TINTAKALTIM.COM-Ratusan nasi kotak untuk makan siang, kembali dibagi-bagikan ke warga yang merupakan bagian aktivitas melaksanakan sedekah di Jumat berkah keluarga besar Rahmad Mas’ud Centre (RMC). Niatnya juga bersedekah di tengah wabah. Sehingga, pembagiannya pun untuk semua, tak hanya driver ojek online (ojol) tapi juga pemulung, sopir angkutan kota (angkot) pun dapat.
Pembagian sekitar 500 nasi kotak itu, dilaksanakan di kawasan Jln MT Haryono tepat di tepi jalan. Sehingga, siapapun yang melintas diberi. Hanya panitia memprioritaskan orang-orang yang membutuhkan.
Pembina RMC, Rahmad Mas’ud yang juga Wakil Walikota Balikpapan, berharap agar bantuan tak hanya driver ojol. Semua yang meminta makan siang gratis itu harus diberi sebagai wujud dari sedekah agar menjadi berkah di saat wabah. Sehingga, semua orang yang melintas kebagian jatah sedekah.

“Kita tak mungkin toh menolak jika ada yang meminta. Intinya semua kebagian. Ini kan sedekah, jadi diberikan kepada mereka yang mau. Sebenarnya tak hanya ojol, tapi dibagikan kepada semua warga yang tedampak covid-19,” kata H Yusri, Ketua RMC Balikpapan Selatan, menjelaskan sedekah di Jumat berkah yang dilaksanakan di kawasannya itu.
Dalam kaitan sedekah di tengah wabah ini, juga diyakini Rahmad Mas’ud, ia percaya bahwa sedekah menolak bala atau musibah. “Saya percaya ulama, katanya kita sangat dianjurkan untuk banyak bersedekah, apalagi di saat seperti sekarang adanya pandemi virus corona atau covid-19,” ujarnya.
Hanya bagi Rahmad, semangatnya sebenarnya gotong-royong melawan corona. Banyak perusahaan tak mampu membayar gaji karyawannya, pedagang kecil juga jualannya banyak yang sepi. Maka, yang mampu harus bersedekah.
“Spiritnya gotong-royong itu, bahwa tak mungkin dilakukan individu saja, pemerintah saja tetapi semua harus bahu-membahu membantu. Nah, sedekah di tengah wabah bagian dari aktivitas itu,” kata Wakil Walikota Balikpapan ini.

Rahmad memberi apresiasi kepada siapa pun yang telah bersedekah, berdonasi atau menyumbang untuk kota ini dalam kaitan peduli corona. Begitu banyak elemen masyarakat yang berbuat. “Itu sebenarnya semangat saya mengajak gotong-royong. Alhamdulillah, warga Balikpapan luar biasa dalam sikap tolong-menolong,” puji Rahmad Mas’ud.
Menurut Rahmad, persepsi sedekah dari yang dia dapatkan penjelasan ulama, tak melulu harus harta. Yang berkecukupan bisa mengeluarkan hartanya untuk diniatkan di jalan Allah. Tetapi, mengikuti anjuran pemerintah seperti berdiam di rumah, cuci tangan menggunakan sabun, tidak berkerumun di saat wabah corona melanda juga bisa disebut sedekah.
“Itu kan menghindar dari bencana dan wabah. Dan, warga Kota Balikpapan sudah melakukan. Nah, yang belum ayo bantu agar corona tidak menyebar,” pinta Rahmad.
PANTI ASUHAN DAN JOMPO
Sementara itu, H Yusri menyebutkan, sedekah ratusan nasi kotak juga berjalan, tetapi ia menyebutkan, RMC Selatan juga membagikan sembako yang didistribusikan ke sejumlah panti asuhan dan panti jompo. Ada Panti Asuhan Muhajirin, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di kilometer 5,5 Balikpapan, Panti Asuhan Nurul Iman, Panti Asuhan Sumaryati Taylor Muhammadiyah di Jalan Mulawarman serta Panti Jompo Bhakti Abadi.

“Jadi kita membagikan paket sembako itu secara keseluruhan 10 paket. Rinciannya 9 paket ke panti asuhan dan 1 paket ke panti jompo,” ujar H Yusri.
Setiap paket sembako itu kata Yusri terdiri dari 1 karung beras, 4 dus mie instant, 5 liter minyak makan, 4 kilogram gula pasir, 4 kotak teh dan 2 rak telur. “Semoga apa yang kita berikan dapat bermanfaat. Apalagi di saat wabah corona melanda,” ujar Yusri.

Dijelaskannya, sebenarnya ada wabah corona atau tidak, RMC selalu memberikan sedekahnya. Hanya, karena dampak wabah corona juga menimpa warga yang berkehidupan pas-pasan, maka sedekah terus dilakukan. “Ayo kita doakan, sedekah yang diberikan keluarga besar Pak Rahmad Mas’ud (bani Mas’ud) selama corona ini dapat ridha Allah dan selalu dilimpahkan rezeki, sehingga sedekah dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkas Yusri. (git)













