada lounge-nya karena seperti kuburan atau sepi gitu. Tapi, sekarang enak banget,” kelakar Siwi sembari menyeruput segelas kopi yang diracik dan dipesan di coffe bar terminal

Siwi sembari menunggu bus yang akan mengantarkannya ke Banjarmasin (Bus Damri), ia sempat membuka laptop dan mengirim sejumlah surat elektronik (email) menunjang pekerjaan dan memanfaatkan working space di lounge itu
Obrolannya banyak memuji keberadaan lounge. Tetapi, ia juga menyebut bagus kebijakan tak boleh merokok. Bahkan, ia minta jadikan lounge Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR) serta sekelilingnya.

“Kalau ada spot smoker atau smoking area harus jauh. Seperti di bebera negara,” kata Siwi yang diskusinya juga memberikan ide terkait pembangunan Kota Balikpapan agar di Gunung Kemendur bisa jadi destinasi wisata dan bisa melihat view kota mengadopsi di Singapura menggunakan kereta gantung (cable car)
Ia mengatakan, terminal Kota Balikpapan memang berbeda dengan daerah Jawa. Supply dan demand penumpang berbeda. Tetapi, Terminal Batu Ampar dilihatnya sudah bersih, pelayanannya ke pengguna jasa sudah sesuai standar

“Ada juga audio announcement-nya agar penumpang tak tertinggal. Tapi, dipikirkan juga terintegrasi di dalam lounge, sehingga penumpang yang menunggu bisa mengetahui busnya berangkat. Seperti di bandara,” saran Siwi
Sementara itu Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Batu Ampar Heriyawan terus berbenah. Ia meminta stafnya melakukan evaluasi agar pelayanan di terminal benar-benar sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM)

Ia setiap hari meminta stafnya agar jika ada penumpang diarahkan ke lounge. Disampaikan ada layanan BPTD Kaltim yang bekerjasama dengan Koperasi Harmoni Usaha Bersama (HUB) bentukan BPTD Kaltim Kemenhub menyiapkan fasilitas lounge.
Bahkan, Heriyawan dan staf terlihat pula memasang informasi kaitan media tampilan daftar minuman yang tersedia beserta harganya. Tentu, memudahkan penikmat lounge melihat pilihan menu dengan cepat.

“Kalau informasi menunya jelas dan murah, tentu pengguna lounge kan memesan di coffee bar. Sehingga, kopinya laris-manis,” kata Heriyawan sambil tersenyum
Hampir setiap hari, lounge itu dipergunakan penumpang. Hanya, dibatasi hingga pukul 17.00 Wita bus terakhir menuju IKN. Malam hari, lounge tidak difungsikan. “Jam kerja saja. Karena, petugasnya harus pulang kerja juga,” kata Heriyawan yang meminta stafnya menjaga kebersihan lounge. (gt)













