TINTAKALTIM.COM-Jika saat liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 masuk Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) gratis, kini saat Idul Fitri harus membayar Rp16.000, sehingga siapkan saldo e-Tol pengemudi jika ingin ke jalur akses IKN melalui gerbang Tol Manggar atau jalur 1B via Jln Mukmin Faisyal

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Yudi Hardiana saat rapat koordinasi (rakor) angkutan lebaran di kantor Jasa Raharja gelaran Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim, lewat paparannya menyebutkan, pemberlakukan masuk akses tol IKN masih seperti saat Nataru lalu yakni gratis
Tetapi, Yudi saat di lokasi jalur 3A dilaksanakan flag off fungsional terbatas Tol IKN selama 13-29 Maret menegaskan, ada kebijakan yang harus diubah yakni tetap berbayar Rp16 ribu.

“Memang baru saja informasinya kita terima dari pemerintah pusat. Sehingga, kita harus ikut kebijakan itu,” ujarnya kepada wartawan di gate exit 3A saat dilaksanakan flag off
Hadir dalam acara itu Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Renhard Ronald, Kakanwil PT Jasa Raharja Kaltim, Guntur Anggoro Waseso dan jajaran, Dirut PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda (JBS) Muhamad Taufiq, Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan dan undangan lainnya

Sejumlah pihak menilai, harusnya jika saat Nataru lalu gratis, Idul Fitri di mana banyak yang ingin memanfaatkan dan berkunjung menuju IKN via tol, juga gratis. Karena, Nataru lalu kendaraan golongan I seperti sedan, jip, SUV, minibus dan pikap gratis

“Mengapa Nataru lalu bisa, justru Idul Fitri yang ditunggu-tunggu masyarakat malah berbayar. Apakah itu masuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau perusahaan. Tak masalah, nanti sampaikan saja berapa hasil perolehan tolnya saat Idul Fitri,” tanya sejumlah pengemudi yang biasa melintas di jalur tol saat Nataru lalu
Awalnya Yudi enggan menjelaskan perubahan itu. Sebab, sudah tersebar informasi gratis seperti saat Nataru. Informasi lainnya mengatakan, karena adanya kebijakan dari Balai Pelaksanaan Jalan Tol (BPJT) saat melakukan peninjauan.

Direktur Utama Jasa Marga Balikpapan-Samarinda (JBS) Muhammad Taufiq saat dikonfirmasi menegaskan, jalan tol sudah terintegrasi dan dirinya mendapat instruksi dari pemerintah pusat terdapat penerapan tarif dan JBS sebagai operator hanya menjalankan perintah dan memberi pelayanan kepada pengguna jalan
Dikatakan Taufiq, penerapan tarif itu tak berkaitan langsung dengan status jalur sebagai akses menuju kawasan IKN, melainkan karena ruas itu merupakan bagian dari jaringan tol yang sudah beroperasi secara komersial

Seluruh kendaraan yang melintas katanya, melalui gerbang Tol Manggar tetap dikenakan tarif sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kendaraan yang menuju kawasan IKN
“Memang sebelumnya sempat muncul anggapan kendaraan ke Tol IKN gratis, karena sistem jalan yang digunakan bagian dari jaringan tol sudah berjalan komersial, makanya berbayar,” ujarnya
Pihaknya sudah melakukan persiapan dan implementasi pembayaran sejak Kamis (12/3) malam. Sehingga kendaraan yang masuk Tol IKN sudah mengadopsi sistem pembayaran itu

Jalur tol IKN itu dibuka mulai pukul 06.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan pengguna jalan
Dalam pantauan media ini, pengguna jalan masuk melalui gerbang Tol Manggar atau Tol 1B (Jln Mukmin Faisyal) dan melakukan tap kartu, perjalan dilanjutkan ke jalur Tol IKN seksi 3A dan seterusnya sehingga keluar menuju kawasan IKN dengan tarif nol rupiah (sebab sudah bayar sebelumnya)
Awalnya, ketika media ini menuju jalur 1B (Jln Mukmin Faisyal), informasi papan penunjuk relatif kecil. Bahkan, sejumlah pihak menilai harusnya besar dan jadi petunjuk masyarakat. “Padahal BBPJN itu Balai Besar (BB)-nya. Tapi hemat sekali informasinya kecil-kecil,” ujar sejumlah pihak saat melihat pengumuman itu. Dan, BBPJN akhirnya mempersiapkan dan mengganti informasi itu dengan yang besar sebagai wujud evaluasi agar pengguna jalan tidak kesasar.

Sementara itu Renhard Ronald menjelaskan, BPTD akan mendukung ketertiban lalu-lintas dan bergabung di sejumlah posko bersama institusi kepolisian. Tetapi, kendaraan seperti bus yang digunakan Idul Fitri sebelumnya sudah melalui pemeriksaan keselamatan (rampcheck)
“Kami selama Angleb 2026 harus mendukung demi lancarnya perjalanan mudik dan balik masyarakat di Kaltim. Tentu bersama institusi lainnya,” kata Renhard. (gt)











