TINTAKALTIM.COM-Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Balikpapan H Sonhaji memastikan seluruh struktur, kader dan simpatisan PKS di Kota Balikpapan akan total memenangkan calon walikota H Rahmad Mas’ud SE ME dan calon wakil walikota H Thohari Azis SH dalam pilkada 2020 mendatang.
Sebab, sebuah tradisi dari kader, komitmen mengusung pasangan calon di pilkada harus tuntas sampai menang dan memimpin kota. Dan itu, sudah jadi janji PKS tidak akan diingkari, sebab PKS sudah mendukung paslon yang sudah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pasangan calon tak perlu risau dengan komitmen PKS dalam memenangkan pasangan yang didukung pada pilkada tahun 2020. Sebab, proses pemenang bukan tugas satu partai tetapi ada juga relawan yang berperan dan semua pihak yang tergabung dalam koalisi.
“Kami sudah mulai memanaskan mesin. Bahkan, ribuan saksi dipersiapkan untuk mengawal suara Rahmad-Thohari pada 9 Desember 2020 mendatang,” kata Sonhaji di acara konsolidasi pengurus PKS Balikpapan untuk pemenangan Rahmad-Thohari di Hotel HER Balikpapan, Kamis (03/09/2020).

Hadir sejumlah kader dan simpatisan PKS bahkan ibu-ibu serta pengurus DPD, DPC seperti Ustaz Sarkosi, Ustaz Zarkasi, Ustaz Fahrul Razi, Imam Santoso, jajaran anggota DPR fraksi PKS seperti H Laisa Hamisah, Hasanuddin, Sandi Hardian, Amin Hidayat. Tidak terlihat dua anggota fraksi lainnya yakni H Syukri Wahid dan Subari.
Nuansa soliditas di acara itu terlihat ketika Rahmad Mas’ud memasuki ruangan. Pekik yel-yel seperti di acara deklarasi diteriakkan: Rahmad-Thohari: solid, menang-menang-menang, itu sudah wis wayahe. Tepuk tangan riuh menggema di ruangan sembari mengantarkan Rahmad ke kursi depan bersama Sonhaji.
Undangan dibatasi, sebab mengindahkan protokol kesehatan. Jika tidak, ruangan hotel membludak. Termasuk jumlah ibu-ibu yang hadir. Sonhaji, menyakinkan Rahmad, jangan khawatir, kader dan struktur PKS akan berjuang sekuat tenaga bersama. Termasuk ibu-ibu.
“Saya yakin dengan PKS. Termasuk ibu-ibu. Dahsyat kerjanya. Nanti juga istri saya dapat memberikan movitasi dan sinergi bersama-sama untuk memberi semangat kemenangan,” timpal Rahmad.
Tanggung jawab moral PKS sudah total. Sehingga, Pilkada 2020 dan kemenangan Rahmad-Thohari harus juga total. Sonhaji berkali-kali meyakinkan, PKS sebagai mitra koalisi pemenangan sangat signifikan untuk meraih sebanyak-banyaknya suara.
RAHMAD MENANGIS
Sebelum acara inti, panitia memutarkan biografi dan video profil Rahmad Mas’ud yang sangat inspiratif. Seluruh undangan menyaksikan hingga tuntas. Dari video itu, undangan mengetahui sosok sesungguhnya Rahmad Mas’ud, putra terbaik kelahiran Kampung Baru, Balikpapan Barat itu. Kendati kader lainnya sudah pernah menyaksikan.

Rahmad diberi kesempatan menyampaikan pandangan, visi-misi serta strateginya jika menjadi walikota. Hanya, Rahmad sejenak terdiam; ia berkali-kali mengusap air matanya yang membasahi pipi. Rahmad menangis.
Sontak, satu ruangan pun sedih. Sejumlah kader-simpatisan termasuk ibu-ibu ada juga yang menangis. “Kalau saja harta dan kenikmatan saya yang diberikan Allah bisa ditukar dengan pertemuan saya hanya 1 menit saja dengan kedua orangtua saya, maka saya rela melakukan,” ujar Rahmad, yang nangisnya semakin terisak.
Rahmad menyebutkan, mengapa sosok kedua orangtuanya yang sudah di alam barzah sangat ia sayangi, ia cintai, ia kagumi. Sebab, pesan-pesan moralnya semasa hidup mengajak kepada amar ma’ruf nahi mungkar.
