Gazali Rakhman, Sahabat dan Pekerja Keras Itu Telah Tiada. Selalu Jadi ‘Tumpahan Kemarahan’ Jika Ada Diskusi

KENANGAN: Almarhum Gazali (tiga dari kiri) bersama Walikota H Rizal Effendi dan manajemen lain saat di IPAM Teritip. Ini kenangan terindah

SHARE INFO INI KE TEMAN

TINTAKALTIM.COM-Innalillahi wa inna illaihi raji’un. Salah seorang putra terbaik di lingkup PDAM Tirta Manggar Balikpapan telah tiada. Ia adalah Gazali Rakhman, Direktur Umum (Dirum) perusahaan  yang berkantor di kawasan Jln Ruhui Rahayu ini.

Almarhum telah dipanggil  Allah untuk selamanya. Tentu, kabar duka itu mengejutkan warga. Apalagi  bagi  kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena almarhum kerap hadir di acara coffee morning di  Pemkot Balikpapan.  Sejauh ini sosok bapak yang sopan ini, terlihat sehat-sehat saja. Apalagi, fostur tubuhnya pun bugar.

Penulis mendapat kabar duka sekitar pukul 03.00 Wita. Ketika terjaga dari tidur dan membuka group whatsApp Almuni KONI. Di sana ada Hasan, wartawan Balikpapan Pos yang men-share pesan duka tersebut.

Innalillahi wa inna illaihi rajiun. Keluarga Besar PDAM Balikpapan turut berduka cita, telah berpulang ke  Rahmatullah Bapak Gazali Rakhman, Dirum PDAM pukul 02.00. Alamat duka Perum PDAM kilo 5. Almarhum rencana dikebumikan pada 1 April 2020.  Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik  di sisi Allah serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Amin.

Almarhum bersama istri tercinta

Sontak, pesan ini mengejutkan penulis. Sebab, pernah bersama almarhum di PDAM   di tahun 2016-2018 sebagai dewan pengawas (dewas). Paginya, informasi kaitan penyebab meninggalnya Gazali Rakhman diperoleh dari Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Balikpapan, Arif Purnawarman.

 “Sakit pak, informasi medis trombosit menurun drastis dan  kena DBD. Kita doakan husnul khatimah (meninggal dalam keadaan baik) ya pak,” ungkap Arif di ujung telepon, ketika media ini melakukan konfirmasi.

Sejumlah wartawan dan rekan-rekan almarhum sangat terkejut. Sebab,  pesan berantai di group whatsApp, meninggalnya Gazali jugamenyebar. Ada pula di-share di Facebook dan Instagram (IG).

Di akun IG milik Wiji Winarko, Direktur Percetakan Kaltim Post Group misalnya,  memberi ucapan duka: Wiji menyebut, sejak jadi humas atau jubir PDAM Tirta Manggar, ia mengenal almarhum sebagai pribadi yang baik. Hingga menjadi  Dirum, almarhum adalah sosok yang dekat dengan media. Semoga almarhum  Gazali Rakhman bin H Ardi Nuraddin husnul khotimah.

Wiji (berjas) saat berbincang dengan Alm Gazali di PDAM

Ada pula di sosmed facebook (FB). Wakil Ketua DPRD Balikpapan  Thohari Azis pun menyampaikan ucapan duka. Termasuk, Humas Pemkot, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) melalui Direktur Eksekutif Drs Rikmo Kuswanto juga mengirimkan  rasa duka citanya.  Bukan itu saja, puluhan  ucapan duka juga mengalir di group whatsApp Asosiasi Dewan Pengawas Seluruh Indonesia dan banyak lagi.

Di mata wartawan, sosok alamarhum dinilai   pekerja keras dan dapat diterima semua kalangan karena keluwesannya, responsif dan menghormati setiap wartawan jika ada yang melakukan konfirmasi pemberitaan. Apalagi, dalam kariernya,  Gazali pernah menjabat sebagai juru bicara (jubir) PDAM atau hubungan masyarakat (humas).

