TINTAKALTIM.COM-Ingin belajar pemilihan secara demokratis. Tolok ukurnya SMPN 1 Balikpapan. Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) terpilih Andi M Fariq dilakukan melalui proses seperti Pemilihan Umum (Pemilu) pilkada, pileg maupun pilpres. Langkah ini bisa dijadikan benchmark (tolok ukur) proses pemilihan di Balikpapan khususnya di lingkup sekolah.
Prosesnya juga berjenjang. Tak hanya kandidat maju begitu saja, tetapi melalui proses wawancara bak assessment (penilaian) seseorang yang ingin menduduki jabatan strategis. Kandidat harus melewati jalur wawancara.

“Saya hanya mengikuti pola yang dilakukan anak-anak di bagian kesiswaan dan tak ada intervensi. Sebab, ini karya dan inovasi anak-anak harus didukung maksimal sebagai wujud kreativitas sekolah,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Balikpapan Arintoko SPd menjelaskan proses demokrasi itu di sekolah yang ia pimpin.
Menurut Arintoko, seleksinya juga cukup ketat. Siswa tak hanya dinilai sisi akademik, tetapi juga keterlibatan dan concern terhadap organisasi sekolah dalam binaan guru BK (Bimbingan dan Konseling). Sebab, itu juga mengukur bahwa seseorang bisa dilihat dan dianalisa sebagai leader untuk memimpin organisasi sekolah.
Penilaian lewat wawancara kata Arintoko, masuk dalam sisi seleksi setelah dilakukan penjaringan dan selanjutnya kandidat melakukan pemaparan visi-misi dan proses pemilihan.

“Kami juga terimakasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan yang berpartisipasi pada bilik suara. Ini sudah keempat kali digelar di SMPN 1. Sehingga, kualitas pengurus OSIS benar-benar melalui tahapan ketat dan outputnya pada kualitas,” ujar Arintoko
Proses pemilihan pun kata Arintoko, diikuti siswa, guru dan staf di sekolah. Sehingga, semua memiliki kesempatan untuk memilih dan punya hak suara.
“Sisi kualitas menjadi tolok ukur anak-anak. Benar-benar transparan. Ini juga sebagai wujud pentingnya pendidikan di sekolah untuk mewujudkan tata kelola sekolah yang baik, transparan dan akuntabel,” ujar Arintoko.
Menurut Arintoko, itu semua sebagai modal dan cermin pendidikan yang berkarakter. Karena, keteladanan itu harus lewat proses untuk menuju kualitas terbaik. “Saya hanya sebagai pendorong dan manajer sekolah agar anak-anak baik dari sisi akademik dan moral. Juga guru yang mengajar pun berkualitas,” ungkap Arintoko.
PEMILIHAN
Sementara itu menurut seorang pendidik di SMPN 1 Nur Raehana SPd yang sehari-harinya menjabat sebagai guru PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) mengatakan, proses pemilihan pun dengan mencoblos surat suara yang disiapkan panitia.

Proses penghitungan suara pada Senin (17/10/2022) di Aula SMPN 1 berlangsung sangat demokratis. Ada sekitar 1.164 surat suara dengan total pemilih 1.113 dengan hasil untuk paslon 1 yakni Muhammad Hammam Nabil dan Darissa Putri Indriani memperoleh 380 suara, paslon nomor 2 pasangan Andi M Fariq Abil Arsal dan Lyonel Alexander Tandi G meraih 403 suara dan pasangan ketiga Carissa Jasmine Christanto dan Amelia Karina Putri meraih 314 suara dengan suara tak sah 16.
“Ya pemilihan itu sesuai hasil yang menjadi ketua OSIS SMPN 1 adalah Andi M Fariq Abil Arsal dan Lyonel Alexander Tandi G. Nantinya, akan menyusun kepengurusan dengan mengakomodir paslon lainnya dan ditambah dengan bidang-bidang. Seperti formatur menyusun kepengurusan gitu,” ujar Raehana.
Menurut Raehana, awalnya yang berminat untuk mendaftar dan mencalonkan diri selaku ketua OSIS ada 19 orang. Diseleksi lewat wawancara dan hasilnya ada 3 pasangan calon. Tentu, BK melihat kualifikasi dan sisi organisatoris calon. Sebab, itu jadi syarat utama untuk menggerakkan potensi OSIS agar mampu mengakomodir kepentingan dan karya siswa di sekolah.

“Tugas dan tanggung jawab ketua OSIS itu tidak mudah. Sehingga diperlukan calon yang baik. Sebab mereka nanti memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana,” tambah Raehana.
Bukan itu saja kata Raehana, mereka yang terpilih harus menyusun program OSIS dan melaksanakan kegiatan yang diagendakan dan mengkordinir kegiatan estrakurikuler. “Kunci paling mutlak adalah bertanggungjawab kepada pembina OSIS tentu Kepsek dan dewan guru. OSIS itu cikal bakal mencetak anak-anak menjadi pemimpin. Makanya, SMPN 1 meletakkan dasar-dasar proses pemilihannya lewat jalur demokrasi seperti Pemilu,” ujar Raehana.
Mengapa ada wakil? Itulah sejatinya dalam kepemimpinan di pemerintahan, ada presiden dan wakil presiden, ada walikota dan wakil walikota. “Mereka nanti membuat program kerja. Nah wakil serta bidang-bidang lah akan mendorong mengaktifkan ekstrakurikuler di sekolah,” tambahnya.
Dengan terpilihnya ketua OSIS menurut Raehana, tentu saja bagian dari support bukan saja kepsek, BK maupun dewan guru tetapi juga seluruh siswa yang ada di SMPN 1. “OSIS juga bisa jadi brand sekolah lewat aktivitas eksternal yang pada gilirannya membawa nama sekolah positif dan mendapat trust di masyarakat,” pungkas Raehana. (gt)