“Kedua orangtua tua saya berpesan. Nak nanti kalau sudah ‘jadi orang’ jangan lupa menyantuni anak miskin, panti asuhan, sering bersedekah. Sebab, harta itu yang dapat menolong di akhirat nanti. Maka itu semua saya lakukan sekarang,” isak Rahmad Mas’ud.
Suasana saat itu berubah menjadi sedih. Rahmad memberikan pengalaman (ibrah) kepada undangan. Ia menyebut, mengapa rindu dengan kedua orangtuanya, karena keduanya telah membesarkan anak-anaknya dan selalu memotivasi kerja keras.
“Makanya janji saya, akan berbuat yang terbaik untuk Kota Balikpapan sebagai ganti bhakti saya kepada kedua orangtua tua saya yang tiada. Ingin rasanya, keduanya melihat saya berjuang menjadi pemimpin kota. Tapi, Allah lebih sayang keduanya,” ungkap Rahmad.
Bhakti kepada kedua orangtua itu pun sangat diapresiasi Ustaz Fahrul Razi. Ia menambahkan, bahwa itu perbuatan sangat mulia. Dan kesuksesan anak itu tergantung bagaimana berbuat baik kepada kedua orangtua (birrul walidain). “Ridha Allah itu terletak pada ridha kedua orangtua.”. Insya Allah yang dilakukan Pak Rahmad, Allah meridhoi untuk jadi walikota,” ungkap Fachrul Razi disambut amin undangan.
MEMBANGUN EKONOMI UMAT
Dalam acara itu, Rahmad juga melakukan diskusi dan tanya-jawab dengan audiens. Rahmad banyak mendapat pertanyaan bagaimana nanti jika menjadi walikota dalam konteks membangun infrastruktur dan ekonomi umat.
Rahmad lalu menyinggung kaitan tagline atau semboyan yang diusungnya bersama koalisi parpol yakni gotong-royong membangun Balikpapan nyaman dihuni, modern dan sejahtera dalam bingkai madinatul iman.
Mimpi membangun Balikpapan maju, lebih baik dan rakyatnya sejahtera, tak mungkin hanya dilakukan Rahmad-Thohari. Gotong-royong melibatkan elemen masyarakat, insya Allah itu semua dapat terwujud.
“Ayo bapak-ibu dan saudara-saudari sekalian. Kita berjuang bersama-sama. Kita gotong-royong bersama-sama membangun kota ini,” ungkapnya.
Lalu Rahmad menyinggung, kaitan kebutuhan masyarakat kota Balikpapan khususnya sembilan bahan pokok (sembako). Mengapa selalu melonjak. Ia berjanji, itu akan dituntaskan dan kaitan master plan, kajian serta strategi sudah disiapkan. Khususnya dalam konteks bongkar muat peti kemas di pelabuhan.
Konversi biaya sandar dan peti kemas serta sembako yang diangkut kata Rahmad, sangat tidak relevan. Jatuhnya mahal, sebab biaya pelabuhannya mahal.
Akibatnya kata Rahmad, mahalnya harga jasa angkut barang pangan itu, ada sejumlah distributor menyebutkan implikasinya kepada harga bahan sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.
“Akhirnya bebannya ke konsumen atau rakyat. Ini harus dibenahi, agar harga-harga di pasaran jadi murah. Caranya, Pemkot Balikpapan harus memiliki pelabuhan sendiri dan nanti bisa ditangani perusda,” ujar Rahmad yang berpengalaman di bidang tata kelola pelabuhan ini.
Bukan itu saja, Rahmad juga menyinggung bagaimana program pendidikan, kesehatan menjadi prioritas. Guru sebagai pendidik baik yang permanen dan honor, harus dihargai dengan memberi upah yang layak. Sehingga, mengajarnya fokus sebab urusan ‘dapur ngebulnya’ sudah diperhatikan pemerintah.
“Kasihan kan kalau kita melihat ada guru yang nyambi sambil ngojek. Bukan berarti pekerjaan itu tidak baik, ya akhirnya tidak konsentrasi memikirkan mengajar secara maksimal,” contoh Rahmad.
Dalam kaitan urusan kesehatan kata Rahmad, hak fundamental setiap manusia, sehingga setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya.
