TINTAKALTIM.COM-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan terus mendorong warga memiliki keterampilan sehingga bisa diterima di pasar kerja. Salahsatunya menggandeng Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Bina Multi Cipta Indonesia (BMCI) melakukan pendidikan dasar (diksar) satpam yang bersertifikasi

“Banyak program pemberdayaan umat dari Baznas Balikpapan. Selain membantu UMKM, juga memberi kompetensi warga bidang keamanan untuk menjadi satuan pengamanan (satpam),” kata Ketua Baznas Balikpapan H Abdul Rosyid Bustomi di sela acara pelepasan 100 peserta calon satpam yang akan mengikuti diksar di Aula Rumah Jabatan Walikota, Rabu (12/11/2025)
Acara itu dihadiri Walikota yang diwakili Asisten I Bidang Tata Praja Drs Zulkifli dan komisioner baznas yakni Drs Semauna Rizal, Anwar Arifin Pinem SP ME, Imam Waros dan H Djaelani serta Direktur Utama (Dirut) PT BMCI Tri Tohiroh (Terry) dan undangan lainnya.

Disebutkan Bustomi, program Baznas Balikpapan melatih satpam karena peluang (opportunity) tenaga satpam di Balikpapan bahkan IKN sangat tinggi. Sehingga, mereka yang belum bekerja bisa diserap di pasar kerja.
“Katanya ada juga di Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) yang dulunya Chevron. Saya katakan, gajinya jangan kurang dari tenaga satpam yang sudah dipekerjakan Baznas Balikpapan. Ternyata, lumayan berkisar Rp8 juta. Nah itu mungkin tingkat Gada Madya atau supervisor,” kata Bustomi memberi ilustrasi

Menurutnya, Baznas atas arahan Walikota Balikpapan akan selalu mendukung visi-misi pembangunan yang salahsatunya mengentaskan pengangguran.
“Alhamdulillah dari 3 kali kegiatan yang dilakukan Baznas Balikpapan pertama 40 orang, kedua 50 orang dan sekarang 100 orang, Insya Allah semua bekerja. Dan memang, sudah bekerja. Nah, yang 100 orang calon satpam baru ini harus serius mengikuti diksar agar terampil dan . Nanti segera diterima di pasar kerja,” kata Bustomi.
Dikatakan Bustomi, bekerja sekarang itu harus memiliki skill dan sertifikasi. Tenaga satpam bukan pekerjaan mudah sebab memerlukan kompetensi. “Makanya Baznas Balikpapan melatih warga secara gratis untuk memiliki kompetensi serta bersertifikat, sehingga bisa diterima kerja di mana saja,” ungkap Bustomi

Secara terpisah Komisioner Baznas Balikpapan H Djaelani menegaskan, ada persyaratan umum saat rekrutmen kualifikasi diksar Gada Pratama calon satpam yakni yang usianya 18-35 tahun, domisili dan memiliki KTP dan KK Balikpapan, pendidikan minimal lulusan SLTA/SMA serderajat.
“Kita persyaratkan juga mereka yang tidak memiliki pendapatan tetap. Tentu, harus dijelaskan ketua RT dan kelurahan dan tinggi badan 160 untuk putri dan 165 cm untuk putra,” kata Djailani.
Program Baznas ini katanya, tak hanya pada sisi bidang keamanan atau tenaga satpam, juga ada cleaning service (CS) yang sudah dilatih sebelumnya dan telah diterima di pasar kerja. “Kalau satpam ini, kerjasamanya dengan Ditbinmas Polda Kaltim sebagai instruktur. Sebab, mereka masuk dalam pola pengamanan swakarsa yang ditempatkan di perusahaan,” jelas Djailani. (gt)













