TINTAKALTIM.COM-Ada semacam quote bahwa jangan pikirkan kegagalan kemarin. Hari ini sudah lain, sukses pasti diraih selama semangat menyengat. Itulah yang ada dalam diri Wahyullah Bandung ST MSi. Caleg Partai Golkar daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Selatan yang akhirnya lolos ke kursi DPRD.
Tahun 2019 ia pernah nyaleg. Tetapi belum berhasil. Dirinya santai. Ia menjadikan kegagalan saat itu ‘bumbu perjuangan’ untuk meraih sukses di tahun 2024. Alhasil, nyata.

“Keteguhan dan semangat yang membuat saya tak pernah putus asa. Tetapi, jujur tim sukses saya hebat-hebat. Mereka adalah orang-orang yang punya jiwa struggle atau pejuang di lapangan,” kata Wahyullah sang arsitek dan perencana kota yang juga Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kaltim ini.
Wahyullah bukan ‘orang baru’ di Golkar. Ia pernah jadi bendahara di partai berlambang pohon beringin ini. Dan sekarang sebagai Wakil Ketua Bidang Pengembangan Pembangunan Infrastruktur Golkar Balikpapan. Jiwanya selalu ‘kuning’ sebab itulah yang ia namakan perjuangan. Gagal jangan lalu menjadi ‘avonturir politik’ atau petualang politik.

“Saya selalu mendukung kebijakan pembangunan Pemkot Balikpapan di bawah kepemimpinan H Rahmad Mas’ud SE ME. Karena, memang sangat pro-rakyat dan faktual. Bukan hanya narasi tetapi eksekusi. Sehingga, di lapangan dirasakan masyarakat,” kata Wahyullah memaknai nilai perjuangannya.
Bidang kearsitekan, Wahyullah sangat expert. Sebab, karya-karyanya banyak dipergunakan di kota-kabupaten se-Kaltim. Dan, hubungan kerjanya pun di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan bidang perumahan serta permukiman baik pemerintah maupun swasta.
Jika menganut filosofi Jawa, Wahyullah ini dalam hatinya selalu mengusung pepatah Ana dina, Ana Upa (setiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata). “Semuanya karena ikhtiar dan takdir Allah. Tetapi, saya akui tentu tim saya terdiri dari berbagai elemen anak-anak muda yang cerdas,” kata Wahyullah yang juga Wakil Ketua Ikatan Sarjana Sulawesi Selatan (IS3) Balikpapan ini.
Wahyullah adalah ‘orang kerja’. Dia selalu mempunyai visi-misi untuk membangun. Di segala lini dan itu didedikasikan pula dalam dunia pariwisata sebagai peneliti dalam pengembangan masyarakat sadar wisata (Masata) Kaltim. Bahkan, dalam bidang ekonomi kreatif pun dilakoninya karena sebagai pembina. Ia juga pernah menjadi pengurus Kadin Balikpapan dan sekarang jadi Wakil Ketua Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Kaltim
“Saya juga ikut mendesain kota Balikpapan itu indah, bersih dan asri serta nyaman. Makanya saya bergabung di Forum Kota Sehat (Forkohat),” kata magister program studi manajemen perkotaan (MAP) ini.

Selain bekerja, kecil-kecil konkret, ia pun sebagai entreprenuer bidang kuliner sebagai owner KBM Coffee & Co-Working Space yang ada di kawasan Balikpapan Baru. Serta, dosen praktisi di program studi arsitektur fakultas teknik & perencanaan Universitas Balikpapan (Uniba)
Karya-karya Wahyullah sudah banyak dinikmati masyarakat. Ia pun sebagai arsitek perencanaan kota (urban design) proyek perencanaan bangunan pemerintah, swasta dan pribadi.
“Termasuk membuat master plan pengembangan kawasan perkotaan di Balikpapan, Samarinda dan Provinsi Kaltim. Jadi, kalau saya masuk di legislatif tentu akan menyesuaikan dengan bidang saya,” urainya.
Bidang kapasitas Wahyullah, jika di DPRD Balikpapan cocok di komisi III (bidang pembangunan). Karena, di sanalah fungsi budgeting, controlling dan legislasi ditetapkan sesuai kapasitasnya.
“Tetapi semua itu ketentuan pimpinan partai. Saya ini siap bekerja mendukung pembangunan kota demi kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang,” ungkap figur yang low profile dan pernah dipercaya pula sebagai ketua harian Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin Balikpapan
SUPERTEAM
Wahyullah mengakui, suksesnya dia lolos ke kursi DPRD Balikpapan tak lepas dari perjuangan superteam. Ia membentuk relawan sejak dini. Rata-rata orang-orang baru yang mau kerja di politik.

