• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, March 15, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaNEWS

Helmi: Frasa ‘Warga Pendatang’ dan ‘Pindah Rumah’ Harus Diganti. Agar Tak Mengubah Makna Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika

by admin
January 7, 2020
in tintaNEWS
0 0
0
Helmi: Frasa ‘Warga Pendatang’ dan ‘Pindah Rumah’ Harus Diganti. Agar Tak Mengubah Makna Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika

MAKNA KATA: Siapapun yang punya KTP Indonesia, dia adalah warga Indonesia tanpa dikotomi

0
SHARES
290
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Sebagai pejabat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil),  Hasbullah Helmi sering dihadapkan dengan frasa ‘warga pendatang’ dan ‘pindah rumah’ yang selama ini akrab di telinga masyarakat bahkan populer digunakan.

Alasannya sederhana, ia menghubungkan dengan bentuk  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Indonesia yang harus menjaga nilai persatuan dan kesatuan.

“Terminologi pendatang itu kan, seseorang  datang berkunjung atau kemudian menetap. Nah apa itu pendatang? Sebaiknya  istilah itu diganti,” kata Kepala Disdukcapil Kota Balikpapan Hasbullah Helmi ketika bincang santai yang seolah ‘menggugat’ kata pendatang sebab terkadang jadi dikotomi di masyarakat.

Hasbullah Helmi membedah makna pendatang dan pindah rumah agar tidak terjadi adanya dikotomi di masyarakat dalam konteks kependudukan

Dalam kaidah kependudukan kata Helmi, selama seseorang  memiliki nomor induk kependudukan (NIK) yang sah, rasanya tidak dapat disebut pendatang. Karena  dia bukan orang asing. Selain itu,  di mana pun pulau serta provinsinya selama masih dalam teritorial NKRI dia bukan pendatang. Sebab, dia orang Indonesia asli dan punya hak tinggal di wilayah NKRI.   “Juga tidak disebut di KTP, dia warga pendatang,” ujar Helmi.

“Kecuali dia orang asing. Agak lucu toh, dari Indonesia terus menetap di wilayah yang masih di Indonesai disebut pendatang? Rasional toh analisa itu,” tanya Helmi ketika berbincang dengan  media ini kaitan ‘frasa warga pendatang’ dalam konteks kependudukan.

Helmi juga memberi contoh, ada orang Jawa atau Sulawesi memilih untuk tinggal di Kalimantan, terus disebut pendatang. Nah,  secara geografis wilayah memang terpisah tapi jika  disatukan dengan kata Indonesia kan sudah menyatu dalam satu negara.  “Kalau seseorang punya identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia, terus apa lalu ada stigma bahwa dia tidak asli dan asli sebagai penduduk? Ini yang saya maksud,” beber Helmi.

Dengan tidak mengurangi makna orang yang lahir di Kota Balikpapan dan ada sebutan ‘putra asli Balikpapan’,  maka ketika ada dari luar daerah menetap  maka disebut juga warga. Hanya persoalan ada pada status siapa yang terlebih dulu tinggal  sangat lama di Balikpapan. “Kalau menurut Pak Imdaad Hamid (Walikota Balikpapan sebelumnya), minimal 15 tahun tinggal di Balikpapan maka disebut putra asli Balikpapan,” ulas Helmi.

Lalau apa sebutan yang tepat? Menurut Helmi,  ‘warga pendatang’ itu diganti sebagai ‘warga ingin menetap atau tinggal’ di Kota Balikpapan. Mereka berbaur bersama dengan warga yang terlebih dahulu tinggal dan lahir di Kota Balikpapan. “Hanya harus tunduk dan patuh atas aturan di Kota Balikpapan dalam bermasyarakat,” ungkapnya.

Helmi juga menyebut, skala prioritas dalam konteks penduduk asli atau putra daerah misalnya ada alokasi  khusus buat putra daerah dalam hal penerimaan tenaga kerja atau pendaftaran TNI dan Polri.  “Itu semacam penghargaan  atau privilege dan sudah dilakukan. Tapi dalam bermasyarakat, bersosialisasi hindari kata pendatang tadi. Sebab yang ada Indonesia,” ulasnya.

Kaitan mengganti kata pendatang ini, dirinya akan mengusulkan ke Walikota Balikpapan H Rizal Effendi agar jika ada pertemuan nasional, dapat mengusulkan yang alasannya mengukuhkan NKRI.

BERUBAH ALAMAT

Berbeda-beda tapi satu. Dan Kota Balikpapan adalah kota hetrogen terdiri dari multi etnis, agama sehingga harus dijaga kondusivitasnya

Selain  frasa ‘warga pendatang’ Helmi juga membahas kaitan  warga  yang disebut pindah. Padahal, hal itu bukan pindah sebab masih dalam lingkup satu kota, satu daerah, satu provinsi dan satu wilayah. “Sebaiknya kita juga ubah namanya menjadi berubah alamat, bukan pindah,” kata Helmi.

Ia menyebut, ada si Fulan tinggal di Kecamatan Balikpapan Barat. Lalu  tiba-tiba harus mengubah ke alamat lain misalnya Kecamatan Balikpapan Utara. “Itu namanya berubah alamat. Sebab, nanti kalau disebut pindah, ada lagi dikotomi  atau perbedaan dua aspek dengan makna berbeda. Disebut lagi oh kau warga pindahan ya. Padahal alamatnya diubah saja,” cerita Helmi.

