TINTAKALTIM.COM-Anggota DPR/MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Irjen Pol (Purn) Drs Safaruddin menegaskan, Indonesia negara besar dengan ribuan suku bangsa dan seni budaya serta etnis. Sehingga, Pancasila sebagai dasar negara harus tetap dipertahankan dan tidak boleh ada yang menggangu.
“Pancasila itu sudah jadi ruh bangsa dan dapat mempersatukan. Coba cermati 5 sila yang ada, itu sudah dapat menyatukan komponen anak bangsa,” kata Safaruddin dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945, Sabtu (29/11) di Hotel New Benakutai.
Safaruddin tampil didampingi anggota DPRD Kaltim Ananda Emir Moeis yang juga sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Tohari Azis dan dipandu moderator anggota DPRD Balikpapan fraksi PDIP Budiono. Hadir pula anggota DPRD Kaltim seperti H Baba, Edy Sunardi (Edy Tarmo) dan sejumlah anggota DPRD Balikpapan Fraksi PDI P seperti Taufiqulrahman (PKB Include PDIP), Riris, Wiranata Oey dan lainnya.

Eranya sekarang kata Safaruddin, sudah globalisasi sehingga banyak pengaruh dan dunia tidak ada sekat lagi. Sehingga, diperlukan alat pemersatu. Indonesia punya Pancasila. “Tugas kita semua untuk menjaga Pancasila dan tidak boleh tergantikan dengan ideologi lain yang tak sesuai kondisi NKRI yang beragam,” ujarnya.
Ideologi Pancasila adalah terbaik bagi bangsa. Sehingga, jika ada gerakan radikalisme dan terorisme harus dicegah. “Di ruangan ini jangan-jangan ada yang nggak hafal Pancasila,” kelakar Safaruddin.
Safaruddin juga menyinggung bagaimana Bhine Tunggal Ika. Itu upaya untuk mempersatukan masyarakat Indonesia. Jangan mau dibecah belah. “Bapak dan ibu jika ada paham radikalisme dan terorisme kita lawan. Sebab, 4 pilar adalah pekerjaan besar yang tak boleh berhenti untuk disosialisasi,” ujar Safaruddin.
KERJA UNTUK RAKYAT
Dalam acara itu, Safaruddin seolah memanfaatkan untuk ‘reses’. Mendengar keluhan warganya. Jika selama ini belum sempat bertemu dengan warga Kaltim, karena kesibukannya.
“Saya akan selalu perjuangkan Balikpapan dan Kaltim. Catat, saya bukan lupa tapi banyak kegiatan. Kan baru 2 bulan dilantik. Sejak dilantik, banyak sekali kegiatan seperti pembentukan komisi dan rapat-rapat lainnya,” ujar Safaruddin.

Mandat yang diterima dari masyarakat akan dijaganya. Sebab, jabatan yang diembannya adalah amanah. “Saya akan pertanggungjawabkan di depan Allah. Jadi saya akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan kepentingan rakyat,” ungkapnya.
Kalau jadi anggota DPR termasuk DPRD tidak bekerja dan tidak berguna untuk apa. Sehingga, ia mengingatkan seluruh anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan untuk terus berjuang dan bekerja untuk rakyat. “Jangan kepentingan pribadi didahulukan. Saya akan terus melakukan monitoring dan evaluasi,” ujarnya.
Ia menyebut, hal-hal yang berhubungan dengan dukungan APBN menjadi domain dirinya. Tetapi yang di daerah harus DPRD yang berjuang. Karena, masih banyak persoalan di Kaltim harus terus diperjuangkan. Ada fasilitas publik, pendidikan, kesehatan dan air bersih.
“Termasuk warga yang sulit mendapatkan hak tanah untuk dibangun perumahan. Makanya, saya sedang berpikir apakah diperlukan untuk membangun rumah susun (rusun) untuk warga,” ungkap Safaruddin. (git)