“Saya juga rekrut sebagian dari kelompok kerja Partai Golkar (Pokkar). Alhamdulillah sangat baik kerjanya,” ungkap Wahyullah.
Justru Wahyullah membagi strategi ‘perang’ meraup suara itu secara sistematis dan per kelurahan. Misalnya di Sungai Nangka (Hamid), Jufri (Ketua Pasar Sepinggan), Binti Iswatul Hasanah/Mama Gita (Pokkar) dari Sepinggan Baru.

Ditambah lagi, Lilis, Eka, Aminah (Sepinggan Raya), Almira, Agus (Gunung Bahagia), Makmur (Damai Baru), Edy, aco, Dedy, Nanang, Risna (Damai Bahagia).
“Intinya saya berjuang bersama mereka yang terdiri dari berbagai kapasitas keilmuan. Semangatnya hanya satu, bagaimana bisa lolos ke DPRD. Alhamdulillah berhasil,” ungkapnya.
Tentu, Wahyullah mengucapkan terimakasih kepada seluruh tim suksesnya yang telah bekerja maksimal. Karena, disadari tanpa dukungan mereka tak mungkin bisa meraih suara di Balikpapan Selatan yang akhirnya mampu bersaing untuk lolos ke ‘Gedung Putih’ depan pemkot.

Wahyullah sadar, pemilih muda juga sangat membantu mendulang perolehan suara untuk memenangkan dirinya. Makanya, ia merekrut tim dari generasi Z (Gen-Z) Di dalamnya, ada anak-anak mahasiswa lintas kampus seperti Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Uniba, Poltekba dan aktivis PMII, HMI dan GMNI.
“Kita kan paham bagaimana kerja anak-anak muda itu. Mereka analisis dan berdasarkan data serta sudah masuk dalam dunia digitalisasi. Sehingga, kerja-kerja kita selain konvensional juga didukung konsep sosial media yang mengacu pada era disrupsi (disruption era),” kata Wahyullah.
Bagi Wahyullah, kerjanya belum selesai. Ada kerja besar yang harus diaktualisasikan ketika nanti sudah di DPRD. Sebab, infrastruktur pembangunan Balikpapan banyak memerlukan ide-ide segar dan gagasan yang muncul dari pikirannya. “Kami juga tak akan meninggalkan timses. Karena, masih ada kerja yang bisa dilakukan untuk membangun Balikpapan ketika saya sudah duduk di DPRD,” ungkapnya.
Masuknya Wahyullah di gedung DPRD Balikpapan dari Partai Golkar pimpinan Ketua DPD H Rahmad Mas’ud SE ME yang juga Walikota ini, sangat memberi warna baru dan membantu. Karena, ia memiliki kapasitas melihat aspek keandalan dan keselamatan pada bangunan yang dirancangnya sebagai karya arsitektur.
“Kan arsitek itu sebelum di DPRD juga lewat profesionalismenya membantu pemerintah memfasilitasi tertib pembangunan melalui perencanaan. Nah, sekarang saya nanti akan lebih fokus pada perencanaan pembangunan infrastruktur. Tentu, dibantu teman-teman lainnya di DPRD,” pungkas Wahyullah. Selamat dan Semoga Amanah. (gt)