Menurut Helmi, pihaknya  membahas hal itu semua didasarkan atas kaidah NKRI  dan teritorial Indonesia. Tak ada maksud lain. Sebab, jika ‘frasa warga pendatang’ dan ‘frasa warga pindah’ itu terus dimunculkan,  sepertinya kita bukan tinggal di Indonesia saja. “Kita ingin kondusif. Warganya kompak, etnis apapun, agama apapun  dan tidak boleh ada yang merasa lebih A, lebih B dan lebih C. Sebab Kota Balikpapan ini hetrogen dan banyak paguyuban, sehingga dikotomi itu harus dihilangkan,”  pungkas Helmi. (git)

SendShareTweet

Related Posts

LDII Balikpapan Kurban 232 Sapi dan  63 Kambing. Dibagi Merata, Ojek Online, Pemulung Wujud Peduli Sosial
Kanal

LDII Balikpapan Kurban 232 Sapi dan 63 Kambing. Dibagi Merata, Ojek Online, Pemulung Wujud Peduli Sosial

July 4, 2023
Rakorda Baznas se-Kaltim Bedah Empat Komisi Penting. Dibuka Wagub, ZIS Digital dan Standar Mustahik Juga Dibahas
tintaNEWS

Rakorda Baznas se-Kaltim Bedah Empat Komisi Penting. Dibuka Wagub, ZIS Digital dan Standar Mustahik Juga Dibahas

February 3, 2022
PDAM Balikpapan Sharing Service Excellent. Suryo: Boros, Bocor dan Lalai, Tanggungjawab Pelanggan
tintaNEWS

PDAM Balikpapan Sharing Service Excellent. Suryo: Boros, Bocor dan Lalai, Tanggungjawab Pelanggan

February 2, 2022
Ditemani Batman, Kapolda-Wakapolda Pantau Vaksinasi Anak. Imam: PTM 100 Persen Agar Segera Dilaksanakan
tintaNEWS

Ditemani Batman, Kapolda-Wakapolda Pantau Vaksinasi Anak. Imam: PTM 100 Persen Agar Segera Dilaksanakan

January 8, 2022
Intrusi Air Laut, Dirum Turun Tangan. Distribusi Air Bersih di Manggar
tintaNEWS

Intrusi Air Laut, Dirum Turun Tangan. Distribusi Air Bersih di Manggar

January 2, 2022
Walikota Sambut Tahun 2022 Lewat Doa, Salat Jamaah dan Sedekah.  Rahmad: Jadikan Rumah Adalah Surga bagi Keluarga
tintaNEWS

Walikota Sambut Tahun 2022 Lewat Doa, Salat Jamaah dan Sedekah. Rahmad: Jadikan Rumah Adalah Surga bagi Keluarga

January 2, 2022
Next Post
LMP Keluarkan 6 Pernyataan Sikap Atas Kapal China di Natuna. Arsyad Cannu: “Kita Jadi Garda Terdepan Jaga NKRI dan Membantu TNI-Polri”

LMP Keluarkan 6 Pernyataan Sikap Atas Kapal China di Natuna. Arsyad Cannu: "Kita Jadi Garda Terdepan Jaga NKRI dan Membantu TNI-Polri"

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Digoda Pallumara dan Udang tapi Telat Makan Siang. Pengurus BPPD Balikpapan ke LPM Manggar Baru, Ancu Sebut  Pilot Project

Digoda Pallumara dan Udang tapi Telat Makan Siang. Pengurus BPPD Balikpapan ke LPM Manggar Baru, Ancu Sebut Pilot Project

February 12, 2022
GOLKAR: Solid, Gotong-Royong, Menang untuk Rahmad-Thohari. Abdulloh: Seluruh Kader-Simpatisan Harus All Out

GOLKAR: Solid, Gotong-Royong, Menang untuk Rahmad-Thohari. Abdulloh: Seluruh Kader-Simpatisan Harus All Out

September 9, 2020
Satlantas Gencarkan Sosialisasi Truk ODOL. Kasatlantas: Tetap Humanis, Sehari 15 Tindakan

Satlantas Gencarkan Sosialisasi Truk ODOL. Kasatlantas: Tetap Humanis, Sehari 15 Tindakan

June 17, 2025
Grand Ballroom Platinum, Tampung 3.000 Orang. Joko Budi: Acara Lebih Wah, Dilengkapi LED Videotron

Grand Ballroom Platinum, Tampung 3.000 Orang. Joko Budi: Acara Lebih Wah, Dilengkapi LED Videotron

October 3, 2025
BPTD Kaltim Bakal Kick Off PKJ 2024. Libatkan Komunitas, Ada Konsep Digital Event dan Electric Vehicle

BPTD Kaltim Bakal Kick Off PKJ 2024. Libatkan Komunitas, Ada Konsep Digital Event dan Electric Vehicle

February 5, 2024
PDAM Perbaiki Kualitas Air, Level Naik, Respons Keluhan Dilakukan Cepat

PDAM Perbaiki Kualitas Air, Level Naik, Respons Keluhan Dilakukan Cepat

June 29, 2020
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines