• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Thursday, July 30, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Polisi Humanis, Bukan Polisi Sinis untuk Rakyat. Kapolsek Bambang Nilai Rezeki Tak Tertukar, Jangan Polisi Moralnya Buruk

by admin
November 3, 2022
in Kanal
0 0
0
Polisi Humanis, Bukan Polisi Sinis untuk Rakyat. Kapolsek Bambang Nilai Rezeki Tak Tertukar, Jangan Polisi Moralnya Buruk

PROFESIONAL: Bagi Bambang, polisi itu kerja baik saja dan sesuai prosedur serta harus bermanfaat bagi masyarakat

0
SHARES
667
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Bagi bapak ini, diakuinya citra polisi sedang tak baik akibat ulah oknum  polisi bermoral buruk. Karena, tindakannya di luar norma, etika dan aturan hukum. Sehingga, diperlukan sekarang karakter polisi humanis, agamis dan bukan polisi sinis.

Ia bicara agar ‘korps baju coklat’ harus menunjukkan kinerja dan profesionalisme melalui terobosan dan inovasi-inovasi bagi rakyat. Sebab, polisi itu ya penganyom masyarakat.

“Hilangkan anggapan polisi itu duit dan duit. Kerja saja benar, sesuai aturan, bantu rakyat jika memerlukan. Wis, rezeki itu tidak tertukar,” kata Kapolsek Balikpapan Selatan AKP Bambang Suhandoyo SH yang berbicara kaitan sisi spiritual dan kinerja kepolisian saat berbincang dengan Tintakaltim.Com di sela-sela tugas pengamanan event Maulid Nabi Muhammad di Dome yang menghadirkan penceramah H Rhoma Irama  Senin (1/11/2022).

Bambang blak-blakan. Karakternya tegas. Tetapi, bicaranya lugas dan lebih pada sisi spiritual. Kaitan rezeki misalnya, jika kerja ikhlas mengharap ridha Allah, maka rezeki pasti datang. “Buka sekarang Surat At-Talaq ayat 3. Jelas, rezeki itu sudah diatur. Kenapa nggak jujur, kerja nggak benar, mempersulit orang,” urai Bambang.

Bambang lebih banyak bicara bersandarkan keyakinannya sebagai Muslim. Sehingga, tak jarang meminta media ini membuka ayat-ayat Alquran untuk pondasi dan pernyataannya.  Termasuk Surah At-Talaq ayat 3 kaitan rezeki itu:

“Bacakan Mas Anteng,” pinta Bambang kepada stafnya yang membaca surah itu: Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Arti surah itu dibacakan staf Bambang.

“Jelas toh bro. Mengapa harus pusing. Sandarkan pada Tuhan. Itulah garisan hidup dan tugas yang ada di pundak harus dipertanggungjawabkan,” ceritanya.

Untuk menjadi polisi baik, dirinya sering mengingatkan rekan-rekan seprofesi untuk on the track pada tugas. Jujur dan ikhlas tugas itu, rezeki mengalir sendiri. “Orang justru datang ke polisi memberi rezeki. Karena, kita bekerja baik, membantu rakyat. Jangan justru menakut-nakuti rakyat,” urainya.

Tetapi mengapa ada polisi yang melanggar, tanya media ini? Menurut Bambang, karena saat disumpah jabatannya bukan dijadikan amanah. Padahal semua pekerjaan (profesi) ada janji atau sumpah untuk melaksanakan dengan baik.

Ponsel stafnya masih on. Bambang kembali meminta sahabatnya itu membukakan surah kaitan perjanjian yang diingkari seorang yang disumpah jabatannya. Itu kata Bambang, ada di surah Al-Baqarah ayat 100:  “Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melanggarnya,” kembali Anteng membacakan arti surah yang dimaksud Bambang.

Literatur Bambang lainnya kaitan sumpah itu pun, pintanya bisa dibaca  dalam Surah Albaqarah ayat 27 yang artinya: Orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan (disumpah). Dan selalu membuat kerusakan di muka bumi.

Itulah kata Bambang, mengapa ada orang melanggar sumpah. Harusnya sadar diri sebab menjadi polisi itu sudah nikmat. Urusan pangkat, kerja baik diyakininya pimpinan akan memberi kenikmatan (kenaikan pangkat).

Polisi yang punya karakter eksentrik ini,  pernah bertugas di Kutai Barat (Kubar), Nunukan, Penajam baik jadi kasat intel, satnarkoba. Ia putra Arema atau Arek Malang. Dan mengakui, reformasi birokrasi di tubuh polisi gampang-gampang susah. Tetapi pimpinan Polri terus mengupayakan maksimal.

Bambang (kanan) bersama sahabatnya Agung

Oknum polisi bermoral buruk kata Bambang, faktornya salah satu juga karena gaji polisi kecil bukan tidak cukup tetapi terkadang itu akan menjadi dasar ‘niat’ mencari-cari kesalahan orang untuk memenuhi ‘something’ atau sesuatu.

