TINTAKALTIM.COM-Segera hadir (coming soon). Meski ini ibaratnya bukan film baru, tetapi programnya sangat informatif yakni talk show kajian intelektual Islam yang akan diluncurkan di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC)
Sebenarnya ini program sudah ada tetapi dikembangkan lebih inovatif dan kreatif untuk mengkaji khazanah keilmuan baik yang referensi lokal dan global untuk kepentingan jamaah

“Jadi kajiannya nanti tetap talk show usai salat Subuh (ba’da Subuh). Hanya, kontennya diperkaya lebih detail dan up to date sebagai perkembangan dan spektrum yang luas,” kata salahsatu pengurus Badan Pengelola Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC) Ustaz Sarbini saat diskusi rileks dalam pengembangan dakwah di BIC pada open house Idulfitri di kediaman Ketua Badan Pengelola BIC H Andi Yusri, Senin (23/2/2024)

Suasana silaturahmi Idulfitri itu, dihadiri jajaran badan pengelola BIC, terlihat Andi Yusri, Wk Ketua Bidang Ri’ayah Irfan Taufiq, sekretaris Bambang Saputra, Sani Gazali (litbang), Edy Adha, Kepala Sekretariat BIC Achmad Idris, H Syukri, H Makmur, H Syarifuddin dan lainnya
Diskusinya rileks dan menurut Sarbini memang waktu ba’da Subuh sangat tepat, karena durasinya panjang. Kalau kajian intelektual Islam dibahas pada tausyiah kultum maka tidak efektif.

Temanya bisa beragam sesuai dengan perkembagan baik lokal maupun global. “Tema zakat misalnya, tak sebatas bicara fiqih zakat mal dan fitrah. Tetapi lebih pada instrumen pemberdayaan ekonomi produktif, pengentasan kemiskinan, sosial dan budaya dan pengelolaan digital,” kata Sarbini
Sani Gazali, yang dikenal expert di bidang digitalisasi, sangat mendukung talk show yang lebih detail dan bicaranya sisi intelektual Islam dan era digital.
“Sudah saatnya zakat itu menggunakan transformasi digital dan profesional, sehingga meningkatkan transparansi, kemudahan pembayaran dan memperluas jangkauan muzakki,” kata Sani menimpali sesi diskusi rileks sembari yang lainnya menikmati ‘Sajian Idulfitri’ dari shohibul hajat Andi Yusri berupa kambing guling, roti canai, coto Makassar, ice ream dan menu lainnya

Sedang Andi Yusri yang juga Asisten II Sekda Pemkot Balikpapan itu, merespons positif gagasan dalam diskusi rileks untuk membahas konten dakwah di Masjid BIC. Ia menampung semua aspirasi yang berkembang untuk kemudian nanti dimusyawarahkan
“Nanti dibuat saja berbeda. Benar-benar talk show dengan dua kursi satu narsum dan host. Sehingga, bisa lebih detail kajiannya,” kata Bambang Saputra seraya tersenyum dan menambahkan agar ramai diperlukan injeksi ‘Sarapan Subuh’ yang banyak untuk jamaah
Sebenarnya, kajian intelektual Islam dari sisi misalnya implikasi perang Iran-AS, sudah ditulisnya di media mainstream yang membahas kaitan ekonomi. Hanya, tidak dikembangkan dalam diskusi masif.
MAJELIS IBU-IBU
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Imarah Masjid BIC Dr Sartono memberi apresiasi atas sejumlah konten dakwah untuk memakmurkan masjid.

“Alhamdulillah, khususnya konten edukasi penggunaan platform digital dan berdakwah secara digital lewat praktek. Ini harus dikembangkan dengan pola BIC Goes to School,” kata Sartono yang juga motivator dakwah Islam ini
Sartono mengatakan, penggunaan platform digital di kalangan generasi muda perlu digencarkan. Sehingga, nanti mereka jadi garda terdepan menulis dakwah digital. Karena, semakin masif gerakan edukasi digital dan prakteknya di kalangan pelajar, semakin banyak konten yang dihasilkan untuk dakwah Islam

“Tapi kita perlu merambah ibu-ibu majelis taklim. Karena, ibu-ibu punya peran strategis dan potensial dalam membuat kontek dakwah di platform digital,” kata Dr Sartono
Konten yang dibuat ibu-ibu dapat memberikan sentuhan loikal dan relevan dalam bentuk kreatif seperti Tiktok, Instagram, video pendek maupun tulisan.
“Sehingga, ibu-ibu nanti diajari bagaimana melawan informasi sesat dengan menyebarkan ajaran Islam yang benar untuk menangkal konten hoaks. Sebab, dakwah itu tak terbatas di atas mimbar tetapi bisa ke layar gadget secara virtual atau digital,” kata Sartono. (gt)













