TINTAKALTIM.COM-Peduli nyata untuk sesama. Apalagi kaitan menyelamatkan nyawa karena wabah corona melanda. PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Bisnis Jasa Operation and Maintenance (UBJOM) Kaltim dan PT PLN UPDK (Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Balikpapan) yang mengoperasikan PLTU Teluk Balikpapan turut berbagi. Ribuan masker dan alat pelindung diri (APD) bahkan sembako diserahkan untuk pencegahan virus covid-19.
Penyerahan bantuan PLTU Teluk Balikpapan itu dilakukan bersama masing-masing oleh General Manager PT PJB UBJOM Kurniawan Dwi Hananto dan Manajer PT PLN UPDK Yuskar Radianto dan diterima Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Balikpapan, Rizal Effendi SE yang juga Wali Kota Balikpapan.
“Penyerahan kita lakukan menyebar. Ada di pemkot dan sejumlah tempat. Tujuannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan maksimal dan kami ingin bersama-sama melakukan pencegahan covid-19,” kata GM PT PJB UBJOM Kurniawan Dwi Hananto, saat menyerahkan secara simbolis bantuan ke Pemkot Balikpapan yang ditetapkan menjadi pokso covid-19.

Menurut Kurniawan, pola bantuan yang dihimpun PLN ini ada dari YBM (Yayasan Baitul Mall) yang dananya dihimpun dari karyawan dan perusahaan. Juga, PT PJB UBJOM Kaltim Teluk dan lembaga amil zakat dan infak (Lazis) PJB. “Intinya PLN secara umum sudah peduli kaitan bagaimana ikut memutus mata rantai penyebaran covid-19. Tapi ini fokus dari PLTU Teluk Balikpapan,” ujarnya.
Kurniawan mengatakan, bantuan masker yang diberikan jumlahnya memang sampai ribuan berkisar 4.200 pcs dan terbuat dari kain. Karena, sejauh ini dari pengamatannya, masih banyak warga tak menggunakan makser, kendati imbauan pemerintah selalu disampaikan.

“PLTU Kaltim Teluk merasa peduli bahwa masker wajib dipakai setiap orang dalam melaksanakan aktivitas. Karena, di Kota Balikpapan sudah terjadi penularan lewat transmisi lokal. Seseorang tak pernah punya riwayat keluar kota, tetapi dapat menularkan kendati tanpa gejala. Sehingga, memakai masker sangat penting,” ujarnya.
Dikatakannya, selain masker yang tak kalah penting adalah APD. Ini dikhususkan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan menangani pasien covid-19.
“Makanya kita sebut menyelamatkan nyawa. Sebab, mereka ibarat berperang tapi harus juga dipersenjatai untuk menangani pasien covid-19. Salah satunya menggunakan APD yang sesuai standar agar tidak tertular,” tambah Kurniawan.

Sementara itu menurut Yuskar Radianto, bantuan juga dibagi dalam berbagai paket ada pula sembilan bahan pokok (sembako) yang diambilkan dari dana corporate social responsibility (CSR) termasuk paket YBM PLN. “Pola pembagian sembako menyebar. Kita sadar karena covid-19 banyak warga yang ikut terdampak khususnya kaitan ekonomi. Sembako setidaknya dapat meringankan beban mereka,” ujar Yuskar.
Secara keseluruhan kata Yuskar, bantuan PLTU Teluk Balikpapan seluruhnya sebagai wujud PLN ikut peduli mencegah agar covid-19 tidak menyebar di Kota Balikpapan. Apalagi, jumlah kasus positif terus bertambah. “Kami di kantor juga menerapkan protokol kesehatan seperti karyawan harus menggunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir sampi harus menerapkan physical distancing,” ujarnya.
DIBAGI MENYEBAR
Bantuan sembako dan lainnya dari PLTU Teluk Balikpapan yang dilakukan menyebar terdiri dari paket Lazis PJB 100, paket YBM PLN 50, paket CSR PJB 50, masker kain 500, maskere 3Ply 20 (Posko Pemkot Balikpapan). Selanjutnya paket Lazis PJB 100, paket YBM PLN 50, Paket CSR PJB 50, masker kain 500 (Kelurahan Karingau).

Kemudian, paket Lazis PJB 50, masker kain 500 (Kelurahan Karang Joang), paket CSR PJB 25, masker kain 300 (Dapur Umum Covid-19-TNI), paket CSR PJB 25, masker kain 300 (Dapur Umum Covid-19-Polri), masker kain 300, handgloves 5 (Kodim).
Pembagian juga dilakukan di Koramil Balikpapan Barat (masker kain 300, hadgloves 5), Koramil Balikpapan Utara (masker kain 300, handgloves 5), Polres (masker kain 300 dan handgloves 5), Polsek Balikpapan Barat (masker kain 300, handgloves 5), Puskemas Kariangau (masker kain 300, maskere 3Ply 20, handglobes 10, baju hezmet 10, baju bedah 5, cuci tangan portable 1 dan tehrmogun 1), Puskemas Karang Joang (masker kain 300, masker 3 Ply 20, handgloves 10, baju hezmet 10, baju bedah 5, cuci tangan portable 1 dan thermogun 1).
“Kita membagi masker ada dua jenis yang satu kain untuk masyarakat dan lainnya untuk tenaga medis atau masker 3Ply. Sehingga, penggunannya tepat sesuai dengan anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO),” ungkap Kurniawan.
Dalam penyerahan simbolis sejumlah pejabat dan staf juga turut serta di antaranya Yoyok Susatyo (Manajer Bagian Ophar sekaligus Ketua YBM PLN UPDK Balikpapan), Dana Puspitasari (Manajer Bagian KSA PT PLN UPDK), Raden Sultani Indra Gunawan (Manajer Administrasi PT PJB UBJOM Kaltim Teluk), Septiadi Wantoro (SPV Sekretariat & Umum PT PJB UMJOM Kaltim Teluk), Monica Ayu Wulandari (Staf sekretariat dan umum PT PJB UBJOM Kaltim Teluk), Muhammad Arsyad (Staf sekretariat), Agus Kurnawan ( staf admnitirasi tim kom), Faisal Nugraha, staf Ophar 1-tim kom), Dito (Staf ophar-tim kom), M Abdul Aziz Faruqi (Staf Ophar 1- tim YBM, Irfan Kurniawan ( Staf Ophar tim YBM), Iqbal (Staf Ophar-1 tim YBM). (git)













