TINTAKALTIM.COM-Wakil Walikota (Wawali) Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME punya cita-cita besar menghidupkan roda perekonomian Kota Beriman yang menghubungkan tiga daerah yakni Mamuju-Balikpapan-Palu atau yang lebih disosialisasikan lewat konsep Mabalu.
Rencana itu kembali didiskusikan saat pertemuan wawali dan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar. Wawali berjumpa gubernur di Mamuju dalam acara malam ramah-tamah dan silaturahmi kaitan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulbar ke-16 di Auditorium Kantor Gubernur, Senin(21/9).
Wawali diundang khusus di acara ultah itu. Datang bersama istri Hj Nurlena. Ia menilai, pertemuan dengan Gubernur Sulbar penting. Tentu, lebih fokus lagi membahas dukungan pertumbuhan ekonomi di daerah ‘segitiga Kalimantan-Sulawesi’ itu.
“Saya hadir di Sulbar memberi keyakinan. Sebelumnya ini sudah dibahas, hanya akan kita tingkatkan pada memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman. Sehingga, nanti akan ada win-win solution kaitan dengan perdagangan segitiga daerah tersebut,” kata Rahmad.
Diyakini Rahmad, dunia perdagangan sangat penting menunjang kemajuan ekonomi Balikpapan. Apalagi kaitan dengan sembako dan sayur-sayuran. Itu sangat dibutuhkan masyarakat Balikpapan.

Dampak ekonomi signifikan bakal terjadi dengan konsep Mabalu, baik melalui akses udara, laut antara Sulbar dan Kaltim. Sejauh ini, jalur udara pun telah ada di Mamuju. Memang saat ini masih Mamuju-Makassar tapi tidak menutup kemungkinan sejalan dengan kondisi ekonomi Indonesia dan Kaltim-Sulbar membaik, jalur udara Mamuju-Balikpapan dapat dibuka.
Rahmad merasa yakin, bukan hanya bidang perekonomian yang dapat digenjot tetapi juga sektor budaya, pariwisata atau bahkan pendidikan dapat dikerjasamakan. “Bidang pangan ternak dan industri juga dapat ditingkatkan. Contohnya ada beras, sayur-sayuran. Dan antara Sulbar-Kaltim bertumpu pada peternakan dan perkebunan,” ungkap Rahmad Mas’ud.

Kebutuhan batu gunung, pasir dapat pula ditingkatkan dari Sulbar dan Palu. Dengan komitmen kerjasama, tentu biaya nanti akan ditekan semurah mungkin. Sehinga, di pasaran pun murah dan warga Balikpapan dapat ditolong dengan kebutuhan sembako harga bersaing di pasaran.
PENYANGGA IKN
Menurut Rahmad, dengan konsep Mabalu, maka juga akan semakin terlihat bagaimana pola kerjasama perdagangan itu. Kaitannya juga dengan Balikpapan penyangga Ibu Koa Negara (IKN).
“Balikpapan akan semakin jadi kota andalan di Kaltim, karena dekat dengan Palu dan Sulbar. Apalagi IKN, kebutuhan untuk infrastruktur besar. Inilah mengapa konsep Mabalu harus terealisasi segera,” kata Rahmad.
Selain itu kata Rahmad, dirinya selalu melihat Sulbar-Kaltim punya potensi perdangangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat. “Saya sering ke Sulbar itu, salah satunya juga melakukan proses penjajakan kaitan kerjasama ekonomi. Sebab, peluangnya besar. Ini yang harus dilakukan dan didukung masyarakat Balikpapan,” ungkapnya.

Denyut kegiatan ekonomi di Sulbar kata Rahmad, sekarang lebih aktif. Pemerintahnya concern mempersiapkan kebutuhan bahan-bahan pokok yang bisa di-supplay ke IKN dan Balikpapan. Kegiatannya pun luas seperti pertanian, perikanan dan peternakan serta hasil bumi untuk kebutuhan ekspor.
Bukan itu saja, Rahmad yang juga sebagai ketua INSA Balikpapan atau Indonesian National Shipowners Association yang juga asosiasi pengusaha pelayaran niaga nasional ini, mengetahui antara Sulbar dan Kaltim terhubung di perairan Selat Makassar di Alur Laut Kepulaian Indonesia (ALKI) 2. Jarak antara dua kepulauan ini sekitar 400 kilometer.
“Insya Allah selain jalur laut, nanti jika ekonomi pulih, jalur udara melalui Bandara Tampa Padang Mamuju ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan dapat lancar. Flight-nya pun bisa disesuaikan,” ungkap Rahmad yang obsesinya menghidupkan Kota Balikpapan lewat pertumbuhan ekonomi dari berbagai bidang. (git)













