TINTAKALTIM.COM-Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim terus berupaya memberi pelayanan transportasi lewat integrasi ke semua lokasi khususnya layanan angkutan perkotaan Balikpapan City Trans (Bacitra). Usai layanan di bandara lama (pick up zone), rute selanjutnya terintegrasi pusat perbelanjaan (mal) Plaza Balikpapan atau Balikpapan Centre (BC)
“Transportasi umum ini harus mengubah pola pikir (mindset) masyarakat, karena lebih aman, nyaman dan selamat. Justru, nanti di areal dalam Pelabuhan Semayang juga akan dilakukan,” kata Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald kepada wartawan usai launching pick up zone dan drop off di bandara lama Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Bandara Sepinggan, Senin (9/3/2026)

Launching itu dihadiri Direktur Sistem Layanan Integrasi Transportasi Antarmoda (Slita) Amirulloh, CEO Regional VI PT Angkasapura Indonesia (InJourney Airport) Farid Indra Nugraha, Kadishub Balikpapan Fadli Patturahman, GM PT Angkasapura Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Iwan Winaya, Kadihub Kaltim diwakili sekretaris Yuki, Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Wahyullah Bandung dan undangan lainnya
Renhard yang menjadi sosok beroperasinya Bacitra di Bandara SAMS Sepinggan itu menjelaskan, konsep transportasi umum itu harus ‘direvolusi’ mobilitas kota dengan konsep memindahkan orang dari mobil pribadi ke transportasi umum

“Jadi transportasi layanan efisien, cepat dan aman itu inovasinya pernah disampaikan mantan Walikota Bogota Enrique Penalosa yang katanya negara maju itu bukanlah orang miskin punya mobil, tetapi orang kaya menggunakan transportasi umum,” jelas Renhard kepada wartawan memberi ilustrasi sebagai bentuk referensi mengubah kultur dalam bertransportasi
Dari situlah kata Renhard, mobilitas perkotaan harus mengutamakan manusia dan efisiensi bukan sekadar memfasilitasi kendaraan pribadi.
“BPTD Kaltim sebagai kepanjangan tangan Ditjen Hubdat Kemenhub di daerah, terus berinovasi memberi pelayanan transportasi umum di masyarakat. Makanya, Bacitra ini harus dimanfaatkan maksimal,” ujarnya

Qoute atau kutipan mantan walikota Bogota itu jelas Renhard, inspirasi bahwa era modern bukan lagi kendaraan pribadi memenuhi jalan-jalan . Sehingga, Bacitra sebagai transportasi umum harus dimaksimalkan.
“Kita perlu beriterimakasih dengan Dishub Balikpapan dan multistakeholders lain terkait operasional Bacitra. Karena, masyarakat sudah menjadikan Bacitra bagian penting transportasi yang terintegrasi layanannya di sejumlah koridor,” jelas Renhard
Sebagai langkah lanjutan, Renhard akan melakukan kolaborasi dengan Dishub Kaltim untuk mengembangkan Bacitra terintegrasi di beberapa daerah. Tetapi, yang paling memungkinkan adalah Bacitra masuk Plaza Balikpapan.
“Kami sudah meeting informal dengan General Manager (GM) Plaza Balikpapan Aries Adrianto dan staf. Respons sangat positif, nanti kita tindaklanjuti untuk melakukan pembahasan flow (pengaturan dan pergerakan) serta sirkulasi bus agar operasionalnya lebih lancar,” kata Renhard
Dijadwalkan, Renhard akan menindklanjuti masuknya Bacitra di Plaza Balikpapan pada Jumat (13/6/2026) dan turun ke lapangan melihat bagaimana pengaturan Bacitra selama melayani pengunjung mal itu.
“Selain Plaza Balikpapan, kita juga nanti kembangkan di dalam Pelabuhan Semayang. Karena, banyak juga yang membutuhkan Bacitra. Trayeknya sudah ada, tinggal menambah pelayanan saja,” ungkapnya

Sementara itu Amirulloh menegaskan, keberadaan Bacitra yang menggunakan skema Buy The Service (BTS) atau membeli pelayanan sudah masif di 11 kota. Dan, kota Balikpapan permintaan (demand) sangat tinggi.
“Saya mendapat informasi load factor Bacitra mencapai 90 persen. Ini dahsyat sangat mendukung mobilitas masyarakat,” ujarnya
Dalam konteks pick up zone dan drop off Bacitra dan bus Sinar Jaya di bandara lama, menurut Amirulloh setiap orang yang tiba di bandara pasti membutuhkan transportasi lanjutan. “Akses transportasi dari bandara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata serta aktivitas masyarakat,” ujarnya

Ditambahkannya, saat ini layanan Bacitra rute dalam kota masih gratis. Tetapi, layanan transportasi dari Bandara SAMS Sepinggan menuju IKN menggunakan bus Sinar Jaya sudah ada tarif Rp43 ribu untuk sekali perjalanan.
“Ini membantu sekali, karena dengan adanya IKN, maka Kota Balikpapan jadi hub transportasi publik menuju kawasan IKN tersebut,” pungkasnya. (gt)













