TINTAKALTIM.COM-Orang Islam dan mengaku beriman itu ternyata tidak bersifat tunggal dalam ajaran. Tetapi, mereka dibagi dalam 3 golongan. Semuanya berdasarkan ketaatannya kepada syariat Islam yang bersumber dalam Alquran.
“Jadi jangan puas dulu disebut beriman. Karena, ada golongan yang semua itu disebutkan dalam Surah Al-Fatir ayat 32,” kata Ustaz Tengku Azhar MH MPd saat mengisi tausyiah Ramadan di Masjid Al-Fatah di Kompleks Batu Butok PT Pertamina Gunung IV, Rabu (21/04/2021).
Ustaz Tengku asal Solo yang juga pengurus ANAS (Aliansi Nasional Anti Syiah) Jawa Tengah ini, hadir dalam tausyiah didampingi pengurus ANAS Balikpapan Iskandar Syahmuda yang juga Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Istiqomah Pertamina. Tampak juga H Abdurrahman (imam rawatib Masjid Al-Fatah) dan jajaran pengurus seperti H Effendi, Maryono, H Salmani dan lainnya.
Kehadirannya kata Iskandar bagian rangkaian safari Ramadan 1442 H yang digelar ANNAS Balikpapan di 6 masjid Balikpapan.
Ustaz Tengku lalu membedah surah Al-Fathir itu yang menurutnya, golongan tersebut adalah zhalimu linafsih, muqtashid dan sabiqun bi khairat. “Jadi yang disebut zhalimu linafsih itu adalah orang beriman tapi menganiaya dirinya sendiri yaitu kesalahannya lebih banyak daripada kebaikannya. Dia meninggalkan hal wajib dan banyak maksiat,” urai Ustaz Tengku.
Golongan ini katanya, nanti dihisab dulu di yaumil akhir. Dan karena banyak berbuat maksiat, maka bisa jadi masuk neraka. “Sayang sebenarnya, dia Islam merasa beriman tapi menjalimi diri. Ini kelompok kiri, jadi nanti ganjaran dari Allah ya siksa dulu,” kata Ustaz Tengku yang juga pakar peneliti aliran sesat Syiah ini.
Kemudian, golongan kedua katanya disebut muqtashid. Nah golongan ini kata Ustaz Tengku adalah golongan pertengahan. Dia mengerjakan perbuatan yang wajib ya salat, zakat. Tapi, sayangnya masih melakukan perbuatan yang maksiat ringan dan makruh.
“Jadi di tengah-tengah, karena kebaikannya dilakukan tetapi masih ada hal yang kurang baik diperbuatnya. Jadi orang ini seimbang,” kata Tengku.
Dan golongan ketiga kata Ustaz Tengku yakni sabiqun bi khairat atau orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan atau melaksanakan kewajiban dan kebaikan serta meninggalkan perbuatan haram, makruh. Jadi kebaikan yang diperbuat banyak.
“Kalau menurut tafsir Ibnu Katsir, yang golongan pertengahan dan akhir itu nanti tanpa ada hisab. Tetapi, golongan pertama, itu dihisab dan disiksa dulu di neraka. Karena, berbuat maksiat terus. Setelah itu, atas izin Allah baru surga,” ujar Ustaz Tengku.
AYAT 1-20 ALBAQARAH
Sementara itu, Ustaz Tengku juga memaparkan bahwa Allah telah membagi manusia menjadi tiga kelompok yang kontras dalam Surah Albaqarah yakni yang bertaqwa atau al muttaqun yang kedua adalah orang yang ingkar atau kafir dan yang ketiga adalah orang yang munafiq
Golongan beriman itu kata Tengku, dijelaskan dalam ayat 2-5 yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan salat dan menafkahkan sebagian rezeki. “Jadi jelas sekali awal-awal surah Albaqarah itu menjelaskan bagaimana orang beriman,” ungkapnya.

Sedangkan golongan ingkar atau kafir itu hanya 2 ayat yakni ayat 6-7. Mereka tak dapat lagi melihat kebenaran. Hatinya tertutup. Diberi peringatan atau tidak, mereka tidak akan beriman. “Jadi mereka ini tidak mau mengaku kafir. Separo hatinya merasa benar. Padahal ciri dalam Alquran tadi jelas bahwa Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka serta penglihatan,” tambah Tengku.
