TINTAKALTIM.COM-Hj Nurlena SE, istri Wakil Walikota (Wawali) Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME menyebut, kalau suaminya ingin menjadi walikota bukan ambisi jabatan. Semua itu berjalan seperti air mengalir, dan jika memang sudah jalannya, itu karena takdir Allah.
Karena, diyakini suaminya adalah orang yang bukan tipe ‘haus kekuasaan’ , apalagi menjadi walikota ingin mencari-cari penghidupan untuk memperkaya diri. Dan, itu hanya kemilau duniawi.
“Keluarga kami sudah diberi rezeki Allah sangat cukup. Dan Pak Rahmad itu, sejak belum sukses pun sudah bersedekah. Nah, sedekah itulah yang mengantarkan dirinya sukses segalanya. Termasuk, kalau jadi walikota sudah tercatat dan dicatat di catatan Allah,” kata Hj Nurlena Rahmad saat sosialisasi dan kampanye di kawasan RT 08 Kelurahan Teritip Balikpapan Timur, Selasa (13/10/2020)
Hj Nurlena hadir di sejumlah titik kampanye di timur. Dalam agenda itu, hadir pula anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Timur Hj Suryani (Partai Golkar), Wakil Ketua Pemenangan Pemilu (Bappilu) Balikpapan Timur, H Musmin Nartadinata, Koordinator Bappilu Balikpapan H Mustaqim Lc MM, Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Media dan Penggalangan Opini H Sugito SH dan pengurus Golkar lainnya Syarifuddin dan H Junaidi Latief serta tim koalisi dan tokoh masyarakat H Talibe juga undangan lainnya.

Hj Nurlena menyebutkan, suaminya maju menjadi walikota keputusan keluarga. Tujuannya, agar suaminya bisa berbuat lebih untuk kepentingan rakyat. Sebab, jika hanya wakil walikota, ada yang menyebut sebagai ‘pelengkap jabatan’ saja. Sehingga, untuk berbuat lebih banyak masih ada hambatan. “Makanya bapak-ibu sekalian, jangan lupa tanggal 9 Desember 2020 memilih yang ada gambarnya calon tunggal pasangan Rahmad-Thohari,” pinta Hj Nurlena.
Hj Nurlena selain sosialisasi cara memilih, juga mengenalkan sosok dirinya yang sudah mengarungi bahtera kehidupan selama 20 tahun lebih bersama Rahmad Mas’ud dengan dikaruniai 6 orang anak. Dalam perjalanan itu, ia melihat suaminya diumpamakan ‘sosok malaikat’ yang santun, sayang keluarga dan peduli dengan orang susah. Serta tak pernah berhenti bersedekah.
Itulah yang jadi inspirasi hidupnya, sehingga bersedekah bukan lagi cara-cara pencitraan, tetapi sudah bagian kewajiban yang dilakukan di lingkup keluarganya.

“Saya sedih jika ada orang yang miskin. Suami selalu menganjurkan, bantulah orang-orang yang tak mampu. Insya Allah, ada jalan Allah membantu keluarga,” ungkap Hj Nurlena yang matanya berkaca-kaca nyaris mengucurkan air mata di hadapan undangan yang hadir.
Jika melihat sosok suaminya, Hj Nurlena bukan ingin membuat pencitraan. Tetapi, sejatinya memang sayang dan cinta dengan keluarga. “Insya Allah jadi walikota juga sayang dan cinta dengan rakyatnya,” tambah Hj Nurlena yang disambut applaus dari undangan yang hadir.
MENDIDIK ANAK
Dalam uraiannya, Hj Nurlena mengenalkan pula bahwa orangtua harus mendidik anak-anaknya kenal agama. Itu ‘benteng kehidupan keluarga’. Sehingga, ia secara mayoritas menyekolahkan anaknya di pondok pesantren dan ada pula yang tahfidz Alquran (menghapal ayat-ayat Alquran).
“Anak saya yang besar di luar negeri. Tetapi, sudah selama 6 tahun mengenyam pendidikan agama di pondok pesantren. Insya Allah, dia sudah punya bekal agama dan bisa mandiri,” ungkap Hj Nurlena.
Disebutkannya, bersama Rahmad Mas’ud, ia punya komitmen bahwa jika sudah jenjang sekolah dasar (SD), anak-anaknya harus ‘keluar rumah’. Artinya, belajar di pondok dan menuntut ilmu agama. “Bapak dan ibu sekalian. Sekarang era globalisasi makin dahsyat. Untuk membentengi anak-anak kita, didiklah dengan bekal agama,” pinta Hj Nurlena kepada ibu-ibu yang hadir.
Untuk itu, kehadirannya menemui warga di Balikpapan Timur kata Hj Nurlena, ingin mengajak agar warga menjatuhkan pilihan memilih pasangan calon (paslon) Rahmad-Thohari yang diharapkan akan membantu rakyat dalam proses pembangunan ke depan termasuk di Balikpapan Timur.
“Tetapi, hati-hati cara mencoblos ibu dan bapak sekalian. Sekarang sudah ada semacam propaganda. Mengaku-ngaku sebagai tim Rahmad-Thohari, terus mengarahkan agar mencoblos kolom yang kosong. Ungkapan itu dijadikan semacam cara untuk menggiring dengan bahasa yang diputarbalikan dan itu hoax. Jadi tetap yang ada gambarnya dipilih ya ibu dan bapak semua,” jelas Hj Nurlena, disambut siap oleh undangan.
Di sela-sela sosialisasi, Hj Nurlena ternyata juga cukup humoris. Ia menyebut bahwa namanya Nurlena ada artinya: “Kalau Nur artinya apa ibu-ibu,” tanyanya. Dijawab cahaya, oleh undangan. “Nah, kalau Lena, itu artinya H Rahmad Mas’ud terlena pada dirinya,” kelakar Hj Nurlena disambut applaus kembali hadirin.
RUMAH SAKIT DI TIMUR
Sementara itu, juru kampanye (jurkam) lainnya adalah H Musmin Nartadinata atau biasa disapa H Narta. Ia mengatakan, kalau paslon Rahmad-Thohari jika menjadi walikota-wakil walikota, memperjuangkan aspirasi rakyat ibarat melintasi ‘jalan tol’. Karena, didukung 9 partai politik koalisi dengan total 40 anggota DPRD, sehingga perjuangan warga lancar.