Mengawali kariernya di PDAM ‘dari bawah’ sejak tahun 1989. Lulusan SMAN 2 Samarinda jurusan biologi ini sempat jadi pegawai kontrak hingga 1993 di laboratorium. Kegigihan Gazali, akhirnya hingga  sampai ke kursi direksi.

Dalam bekerja,  Gazali terus berupaya bersama  tim kerjanya  untuk memberi pelayanan semaksimal mungkin.  Ia tak pernah mengeluh. Dia juga menerima dengan tulus jika ada pelanggan yang protes sampai menyampaikan sumpah serapah diarahkan ke dirinya.

Itu dibuktikannya, ketika  menghadiri ragam diskusi apapun mewakili institusi PDAM.  Media ini selalu mendampingi almarhum menjadi moderator. “Saya tidak boleh mengelak dan harus tampil untuk menjelaskan bagaimana pelayanan PDAM. Bagus, atau kurang bagus, termasuk airnya macet harus dijelaskan transparan,”  ungkap Gazali

Ada cerita  almarhum  sangat memberi kesan.  Ia berkeliling Kota Balikpapan di setiap kelurahan untuk melakukan program Rembug Kampung garapan Kaltim Post. Dan, Gazali selalu hadir sebagai narasumber mewakili PDAM. Padahal, setiap acara rembug, persoalan air selalu jadi topik yang dibicarakan.

Penulis bersama almarhum di suatu acara

Dirinya selalu ‘disumpahin’ warga. Urusan air tidak mengalir, penyambungan baru sampai respons time yang lambat bahkan air keruh. Tapi, Gazali menjawabnya dengan  tenang. Berkali-kali, ungkapan maaf selalu keluar dari mulutnya. Hanya, ia juga menjelaskan kondisi PDAM yang sebenarnya. Ada warga yang memahami tapi ada yang tak tahu-menahu.

Gazali tak pernah ‘sembunyi’ dari persoalan. Meski ‘bombardir’ kaitan PDAM dilontarkan warga, ia tetap hadir jadi narasumber pada putaran diskusi berikutnya. “Masalah PDAM itu harus dihadapi. Sampaikan sebenarnya ke warga. Ternyata, ada yang belum tahu informasi sesungguhnya toh,”  kenangnya, mengapa ia selalu tampil di hadapan warga kendati selalu jadi tumpahan kemarahan.

Gazali punya prinsip. Pelanggan berhak bersuara. Karena karakternya berbeda, tingkat emosional pun demikian. Tapi,  dirinya percaya mampu mencari solusi dengan kepala dingin, bukan malah  memperbesar emosi dan menjadikan alat untuk menyalahkan orang lain.

Secara tak langsung, Gazali ingin mengatakan curahan hatinya dengan ungkapan: Orang lain menilai  bahwa mengelola PDAM itu gampang, tapi orang PDAM mengelola PDAM itu sulit dan perlu kerja keras.

Gazali (dua dari kiri) bersama Sekda Sayid Fadli (empat dari kiri) ketika menerima kunjungan dewan pengawas (dewas) PAM Jaya Jakarta

Keseharian Gazali juga dikenal sederhana. Ia sebagai muslim yang taat. Salat lima waktu  tak luput ia kerjakan. Dalam rapat-rapat internal PDAM yang pernah penulis ikutin,  ia dapat mengontrol emosi. Dirinya tak ingin  emosi itu dibawa ke hati alias baper (bawa perasaan). Jika disoal, ia akan mengumpulkan stafnya untuk segera mencari langkah solutif.

Sebagai dirum, kadang ia pun sering menghadapi dinamika pekerjaan.  Di kantor sempat merasa ada yang memusuhinya. Tapi, Gazali tak pernah  beranggapan karyawan itu jahat. Sikap dan tindakannya selalu didasari regulasi.  “Saya ini direksi, nah ada direksi lainnya. Selama itu perintah dirut, saya jalankan. Tentu yang positif,” ungkapnya suatu ketika. Ia sadar, terkadang sikapnya itu ada yang  menentang, tapi demi  majunnya PDAM itu dijalankan.

