TINTAKALTIM.COM-Masih bulan Syawal! Nuansa Idul Fitri pun ada. Bagi warga RT 39 Kelurahan Margomulyo Balikpapan Barat jadi momen silaturahmi sambil menggelar kerja bakti.

Suasana kebersamaan warga itu dibangun ketua RT-nya Neneng Zuleha (Ipon). Ia menjadwalkan kerja bakti yang di-share di group warga. “Bapak-ibu izin menyampaikan undangan kerja bakti, pukul 07.30 Wita, Minggu (13/4),” pesan WhatsApp (WA) itu bergulir di group.

Minggu (13/4) itu, sebenarnya sudah jadi jadwal Komunitas Pejalan Kaki (KaKi) BTN, terdiri dari bapak-bapak gabungan RT 38 dan 39. Makanya, mereka jalan dulu setelah itu bergabung kerja bakti.
Sejak pagi, pukul 07.00 Wita, Bu RT sudah siap dengan ‘senjata tempurnya’ sapu, gunting, parang, gerobak dan lainnya. Media ini datang lebih awal.

Sebab, salah melihat jadwal. Tetapi, silaturahmi dulu dan mendapat suguhan dari ‘Agus CCTV’ di kediamannya. Gelar ‘CCTV’ karena lebih cepat dapat informasi apapun di lingkup warga. Bisa juga ‘parabola’, terkadang wartawan pun kalah cepat informasinya.

Hanya, warga lainnya datang terlambat. Karena, ada yang tak membuka group RT. Tetapi, sudah baik bergabung untuk merajut kebersamaan. “Jujur, saya tak membuka group. Tapi, alhamdulillah bisa bergabung,” kata H Nursalim yang mendapat gelar dan predikat ‘Pak Sultan’ dari sejumlah warga.

Kerja bakti dijadikan warga bentuk sikap bekerjasama dan menjaga kebersihan lingkungan di lingkup warga RT 39. Satu per satu mereka datang dan berbaur
Total absen hingga akhir ada sekitar 26 warga karena ada juga warga RT 38 H Samud dan H Nur Ali ikut bersilaturahmi, ngobrol dan ikut mencicipi makanan.
“Alhamdulillah, agak banyak yang hadir. Semoga terus terjaga kebersamaan ini. Terimakasih warga, absen ini jadi bahan laporan ke kelurahan,” kata Neneng Zulaiha.
BERMAAFAN
Momen itu dimanfaatkan warga untuk saling bermaaf-maafan. Karena, tak sempat berkunjung ke rumah warga secara door to door akibat masing-masing punya kesibukan.
“Maaf lahir batin ya bapak-ibu sekalian”. Media ini memanfaatkan kesempatan kerja bakti untuk silaturahmi dengan tetangga lainnya.

Karena, ada warga yang saat Idul Fitri berada di luar kota seperti H Siswanto dan istri umroh Ramadan dan Idul Fitri di Tanah Suci. Dan, dr Ahyar harus ke Abu Dhabi menjenguk sang anak termasuk Iwan yang mudik.

Kerja bakti itu dilakukan warga RT 39 sangat kompak. Ada yang menyapu, menebang dahan, membawa gerobak yang kebersamaan itu membuat kerja lebih ringan dan menumbuhkan rasa kekeluargaan
Rachyudi, salahsatu warga hadir bersama anaknya Adi. Sang anak sangat gesit. Ia bolak-balik membawa gerobak berisi sampah. Sebelumnya, ia pun menyapu lapangan bersama warga lainnya.
NGOBROL
Kerja bakti itu karena dihadiri 26 warga, bisa selesai lebih awal. Selebihnya ngobrol di gazebo yang memang dibangun di lokasi itu. Ada 3 gazebo sebenarnya, hanya satu lainnya ‘dikavling’ Bude Sayur untuk berjualan. Satunya, agak sudut.

Ngobrol jadi ‘menu kerja bakti’ selain ada juga mageli, tahu isi, batagor ditambah teh dan kopi susu suguhan minumannya. Hj Frida Hardi Sulung mengirimkan 3 box snack. Itu bagian kompensasi karena sang suami uzur sakit.
“Saya sumbang snack alakadarnya, semoga itu wujud kehadiran suami yang uzur,” catatan Hj Frida di group RT sebelumnya.

Bu RT dan warga berterimakasih atas ‘kompensasi’ itu. Dan, berharap kerja bakti jadi tempat silaturahmi. Karena, datang tak bawa alat, tinggal bergabung, kumpul, makan dan pulang. Simple!

“Bertemu tetangga atau warga itu ibarat ngecharge baterai kehidupan bisa full, hidup lebih fun. Minimal say hello dan bergaul dengan lingkungan,” kata Yoni Supriyono, warga yang selalu aktif kerja bakti.
CENGKIR
Kerja bakti ada closing-nya! Nah, saat itu warga menikmati ‘anakan kelapa’. Dalam bahasa Jawa disebut cengkir. Apa itu? Ternyata ada kepanjangan (akronimnya). “Itu adalah ngencengke pikir atau mengencangkan pikir,” kata Yoni.

Secara filosofi bisa juga mengkonsentrasikan tekad, mendorong berpikir positif. Sehingga, datang kerja bakti warganya menjadi mitra berpikir walaupun ada perbedaan, tetapi dialognya jadi konstruktif.

“Cengkir ada juga kepanjangannya, jangan selalu mangkir,” kelakar Agus CCTV yang mungkin diarahkan warga yang tak pernah sekali pun ikut kerja bakti. Taqaballahu mina waminkum, Selamat Idul Fitri 2025, Maaf Lahir Batin. (gt)












