TINTAKALTIM.COM-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kaltim mengembangkan program produktif untuk pemberdayaan ekonomi mustahik melalui budidaya domba dan ayam petelur
Baznas menginisiasi program itu bertujuan untuk pencapaian kemandirian mustahik lewat konsep pemberdayaan masyarakat (community development) khususnya santri
“Kedua program itu semua berjalan baik. Tentu, orientasinya agar mustahik (penerima manfaat) mampu mengembangkan pertumbuhan usaha di mana sebelumnya hanya bersifat konsumtif,” kata Wakil Ketua III Baznas Kaltim H Badrus Syamsi SPd ME di open house kediaman Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Balikpapan Islamic Centre (BIC) H Andi Yusri, Senin (23/3/2026)

Untuk ayam petelur telah ada di 5 lokasi yakni Ponpes Syech Arsyad Al-Banjari Jln Soekarno Hatta kilometer 19, Pesantren Syaichona Cholil Samarinda, Babul Muhajirin di Penajam Paser Utara (PPU), Kelompok Desa Sesungku PPU dan Kabupaten Paser
Program itu, bukan sekadar bantuan modal tetapi secara keseluruhan diberikan dari pendampingan, bibit, pupuk sampai perawatan. Sehingga, masing-masing lokasi mendapatkan Rp600 juta yang totalnya Rp3 miliar
Program itu katanya, ada verifikasi kaitan minat dan potensi, kemudian dibentuk kelompok untuk mengelola ternak secara kolektif agar pelaksanannya transparan dan berhasil
“Sekaligus kandangnya dan obat-obatan serta budidayanya, pakan dan nutrisi, kesehatan diberikan. Makanya, semua sukses dan terus dikembangkan di 10 kota-kabupaten di Kaltim,” kata Badrus Syamsi, putra dari mendiang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Balikpapan, KH Anas Muchtar ini.
Kaitan ayam petelur, sejauh ini dari pantauan Baznas Kaltim berhasil. Seperti di Ponpes Syech Arsyad Al-Banjari, sehari mampu menghasilkan 1.500 telur dan terus secara berkelanjutan dipasarkan
“Terkadang sampai kekurangan. Inilah harapan kita, bisa menjadi pasif income atau pendapatan tetap bagi mustahik yang pada gilirannya berubah jadi muzakki (pemberi zakat),” jelas Badrus
Kaitan budidaya domba kata Badrus, Baznas fokuskan di Trubus Iman di Kabupaten Paser dan awalnya diberi 100 ekor untuk dikembangkan.
“Ketika melahirkan, anaknya Baznas beli dan dikembangkan ke tempat lain yakni Ponpes Al-Muhajirin kilometer 10 Balikpapan dan Ponpes Istiqomah Muhammadiyah Samarinda dan dari pemantauan semua berjalan baik,” jelas Badrus
Badrus menyebutkan, semua program itu untuk ketahanan pangan dan kemandirian santri yang mendukung program Asta Cita pemerintah dalam kepemimpinan Presiden Prabowo-Gibran. Dan harapannya, setiap baznas kabupaten-kota untuk membuat program kreatif dan inovatif agar dapat didukung Baznas Kaltim
“Jujur saja, Baznas Kaltim ini tidak memiliki mustahik. Seluruh mustahik ada di kota-kabupaten. Tentu, usulannya lewat program yang diverifikasi setelah itu dikucurkan bantuan pengembangan,” kata Badrus
Mendukung bulan Ramadan katanya, Baznas Kaltim juga telah membuat program Paket Ramadan Bahagia (PRB) sebanyak 5.000 paket untuk mustahik yang masing-masing paket bernilai Rp600 ribu dan sudah didistribusikan sebelum Idul Fitri 2026 di 10 kabupaten-kota
SANGAT BAIK
Sementara itu, wujud transparansi Baznas Kaltim kata Badrus, sudah dilakukan audit syariah oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI pada baznas. Ini merupakan pengawasan berdasarkan UU Zakat Nomor 23/2011 untuk memastikan pengelolaan ZIS sesuai prinsip fikih dan syariah

“Dari hasil audit, Baznas Kaltim dari sisi indeks kepatuhan syariah dan transparansi demi meningkatkan amanah dan tata kelola serta kepercayaan publik, telah memperoleh predikat ‘Sangat Baik’. Dan, ini terbaik se-Indonesia,” jelas Badrus
Hasil audit itu kata Badrus, digunakan sebagai acuan perbaikan tata kelola dan Baznas Kaltim sudah membentuk Satuan Audit Internal/SAI) yang anggotanya Bambang Saputra (dosen) dan KH Makrus (UINSI) Samarinda.
“Kami juga terus membuka saran, kritik yang konstruktif khususnya dari baznas kota-kabupaten untuk dalam program pemberdayaan umat, sehingga Baznas Kaltim dapat kolaborasi untuk kepentingan mustahik menjadi muzakki,” pungkas Badrus. (gt)













