TINTAKALTIM.COM-Bagi keluarga Rahmad Mas’ud SE, membagi zakat itu kewajiban bagi yang mampu. Tak heran, jika setiap tahun ia dan keluarga selalu menunaikan kewajiban rukun Islam ketiga tersebut. Ada keyakinan mendalam, bahwa muzaki atau orang yang berzakt itu hartanya bakal bertambah dan berkah.
Rahmad dikenal sosok yang selalu membantu orang yang kesusahan. Zakat yang disalurkannya pun diarahkan untuk para mustahik seperti keluarga miskin, fisabilillah dan kaum dhuafa.
Sudah belasan tahun bagi-bagi zakat itu dilakukan. Tapi, hartanya pun tak habis-habis justru bertambah. Sederhana cara berpikirnya. “Dari harta yang saya miliki bersama keluarga ada hak orang lain yang harus diberikan,” kata Rahmad Mas’ud kaitan zakat harta yang dikucurkannya.

Rahmad Mas’ud bersama istri Hj Nurlena yang dikenal keluarga taat beribadah ini, tak ingin harta yang diberikan Allah atas usahanya, tidak ‘dibersihkan’, karena ia yakin pasti itu menggangu kehidupannya.
“Zakat itu menjauhkan dari amarah, ego dan dapat memiliki sikap optimistis dalam hidup. Juga dihindarkan dari ragam penyakit untuk beprasangka buruk pada orang lain,” ujar Rahmad Mas’ud, pengusaha dan owner PT Cindara Pratama Line (CPL) ini.
Zakat yang dikeluarkan Rahmad, memberi tanda pada karakter kehidupana. Cermin itu terpancar dari kesehariannya, Rahmad orang yang santun dan jarang marah.
RMC DAN 40.000 WARGA
Di tahun ini, Ramadan 1441 H tentu bagi Rahmad Mas’ud menjadi beda dari tahun sebelumnya. Rahmad, turun membagikan zakat lewat Yayasan Rahmad Mas’ud Centre (RM) bersama sang istri tercinta Hj Nurlena. Dan inilah tradisi tahunan ‘Bani Mas’ud’ atau keluarga Mas’ud.

“Tahun lalu kita membaginya dengan mengumpulkan warga di masjid. Lalu tim membagi. Tentu, kita ubah karena ada wabah corona. Kita juga harus ikuti protokol kesehatan, agar tidak ada kerumunan. Makanya lewat RT masing-masing,” kata Rahmad.
Secara simbolis Rahmad menyerahkan zakat bersama istrnya via pengurus RT. Dan tahun 2020, jumlah yang dibaginya lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Karena dampak covid-19, maka jumlahnya sekitar 40.000, kalau tahun lalu 30.000 jiwa yang mendapatkannya,” ungkapnya.

Dalam kaitan pembagian zakat, Rahmad mempercepat waktunya. Sebab, ia sadar, warga sudah membutuhkan. Apalagi aktivitas perekonomian berbeda akibat ada semi lockdown di Balikpapan, warga harus berdiam di rumah (stay at home). Dan, pembagiannya lewat RT, sehingga memerlukan waktu.
Pola pembagiannya pun warga tak boleh berkumpul. Tim RMC pun harus mengenakan alat pelindung wajah ketika melakukan rekap administrasi. Justru, Rahmad dan istri selalu memakai masker dan pengurus RMC diwajibkan menggunakan masker.
Pembagian puluhan ribu zakat berupa uang tunai itu, melihat jumlah kepala keluarga (KK). Jika ada 5 jiwa, maka diberilah zakat kelima-limanya. Memang variasi jumlahnya, ada yang 4, 3 bahkan hanya 2 jiwa. Pembagiannya pun menyebar se-Balikpapan, dari Balikpapan Utara, Barat, Timur dan seterusnya.
“Ini kegiatan tahunan. Semoga mereka yang menerima dapat memanfaatkan secara maksimal. Saya dan keluarga pun meminta maaf jika ada kekurangan. Ayo terus berdoa agar kita sehat dan wabah corona bisa sirna, sehingga dapat melakukan aktivitas seperti biasa,” kata Rahmad.
Penerima zakat atau mustahik, rata-rata bersyukur mendapat zakat dari keluarga Rahmad Mas’ud. Maya (53), warga Manggar selalu mendoakan Rahmad dan istri. “Semoga harta keluarga Rahmad Mas’ud terus bertambah dan menjadi berkah. Sebab, setiap tahun selalu mengeluarkan zakat hartanya. Apalagi jumlahnya makin bertambah yang mendapatkan,” doa Maya. (git)