“Saya mengilustrasikan kalau nanti ada usulan-usulan dari Balikpapan Timur, saya juga membantu. Sebab, sosok Rahmad-Thohari semuanya sahabat yang baik di mata saya. Jika ada kendala, saya juga menggunakan jalur tol,” kelakar Narta yang disambut applaus undangan yang hadir termasuk tokoh masyarakat H Talibe.

Sebab katanya, sejumlah infrastruktur di Balikpapan Timur, juga atas dukungan dan perjuangannya. “Makanya bapak-ibu semua, pilih Rahmad-Thohari. Insya Allah pembangunan maju,” ajak Narta.
Sementara itu, Hj Suryani menyebutkan, visi-misi Rahmad-Thohari sangat menyesuaikan dengan keadaan. Dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi serta pelayanan masyarakat. Nanti, di Balikpapan Timur ada keinginan Rahmad-Thohari untuk membangun rumah sakit. Sebab, akses jika ada yang sakit terlalu jauh harus ke kota.
“Bapak dan ibu sekalian. Termasuk kesehatan lain seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan yang nanti akan digratiskan kelas tertentu dengan mengikuti kondisi anggaran. “Saya di komisi IV DPRD bidang kesejahteran rakyat (kesra). Sudah memperhitungkan. Insya Allah bisa disubsidi gratis kelas 3,” ungkap Suryani.

Perjuangan lainnya kata Suryani, dirinya tak akan pernah berhenti untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Balikpapan Timur, khususnya infrastruktur. “Tetapi, bapak dan ibu harus bersabar ya. Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Balikpapan mengalami penurunan. Tetapi, jika ada yang mendesak (force majeur), dapat ditanggulangi segera,” urai Suryani.
Sedang Mustaqim dan H Sugito masing-masing mengajak bagaimana warga di Balikpapan Timur pada 9 Desember 2020 wajib datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Karena, paslon Rahmad-Thohari harus didukung kekuatan suara 50 persen plus 1 (50 persen suara lebih secara sah) untuk jadi walikota dan wakil walikota.
“Wis wayahe Rahmad-Thohari memimpin Balikpapan. Jadi, kalau sudah mengenal figur keduanya ya dipilih. Siap ya ibu-ibu,” pinta Mustaqim.

Sementara itu, H Sugito lebih banyak menjelaskan bagaiman figur Rahmad-Thohari yang dinilai layak menjadi pemimpin kota. Karena, pemimpin dalam ruang lingkup kecil yakni keluarga sudah berhasil. “Itu cerminan. Mau memimpin warga Balikpapan, ya melihatnya dari keluarga dulu. Insya Allah amanah,” ujar Sugito.
Disebutkan pula, koalisi 9 parpol pendukung Rahmad-Thohari bukan diborong. Sebab, partai bukan milik Rahmad-Thohari. Semua itu merapat dukungan karena melihat hasil survei elektabilitas dan popularitas. “Kalau mangapa Pak Rahmad gandeng calon dari PDI P, ya karena PDIP partai berkuasa. Sehingga, lintas koordinasi dan mendapat dukungan pusat untuk pembangunan Kota Balikpapan sangat mudah,” urai Sugito.

Sementara itu, Hj Nurlena dan sejumlah jurkam juga melakukan sosialisasi ke RT 09 Kelurahan Teritip. Di situ, Hj Nurlena juga meminta agar warga kompak mendukung Rahmad-Thohari. Juga selalu menjaga kerukunan dan cinta dengan keluarganya. “Insya Allah, jika Rahmad-Thohari menang akan bekerja keras untuk rakyat,” ujar Ny Nurlena.
Hj Suryani pun memberikan ilustrasi bagaimana pembangunan Balikpapan Timur harus dikembangkan dan dirinya akan membantu masyarakat lewat kebijakan di DPRD Balikpapan. Suryani juga banyak mendapat masukan kaitan dengan pengurusan KTP, KK dan juga penyaluran sembako yang belum tepat sasaran. “Insya Allah, kami akan evaluasi semua dengan koordinasi pihak terkait,” pungkas Suryani. (tig)