“Ini tanggung jawab pemerintah mengatur dan melindungi hak atas kesehatan masyarakat secara optimal. Ya sarana harus baik, fasilitas dan pelayanan pun maksimal sehingga rakyat terlayani dengan maksimal,” ungkap Rahmad, yang akan berjuang bersama anggota DPRD Balikpapan untuk memenuhi fasilitas kesehatan ini termasuk menggratiskan program Badan Pengelola Jaminan Keshatan (BPJS) untuk kelas tertentu.
Hanya, Rahmad mengingatkan kepada audiens dan undangan. Jangan hanya melihat semua menjadi tanggung jawab pemerintah. Gotong-royong swasta-pemerintah diperlukan. “Bapak dan ibu, kalau dana APBD itu besar dan cukup, maka seluruh program yang diajukan masyarakat pasti direalisasikan. Makanya, politik anggaran kawan-kawan di DPRD itu melihat skala prioritas. Karena, dananya terbatas,” ingat Rahmad.
KOMITMEN KEUMATAN
Di akhir acara, Rahmad-Thohari mendapat ‘proposal’ komitmen keumatan dari PKS. Konteksnya, sebagai wujud kepedulian PKS untuk sama-sama secara bergotong-royong membangun Kota Balikpapan tercinta.

Ke-12 komitmen keumatan itu adalah:
- Terealisasinya Rumah Sakit Islam (RSI) di Balikpapan dan Ibnu Sina sudah siap lahan dan dana awal Rp8 miliar
- Lahirnya Universitas Islam Madinatul Iman sebagai wujud peningkatan SDM yang memiliki imtaq dan iptek.
- Pemberdayaan masjid dan tempat ibadah. Di sinilah ujung tombak madinatul iman. Penguatan fungsi masjid sebagai pusat penghidmatan atau pelayanan intra masyarakat dengan memberikan pelatihan standardisasi pengelolaan masjid
- Peningkatan kesejahteran imam dan kaum pengurus masjid serta guru TK/TPA.
- Peningkatan kualitas dan kesesejahteraan lembaga pendidikan Islam, PAUD, RA (Raudhatul Atfhal) atau Taman Kanak-kanak Islam Terpadu, MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri), MTsN, MAN, rumah tahfidz dan ponpes 1 kecamatan ada minimal 1 MIN, MTsN dan MAN (saat ini ada 2 MTsN dan 1 MAN di Balikpapan).1 kelurahan minimal ada 1 rumah tahfidz.
- Beasiswa bagi para penghafal Alquran. Sesuai jenjang. SD minimal 1 juz, SMP 3 juz, SMU 5 juz baik negeri maupun swasta
- Beasiswa untuk calon mahasiswa yang memiliki hafalan minimal 10 juz di universitas dalam negeri maupun luar negeri
- Mewadahi dan memberdayakan para penghafal Alquran untuk membina di sekolahan dan imam di masjid dan musala
- Memberikan penghargaan terhadap keluarga penghafal Alquran. Khususnya dalam hal kesejahteraan
- . Optimalisasi peeran MUI dan Islamic Centre. Islamic Center sebagai wadah bagi umat untuk beramal dan beribadah dan terbuka untuk semua ummat.
- . Membina dan memfasilitasi ormas keagamaan untuk berperan di masyarakat. Serta melibatkan mereka untuk menjaga dan membangun kota Balikpapan Madinatul Iman
- . Pengelolaan zakat melalui APBD yang tepat sasaran selama 5 tahun.
Dalam konteks komitmen keumatan ini, Rahmad Mas’ud menyebutkan, bahwa untuk kebaikan seharusnya lebih dari 12. “Kalau saya berpikirnya sederhana, kalau kebaikan untuk kepentingan masyarakat Balikpapan, lebih dari 12 poin saja harus didukung. Tentu juga poin-poin lainnya lahir dari komponen dan elemen masyarakat lain,” ujarnya.
Tetapi kata Rahmad, semua juga tergantung dari APBD Kota Balikpapan. “Insya Allah, kawan-kawan DPRD Balikpapan dan pemkot akan berpikir lebih rasional dan melihat skala pioritas. Makanya, saya selalu bicara membangun kota dengan gotong-royong,” pungkas Rahmad. (git)












