TINTAKALTIM.COM-“Bismillah, Allahu Akbar. Saya serahkan hewan kurban ini untuk disembelih dan dibagikan ke masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) dan Selamat Hari Raya Idul Kurban, semoga kita semua menjadi pribadi yang bertaqwa.”
Itulah ungkapan dan pesan Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) ketika menyerahkan secara simbolis hewan kurban untuk warga PPU kepada dewan pengawas (Dewas) AGM Centre PPU Asdarussalam dan ketua M Yusfa.
Bupati tidak ikut menyerahkan. Tetapi ia mengamankahkan kepada AGM Centre. “Saya diberi amanah bersama Mas M Yusfa untuk mendistribusikan ke kecamatan dan kelurahan serta desa,” kata Asdar Assalam kepada media ini, saat dikonfirmasi kaitan bagi-bagi hewan kurban oleh Bupati Abdul Gafur Mas’ud di PPU.

Menurut Asdar, mengutip pernyataan bupati, lewat ibadah kurban setidaknya dapat dijadikan refleksi untuk mendekatkan diri kepada Allah dan belajar tentang keikhlasan serta semangat untuk berbagi. Sebab, hakekat Hari Raya Idul Kurban adalah hari kemenangan untuk semua termasuk warga di Kabupaten PPU.
“Makanya pesan pak bupati, kaya dan miskin berhak merayakan indahnya Idul Adha. Alhamdulillah jika dapat menikmati hewan kurban bersama,” urai Asdar.
Kurban yang dilakukan Bupati AGM kata Asdar, disebar ke 54 kelurahan dan desa seperti Kecamatan Penajam (24 kelurahan dan desa), Kecamatan Waru (4 kelurahan dan desa), Kecamatan Babulu (12 kelurahan dan desa), Kecamatan Sepaku (14 kelurahan dan desa). “Kita berharap hewan kurban itu dapat disembelih secara syar’i dan dinikmati bersama warga di PPU,” ujar Asdar.

Menurut Asdar, berkurban setiap tahun selalu dilakukan Bupati AGM. Bahkan, sebelum menjadi bupati di PPU saja, ia sudah melaksanakan kurban. Seperti di tahun 2017, AGM sudah berbagi di PPU walaupun saat itu tidak seluruh kelurahan dan desa mendapatkan hewan kurban.
“Tapi mulai tahun 2018, 2019 dan 2020 seluruh kelurahan dan desa mendapatkan hewan kurban dari Bupati AGM. Insya Allah, niat ikhlas ini akan selalu dilakukan di tahun-tahun mendatang,” ungkap Asdar.
RASA SYUKUR
Disebutkan Asdar, Bupati AGM dan keluarga selalu berkurban. Selain merupakan ibadah yang harus dilakukan tiap tahun, juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas nikmat kehidupan yang diberikan.

“Kata Pak Bupati AGM, ia berkurban juga untuk mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Ismail dalam hal ketaatan dan kecintaan kepada Allah. Juga berkurban lepas dari berbagai cobaan,” ujar Asdar.
Bupati AGM kata Asdar, juga berpesan kepada seluruh warga PPU, untuk terus menjaga kekompakan, kondusivitas wilayah. Tentu, belum seluruhnya kegiatan pembangunan dilakukan, tetapi Insya Allah dengan niat ikhlas membesarkan PPU, semuanya akan dilakukan kemudian.
“Pak Bupati mohon maaf lahir batin. Kalaupun ada ‘kerikil’ kecil kaitan aspirasi, itu dianggapnya sebagai wujud era demokrasi. Intinya tetap pada prosedur dan ketentuan. Dan menyampaikan selamat Hari Raya Idul Kurban, semoga seluruh warga PPU sehat-wal’afiat,” ujar Asdar menyampaikan pesan bupati.
Yang tak kalah penting kata Asdar, bupati tetap meminta warga untuk menjaga dan mengikuti protokol kesehatan dalam kaitan mencegah penyebaran covid-19. Selalu menggunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun dan menjaga jarak (physical distancing). “Terutama saat salat Idul Adha, harus jaga jarak dan menggunakan masker. Insya Allah doa Pak bupati seluruh warga akan sehat,” ungkap Asdar. (git)












