TINTAKALTIM.COM-Hujan belum berdampak besar bagi dua waduk milik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau PDAM. Karena, selain daerah tangkapan (cathcmen area) terbatas, hujan pun tak merata. Kini posisi level Waduk Manggar terhitung per 23 Desember 2023 pada 6,91 meter.
“Semoga hujan terus. Kalau mau aman dan normal memang posisi level air di Waduk Manggar itu pada 10,30 meter. Jika Waduk Teritip normalnya 4 sampai 5 meter,” kata Dirum Terpilih Purnamawati menjelaskan kondisi waduk itu.
Dijelaskannya, terkadang ada salah persepsi di masyarakat. Hujan di kota seolah juga hujan di waduk. Padahal, tidak semacam itu. “Kita tak mungkin melakukan giliran kalau kondisi level waduk itu normal,” kata Purnamawati.
Dalam sehari katanya, pengambilan air untuk diproduksi kira-kira 3-5 cm. Dan itu diproduksi, tetapi karena debitnya kurang, yang diproduksi juga berkurang, sehingga tidak dapat melakukan distribusi merata.
“Pelanggan jauh dan tinggi, otomatis terkena dampaknya. Sebab, air itu tak mungkin naik pada elevasi tertinggi,” kata Purnamawati
Oleh karena itu kata Purnamawati, selama kurun waktu 3 bulan, PDAM masih melakukan evaluasi dan inventarisasi dari pola yang sudah digilir, lokasi mana saja yang berdampak.

“Kalau ada warga yang airnya masih lancar, silakan berbagi. Dan, jika terkena giliran dan airnya mengalir kembali, maka jangan lupa untuk menampung. Ini sebagai bentuk antisipasi,” ujarnya.
Dalam kondisi semacam ini, harapan paling besar adalah berdoa agar hujan deras di sekitar Waduk Manggar dan Teritip. “Pak Walikota selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) meminta agar pelayanan terus ditingkatkan. Dan sekarang baru saja selesai seleksi direksi (dirut dan dirum). Tentu, ke depannya akan ada proyeksi sebagai wujud business plan pencarian air baku. Semua tugas bersama multi-stakeholders,” jelas Purnamawati. (gt)