Nah golongan ketiga adalah munafiq. Ini ayatnya sampai 13 ayat yakni ayat 8-20. Allah menjelaskan gamblang, orang munafiq itu dikatakan sebagai yang mengaku beriman tapi sebetulnya tidak. Sehingga sulit dikenali.
Tapi kata Ustaz Tengku, ciri-cirinya jelas yakni mereka biasanya tidak sadar atas keburukan sifatnya sendiri, bahkan merasa dirinya paling benar dari orang lain, sehingga dapat menyesatkan orang.
“Mereka lebih pintar dari orang beriman. Menyesatkan orang. Ya seperti ajaran Syiah yang sesat itu,” ujar Tengku Azhar.
TAKBIRATUL IKHRAM
Dalam kaitan salat, Ustaz Tengku mengingatkan jamaah Al-Fatah dan undangan yang hadir agar dapat menjalakan salat berjamaah tepat waktu.
“Coba lakukan salat berjamah selama 40 hari dan jangan sampai tertinggal takbiratul ihram bersama imam. Syukur-syukur salat waktu itu on time. Tapi ini tidak, terkadang salatnya 5 waktu tapi masbuqnya (tertinggal salat), 6 waktu,” kelakar Ustaz Tengku.
Disebutkannya, fadhilah atau keutamaan salat berjamaah selama 40 hari tanpa tertinggal takbiratul ihram bersama imam, maka akan dicatat terbebas dari dua hal. Yakni, siksa api neraka dan kemunafikan di dunia.
Dalam konteks salat jamaah tepat waktu ini, Tengku mengisahkan khalifah Umar bin Khatab yang tertinggal salat berjamaah bersama Rasulullah. Saat itu ia sedang pergi ke kebun kurma. Setelah merasa cukup mengurusi kebunnya, Umar pulang ke rumah.
“Anda tahu, saat di perjalanan pulang, Umar melihat Rasulullah telah selesai salat berjamaah. Sehingga, ia meminta agar Rasulullah menunggunya sampai ia selesai salat, sebab akan ada yang ingin ia sampaikan,” ujarnya.
Lalu kata Tengku, Umar melanjutkan ucapannya di depan Rasulullan dan jamaah lainnya. “Karena saya terlambat salat berjamaah, kebunku aku sedekahkan untuk orang miskin sebagai bentuk pembayaran kafarat atau denda,” cerita Ustaz Tengku.
Itulah cermin betapa pentingnya salat berjamaah kata Ustaz Tengku. “Kalau jamaah di Al-Fatah ini, jika tertinggal salat jamaah mau serahkan apa? Kebun tapi nggak punya kebun,” lagi-lagi kelakar Ustaz Tengku membuat suasana tausyiah menjadi rileks.
WASPADA SYIAH
Dalam tausyiahnya di akhir, Ustaz Tengku Azhar juga mengingatkan jamaah harus waspada atas ajaran Syiah yang dinilainya sesat. Penyimpangan dan kesesatan mereka makin menjadi-jadi karena mengkafirkan para sahabat, menghina dengan hinaan yang buruk.
“Kebencian para sahabat ini dengan menyampaikan riwayat palsu yang dijadikan dalil legitimasi kepada sahabat Rasulullah yang mulia. Hati-hati, jika ada ajaran membenci sahabat, itu Syiah. Harus dijauhi,” pinta Ustaz Tengku.
Dijelaskan Tengku, kelompok Syiah juga tidak segan membuat tafsir menyesatkan yang berisi cacian terhadap Abu Bakar dan Umar. “Bahkan, telah menuduh serta memfitnah terhadap ibunda Aisyah dengan tuduhan selingkuh atau pezina. Itu semua sesat dan dusta . Jadi harus waspada bapak-ibu sekalian dalam belajar Islam. Ingat Syiah berbahaya,” pungkas Ustaz Tengku. (gt)