Kata-kata profesional, juga selalu  didengungkan oleh almarhum.  Bahkan, ia selalu mengajak proses pelayanan ke pelanggan harus  dijalankan seluruh karyawan dengan profesional tentu mengabaikan gosip atau apapun.  “Kalau kerja itu banyak kesalnya, wah bahaya. Dinamika karyawan itulah tantangan,” ungkap Gazali pada suatu diskusi.

KABAR DARI ISTRI

Meninggalnya Gazali juga membuat Kabag SDM  PDAM Balikpapan Nur Hasramdani SE  kaget,  sebab pada tanggal 28 Maret 2020, ia sempat melakukan  obrolan via whatsApp dengan istri almarhum (Bunda Sunti).

Percakapan terjadi:

Dani: Assalamulaikum, apa kabarnya bunda. Saya dengar bunda juga sakit ya. Sudah ke dokter bunda. Semoga cepat pulih kesehatannya ya.  Saya sempat ketemu dengan Pak Dirum di ruangan  Beliau, dan masih batuk-batuk saya lihat. Semoga hari ini beliau sudah membaik ya bunda.

Dani (dasi merah) yang sempat menanyakan kabar kesembuhan Gazali ketika masih menderita sakit dan sempat memberi spirit

Istri Gazali: Walaikumsalam, benar pak saya 10 hari sakit. Termasuk bapak. Malah Pak Gazali harus periksa darah. Mudah-mudahan hasilnya baik-baik saja. Terimakasih  ya atas doanya yang merupakan obat mujarab. Semoga Pak Dani dan keluarga selalu dalam keadaan sehat.

Kabag SDM terus berkomunikasi dengan istri Gazali untuk mendapatkan informasi:

Dani: Gimana kondisinya Pak Dirum bunda?

Istri Gazali: Waalaikumsalam, masih panas badannya

Dani: Rawat inap kah bunda?

Istri Gazali:  Di rumah saja. Disuruh banyak istirahat. Tapi, hasil lab tadi pagi aman saja.

Dani: Ohhh, ya sudah bunda. Salam dengan Beliau. Take a rest & semangat.

Istri Gazali: Oke Pak Dani, terimakasih ya.

Sejak oborolan, itu, Dani berusaha untuk melakukan  chat tapi tidak ada jawaban: justru mengejutkan ada kabar pimpinannya itu meninggal dunia.

ORANG BAIK

Kabar meninggalnya Gazali menyebar. Mantan anggota dewas Ir Sudjatmiko pun  terkejut. “Semoga husnul khotimah ya mas. Dia orang baik dan sopan,” ujar Sudjatmiko ketika media ini menyampaikan kabar duka itu.

Seluruh pegawai PDAM merasa kehilangan. Termasuk, staf almarhum yang di bagian  hubungan pelanggan sekaligus customer sercive Suryo Hadri Prabowo.  “Kita semua merasa kehilangan orang baik.  Dia adalah sosok pemimpin yang rendah hati tapi pekerja keras,” ungkap Suryo.

Suryo ketika di acara pramuka bersama Gazali (alm)

Suryo merasa sedih. Karena,  almarhum selalu dijadikan tempat diskusi, mencari solusi dan memberikan motivasi dalam bekerja. Apalagi, juga  Suryo bersama-sama aktif dengan almarhum di pramuka. “Kita semua berdoa, semoga almarhum khusnul khotimah dan karyanya di PDAM menjadi amal jariyah,”  doa Suryo  yang terus bersedih, apalagi sempat ikut memandikan jenazah almarhum.

Tentu banyak  ide, karya nyata yang sudah diwujudkan Gazali Rakhman . Kematian  pasti akan  mendatangi setiap insan seperti  yang telah ditulis dalam Alquran Surah Ali Imran ayat 185: Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian.

Selamat jalan sahabatku, aku akan  selalu mengingat semua kebaikanmu, tertawa dan candamu selama kita berteman. Kami mendoakanmu sepenuh hati dan semoga  engkau mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Kepada keluarga yang telah ditinggalkan, semoga selalu mendapat ketabahan   dan kesabaran. (sugito)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *