Catatan: Sugito *)
TINTAKALTIM.COM-Gelaran Bayan Open 2026 yang jadi kompetisi bulutangkis, punya makna dan atmosfir dari sisi keinginan (wants) dan kebutuhan (needs). Ingin beprestasi dan perlu pembinaan
Itu ada pengaruhnya pada individu seseorang untuk tahapan karier atau jenjang kehidupannya khususnya atlet pemula. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan yang akhirnya masuk pada prestasi dari usia dini menjadi prestasi elite

Suhud Wahyudi! Salahsatu Senior Manager. Dia sosok ‘amunisi’ PT Bayan Resources Tbk. Ia ingin mendapatkan hal baru maka melakukan aksi.
Seolah pikirannya sudah diinjeksi motivator nasional Andri Wongso yang bukunya berjudul: Action to Power. Setiap tindakan muncul kekuatan. Jika diam, maka ide-ide brilian pun hanya sebatas narasi dan pecandu teori
Sejak tahun 2022, Suhud dan tim mengkreasi lewat ide membuat gelaran bidang olahraga yang namanya Bayan Open. Itu kompetisi bulutangkis. Hari berlalu, minggu hingga tahun demi tahun berjuang yang fokusnya hanya prestasi dan sukses
Didaulatlah Suhud jadi ‘jenderal lapangan’ untuk mengemas turnamen bulutangkis tingkat nasional sebagai ketua panitia. Ia berjuang bersama timnya di Bayan mempersiapkan tugas selanjutnya.
Karena PT Bayan Resources perusahaan pemilik konsensi tambang mendistribusi batubara lewat pelabuhan dan dermaga secara terbuka, tak mungkin diam hanya orientasi pada main business semata. Program CSR dikembangkan, lewat bidang olahraga

Suhud sejak lama menggelar event indoor bulutangkis. Peserta berkualitas dan mereka berinteraksi dalam ruangan untuk memainkan shuttelcock indah di atas udara tapi bisa jadi aktivitas laga meraih juara
Tentu, motivasi Suhud di mana perusahaan ia bekerja bisa memiliki keunikan untuk dijual. Ia telah menjelma jadi seorang marketer perusahaan dengan menampilkan acara memiliki Unique Selling Point (USP), itulah bulutangkis yang jadi laga sengit membuat peserta tampil impresif
Ia gigih bersama mitra kerjanya di lapangan yakni PBSI berbagai level dan hirarki. Salahsatunya Aang Syahruddin yang spiritnya selalu memuncak menjadi penanggungjawab pertandingan yang lewat Bayan menselaraskan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) tadi

Manusia yang hobi bulutangkis ‘disuntik’ motivasinya. Memaksimalkan segenap daya dan upaya agar bisa menarik generasi muda usia pemula berbakat menciptakan prestasi
Bayan Open 2026 ternyata jadi wadah berkreativitas bidang olahraga bulutangkis yang tergelar lewat konsistensi kolaborasi berbagai pihak khususnya Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) dari pusat, provinsi dan kota
Suhud dan partnernya ingin ‘wadah Bayan Open 2026’ bukan hanya untuk meraih trofi, tapi prestasi. Turnamennya jadi skala nasional, peserta dan panitia membuka ruang untuk menyemai persahabatan
Tiap tahun, Bayan Open selalu memantik tekad untuk tumbuh dan tampil lebih baik dari berbagai sisi. Kompetisi terjadi di lapangan. Ada luapan emosi kemenangan tetapi elemen sportivitas menjadikan klub-klub se-Indonesia tampil berkualitas
Aura pemain dan panitia terpatri lewat tagline di sudut-sudut gedung Dome yang menjadi venue laga: Play Smart, Smash Hard, suatu idiom yang diarahkan agar peserta di Bayan Open 2026 bermain dengan skill pukulan keras tetapi tetap berlaga secara cerdas.
Berangkat dari spirit itu, Suhud dan partner-nya mengusung konsep 4-Si (Sinergi, Kolaborasi, Komunikasi dan Koordinasi), alhasil kemasan acaranya menghasilkan sentuhan fun dengan tetap dalam pola pikir (mindset) atlet adalah asa sang juara
Bayan Open 2026, dan bayan-bayan open sebelumnya dicetak jadi wadah strategi belajar dan latihan. Atlet usia muda hadir bukan untuk menghafal teori tetapi memahami.
Alih-alih membaca materi, Suhud ingin kompetisi berskala nasional ini bukan siapa yang paling cepat datang ke venue tetapi paling siap dan matang mendulang prestasi yang jadi penentu
Suhud seolah mimpi dan berdiri di podium tertinggi. Ia bukan ingin berhkayal tetapi meletakkan dasar-dasar pembinaan atlet bulutangkis usia dini dan rangkaian seluruh acaranya terus berlanjut dan memiliki peningkatan: The Next Level, itulah pemantiknya
“Spirit tagline The Next Level itu muncul tiba-tiba tanpa sengaja. Ternyata, selaras dengan strategi disiplin, pembinaan, mental dan merajut ekosistem olahraga bulutangkis yang olahraganya berciri repetition atau terus mengulang,” kata Suhud kepada media ini ketika daya pikirnya melihat untaian spanduk menempel di dinding-dinding venue Dome bertuliskan Bayan The Next Level

The Next Level, bukan rangkaian kata yang berhenti tanpa aksi. Dalam bidang olahraga itu jadi dorongan atau pemicu prestasi yang sifatnya berkelanjutan (sustainable). So! Semua diserahkan PBSI, club, pelatih, wasit dan semua elemen yang terkait.
PT Bayan Resources sudah membuat wadah yang orientasinya sebagai ‘validasi skill’ untuk selanjutnya dibuat portofolio pembinaan demi mendulang prestasi dan adu gengsi yang membuat atlet terpuji
Dan, rangkaian kegiatannya tak hanya pada Bayan Open saja tetapi juga Bayan Run yang The Next Level disempurnakan dalam spirit: Keep Moving, Keep Strong (Terus Bergerak, Aktif Melangkah Tanpa Menyerah dan Tetap Tangguh Memiliki Mental Juara. Dan, tak pernah puas dengan prestasi. Selamat PT Bayan Resourcers.**
*) Ketua Divisi Advokasi dan Regulasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim dan wartawan tinggal di Balikpapan