“Tapi jangan digeneralisir lho ya bro. Kejadian yang menimpa polisi bermental buruk, itu memang menurunkan trust kepolisian. Hanya, ada juga toh polisi jujur, polisi kerja baik, polisi yang ikhlas. Sebab, se-Indonesia polisi itu ribuan. Jadi kalau kebaikan itu susah munculnya, jika ada oknum polisi tak baik langsung viral,” ujar Bambang yang  selalu menggunakan panggilan akrab dengan sapaan bro.

Disebutkannya,  tugas polisi itu kuncinya menuntut pengabdian tulus yang disertai ibadah dan penuh pahala. Biar Allah yang menentukan rezeki. Bahkan, itu diatur semua agama tidak Islam saja.

PENEGAKKAN HUKUM

Diskusi Bambang pun tak pelak harus menjawab kaitan  penegakkan hukum. Saat ditanya kaitan azas hukum harus equality before the law atau setiap orang berhak atas jaminan dan kepastian hukum yang adil, ia kembali menyebutkan peringatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah sering disampaikan.

“Kaidah hukum pidana itu jelas ada KUHP. Lakukan sesuai ketentuan itu. Siapapun pelakunya. Kalau masih ada oknum yang tidak menjalankannya, berarti secara personal perlu untuk memperbaiki karakter,” ungkap Bambang.

Lalu Bambang menceritakan, konteks penegakkan hukum saat dirinya menjabat di Nunukan.  Saat itu, Satnarkoba Nunukan di bawah tanggung jawabnya berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 7 kg. Sabu itu dibungkus menggunakan kemasan teh China merek Guan Yin Wang yang kualitasnya di atas grade A.

“Alhamdulillah, hukum ditegakkan. Pelaku dan tersangka dihukum berat. Ini sebagai wujud law enforcement terhadap hukum. Jadi semua tergantung person atau oknum individunya dalam penegakan hukum. Kalau melanggar ya siap-siap sanksi,” cerita Bambang.

HUMANIS

Dalam kaitan karakter polisi era sekarang, sudah bukan zamannya kata Bambang, arogan, sombong dan seolah mau menang sendiri. Sebab, Kapolri  meminta agar kehadiran Polri bermanfaat bagi masyarakat.

Ditanya, bahwa masyarakat takut melapor polisi karena jika kehilangan kambing bisa jadi kehilangan sapi? Menurut Bambang, itu image di masyarakat dan harus diubah dengan sisi humanis polisi. “Sampaikan apa adanya toh. Karakter semacam itu harus ditepis. Jangan ada lagi, sebab merusak citra polisi,” ungkap Bambang.

BERTENTANGAN NORMA

Yang menarik, Bambang bicara tegas kaitan pelanggaran norma hukum atau obstruction of justice. Justru, sudah ada kode etik profesi Polri. Di situ ada landasan etika baik kaitan perilaku maupun ucapan dan patut atau tidak patut dilakukan.

“Jelas saya kalau ada perintah pimpinan yang salah panduannya harus menjunjung tinggi Tribarata dan Catur Prasetya. Dan menjalankan tugas profesional, prorporsional dan prosedural,” urai Bambang.

Sehingga kata Bambang, sebagai bawahan dalam kode etik itu, kan tegas disampaikan bawahan  bisa menolak perintah atasan yang bertentangan dengan norma hukum, norma agama dan norma kesusilaan.

“Ya diingatkan dengan baik, bahwa itu melanggar prosedur. Dan, profesional tadi. Sehingga, semua tugas-tugas dapat dijalankan dengan baik demi menjaga citra polisi,” kata Bambang yang akan selalu istiqomah menjalankan perintah-perintah atasannya dengan dilandasi kode etik tadi.

GAYA HIDUP

Dalam konteks gaya hidup, menurut Bambang polisi juga perlu tampil dengan sopan, santun tetapi tidak pamer kekayaan seperti yang diungkap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) yang juga Ketua Kompolnas Prof DR Mahfud MD.

“Kalau ada penilaian itu, berarti ada oknum yang melakukannya. Jadikan evaluasi, misalnya seperti kesombongan, hingga bergaya hedonis harus dihilangkan. Tampil sederhana saja, merakyat dan kehadiran Polri harus bermanfaat tadi. Sebab, itu juga perintah Kapolri,” jelas Bambang.

Bambang selalu merakyat

Karena kata Bambang, jika masih ada yang melanggar. Itu berarti kaitan seorang polisi belum memberi manfaat bagi orang lain atau masyarakat. “Polisi itu punya norma hukum kepatutan, kepantasan dengan kondisi lingkungan di mana ia tinggal. Makanya, merakyat dan tidak perlu terlalu berlebihan,” pungkas Bambang.

Di akhir sharing-nya, Bambang pun tak menampik saat ditanya kasus yang terjadi menimpa polisi misalnya kasus Sambo? Pendapat Bambang: “Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh ke tanah juga”. Secara umum, ia menyebut makna peribahasa itu  betapa pun pandai atau hebatnya seseorang dalam suatu perkara atau permasalahan ataupun pekerjaan pasti punya kelemahan juga.

“Makanya bersyukur apa adanya saja yang sudah diberi Allah. Itu nikmat terbesar,” pungkas Bambang yang anaknya berhasil lolos ke Akademi Kepolisian ini. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

Pengurus FKPB Dilantik 8 Agustus di Pemkot. Walikota: Harus Jadi Think-Tank Kota dan Jaga Keamanan
Kanal

Pengurus FKPB Dilantik 8 Agustus di Pemkot. Walikota: Harus Jadi Think-Tank Kota dan Jaga Keamanan

July 28, 2026
Dicari 100 Calon Satpam Dilatih Diksar Baznas Balikpapan. Pendaftaran Ditutup 20 September
Kanal

Dicari 100 Calon Satpam Dilatih Diksar Baznas Balikpapan. Pendaftaran Ditutup 20 September

July 27, 2026
Sudah 305 Warga Kukar Dilatih Kompetensi. Syarifah: 75 Persen BMCI Ikut Salurkan Tenaga Kerja
Kanal

Sudah 305 Warga Kukar Dilatih Kompetensi. Syarifah: 75 Persen BMCI Ikut Salurkan Tenaga Kerja

July 23, 2026
55 Satpam Dilatih BMCI-Distransnaker Kukar. Syarifah: Jangan Jadi Pengangguran Bersertifikat
Kanal

55 Satpam Dilatih BMCI-Distransnaker Kukar. Syarifah: Jangan Jadi Pengangguran Bersertifikat

July 23, 2026
Periksa PTM tapi Ada yang Tanya Implan. Petugas Puskesmas Batu Ampar Sasar Pegawai dan Driver
Kanal

Periksa PTM tapi Ada yang Tanya Implan. Petugas Puskesmas Batu Ampar Sasar Pegawai dan Driver

July 21, 2026
Pasokan Air Baku ke IPA Kampung Damai Lebih Andal. Ali: Interkoneksi Pipa Dilakukan PTMB
Kanal

Pasokan Air Baku ke IPA Kampung Damai Lebih Andal. Ali: Interkoneksi Pipa Dilakukan PTMB

July 20, 2026
Next Post
Neneng Zulaiha Jadi Ketua Srikandi Balbar. Juli Shinta: Harus Sinergi, Perjuangkan Hak Perempuan

Neneng Zulaiha Jadi Ketua Srikandi Balbar. Juli Shinta: Harus Sinergi, Perjuangkan Hak Perempuan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 317 Followers

Recommended

Pimpinan Ditjen Hubdat Dilatih Manajemen Marah. Leadership Tranformation, Dibedah Juga 5 Level Kepemimpinan

Pimpinan Ditjen Hubdat Dilatih Manajemen Marah. Leadership Tranformation, Dibedah Juga 5 Level Kepemimpinan

November 8, 2024
Kapolda Jalankan Perintah Presiden-Kapolri di Jumat Curhat IKN. Dirbinmas: Kuncinya, Semua Jaga Keamanan IKN

Kapolda Jalankan Perintah Presiden-Kapolri di Jumat Curhat IKN. Dirbinmas: Kuncinya, Semua Jaga Keamanan IKN

January 22, 2023
Penyediaan Air Baku Bukan Hanya Tugas PDAM. BWS, Dinas PU dan Bappeda Perlu Ikut Merencanakan

Penyediaan Air Baku Bukan Hanya Tugas PDAM. BWS, Dinas PU dan Bappeda Perlu Ikut Merencanakan

January 29, 2020
Musik Sunda, Beri Semangat Gotong-Royong. ‘Pamit’ Broery Marantika Mengaduk Emosi Hati

Musik Sunda, Beri Semangat Gotong-Royong. ‘Pamit’ Broery Marantika Mengaduk Emosi Hati

April 26, 2026
Hj Fitri: Ayo Balikpapan Barat, Rahmad-Thohari Menang 90 Persen. Konsep 4M dan 4S Diperkenalkan

Hj Fitri: Ayo Balikpapan Barat, Rahmad-Thohari Menang 90 Persen. Konsep 4M dan 4S Diperkenalkan

November 1, 2020
KKMSB Nilai Rahmad-Thohari Rangkul Semua Elemen. Ucapkan Selamat Terpilih di Pilkada 2020

KKMSB Nilai Rahmad-Thohari Rangkul Semua Elemen. Ucapkan Selamat Terpilih di Pilkada 2020

December 11, 2020
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines