TINTAKALTIM.COM-Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser Rizky Noviar S STP menegaskan, setiap tenaga satuan pengamanan (satpam) harus menangkap peluang. Bekerja itu tak harus di mana tempat tinggal, bisa ke daerah lain. Sehingga, jangan hanya jadi ‘jago kandang’

“Warga Paser harus berani bekerja di luar daerah. Buktikan kemampuan yang didapat sebagai wujud adaptasi dan keluasan pengalaman dalam dunia kerja,” kata Rizky di hadapan ratusan peserta pelatihan Satpam Gada Pratama di Embarkasi Haji Batakan, Senin (14/7/2025).

Acara itu kerjasama Disnakertrans Paser dan PT Bina Multi Cipta Indonesia (BMCI), Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang expert bidang pelatihan satpam dan memiliki Surat Izin Operasional (SIO) bidang usaha jasa pengamanan dari Mabes Polri.

Pembukaan juga dihadiri Dirbinmas Polda Kaltim diwakili Kasubdit Bin Satpam/Polsus Ditbinmas, AKBP Budi Heriyawan S Sos, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Paser diwakili Kepala Bagian Kerjasama Dr Soraya MSi, Bagian Protokol dan Pelayanan Pimpinan diwakili Ika Marselia Septio Rini SS MM, Direktur PT BMCI Tri Tohiroh (Terry), Kabid Pelatihan dan Produktivitas Kerja Ahmad Reyad, jajaran instruktur Ditbinmas Polda Kaltim dan undangan lainnya.

Dikatakan Rizky, seluruh peserta harus mengikuti sebaik-baiknya pelatihan sehingga menjadi security yang profesional dan andal. “Paling penting menjaga attitude atau sikap. Itu harus tercermin di lapangan. Jangan sudah mengikuti pelatihan tetapi karakter sebagai satpam yang baik tidak bisa diaplikasikan,” pinta Rizky

Etika profesi satpam dalam bekerja nanti kata Rizky, harus dipegang teguh. Karena, pelatihan jadi bekal dan pengalaman yang sulit untuk didapatkan orang lain.
“Pemkab Paser melalui Disnakertrans sudah mengalokasikan anggaran untuk kepentingan masa depan warga. Ini semua pelatihan gratis, jadi wajib dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dan, siap menangkap peluang bekerja di daerah mana saja,” ungkap Rizky.

Terkait masih ada mindset atau pola pikir yang enggan bekerja di luar daerah, menurut Rizky itu sedang dicarikan solusi kaitan apakah memang karena biaya hidup (living cost), uang kost dan lainnya dan bisa saja ada stimulus tetapi semua perlu kajian maksimal

“Semua hal harus dikomunikasikan ke Pak Bupati apakah program stimulus itu bisa. Tentu, Disnakertrans tidak tinggal diam. Prinsipnya, semua untuk kebaikan warga Paser pasti diperjuangkan,” kata Rizky
Dalam pembukaan itu, juga dilakukan penandatangan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Disnakertrans Kabupaten Paser yang diwakili Rizky Noviar dan Direktur PT BMCI Tri Tohiroh (Terry) yang pelaksanaan pelatihan dilaksanakan 14 Juli – 28 Juli 2025 dengan metode pengajaran lebih bersifat aplikatif teori 30 persen dan praktek 70 persen. (gt)













