TINTAKALTIM.COM-Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) punya komitmen kuat untuk tetap memberi prioritas warga lokal untuk bekerja. Caranya, memberi pelatihan dan keterampilan berbasis kompetensi di wilayah delineasi IKN. Sehingga, mereka dapat bersaing dalam berbagai bidang pekerjaan di proyek IKN.

“Terpilihnya saya menjadi deputi bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat (Sosbudpemas) karena dukungan warga lokal. Sehingga, prinsip kemandirian warga lokal harus dilibatkan dalam proyek IKN,” kata Deputi OIKN Bidang Sosbudpemas Drs Alimuddin MSi di sela-sela penutupan pendidikan dasar satuan pengamanan (satpam) Gada Pratama di halaman Embarkasi Haji Balikpapan, Senin (3/11).

Alimuddin bertindak selaku inspektur upacara (irup) dalam acara yang dilakukan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Bina Multi Cipta Indonesia (BMCI) bekerjasama dengan OIKN, Disnakertrans Provinsi Kaltim dan Polda Kaltim itu juga dihadiri Direktur Pemberdayaan Masyarakat Dr Conrita Ermanto MSi, Dirbinmas Polda Kaltim diwakili AKBP Budi Heriawan, jajaran BUJP, Kepala Baznas Balikpapan H Bustomi SAg, Dirut BMCI Tri Tohiroh (Terry), staf Sosbudpemas OIKN dan undangan lainnya.

Dikatakan Alimuddin, kerjasama dengan warga lokal bukan hanya mereka sebatas kerja di IKN. Tetapi, bisa memanfaatkan peluang yang ada dengan kemampuan skill SDM dan sudah terlatih. Sehingga, OIKN ibaratnya menyiapkan tenaga lebih kompetitif, tentu punya keterampilan tadi.

“OIKN bidang Sosbudpemas yang didukung staf kami serta multi-stakeholders berlari kencang dan selalu up to date dengan tren teknologi. Dan intinya, pelatihan itu agar masyarakat punya keahlian atau cara memancing agar bisa digunakan untuk menghasilkan uang istilahnya mencari ikannya,” kata Alimuddin beristilah.

Pelatihan bidang Sosbudpemas kata Alimuddin, sebagai implementasi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, di mana OIKN mengembangkan kompetensi kerja lewat keahlian. Tetapi, juga menerapkan sikap dan etos kerja serta disiplin.

“Makanya pelatihan satpam itu ada beladirinya dan itu disiplin. Tetapi, bukan satpam saja, bidang lainnya seperti menjahit, UMKM bahkan sampai ke keahlian meracik kopi (barista), kontruksi sampai tukang kebun (gardener). Karena, mereka harus punya keahlian sehingga bisa bersaing di pasar kerja yang disiapkan di IKN,” jelasnya
Menurut Alimuddin, potensi Kaltim menyumbang tenaga kerja di IKN sangat besar. Dan, tenaga lokal harus dapat ikut bersaing sehingga OIKN memberi pelatihan dan kemampuan serta kompetensi diri berbagai bidang.

“Ini momen yang harus dimanfaatkan warga lokal Kaltim. Tak hanya dari Samboja dan sekitarnya tetapi juga daerah yang masuk aglomerasi (pengelompokan daerah) se-Kaltim khususnya deliniasi (batas wilayah) OIKN,” kata Alimuddin.
Dikatakan Alimuddin, sejauh ini dari sekitar 9 ribu pekerja lebih di IKN, 40 persen sudah memprioritaskan orang lokal atau sekitar 2.000 orang lebih. Itu juga di antaranya atas kerja-kerja bidang Sosbudpemas tadi.

“Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN makanya tidak pernah berhenti untuk memberi kesempatan kepada orang-orang lokal untuk peningkatan keterampilannya dan ada pula bidang kewirausahaan (entrepreneur),” katanya.
Dengan danya IKN kata Alimuddin, warga lokal jangan hanya jadi penonton. Harus bisa naik kelas, sehingga pelatihan dasar berbasis kompetensi yang dilakukan OIKN mengarah pada hal itu. “Kalau basis kompetensi itu sudah basisnya keahlian dan itu standar. Bidang Sosbudpemas punya tanggungjawab itu. Terbukti, saat pelatihan alat berat juga sudah banyak tersalurkan. Nah, sekarang tenaga satpam. Bahkan, akan ada yang disalurkan mengamankan dan bertugas di lingkup Istana Negara,” kata Alimuddin.

OIKN bidang Sosbudpemas kata Alimuddin, juga melakukan pendampingan setiap pelatihan kompetensi. Memang sejauh ini yang direkrut adalah dari enam kecamatan wilayah IKN seperti Sepaku, Samboja, Samboja Barat, Loajanan dan Loakulu dan Muara Jawa (Kukar). Dan itu akan terus berkembang.
“Kami terus membuat program pelatihan kompetensi ini. Sehingga, program memprioritaskan warga lokal (local wisdom) bisa tercapai maksimal. Jangan sampai, kalah dengan orang luar daerah. Makanya, kita siapkan keahlian itu untuk mereka,” tambah Alimuddin.

Dikatakan Alimuddin, tak hanya kompetensi warga lokal, tetapi OIKN juga melakukan pemberdayaan masyarakat lokal di Kaltim untuk bidang pelestarian budaya lokal yang melibatkan tokoh adat sehingga terwujudnya kampung-kampung adat atau budaya yang bersinggungan langsung dengan IKN.
“Ini komitmen kami, perkembangan IKN harus dirasakan juga oleh tokoh adat dan warga lokal seperti melestarikan budaya lokal dan mendorong pemberdayaan masyarakatnya. Karena, inilah upaya OIKN di dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” kata Alimuddin yang mantan Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang terus bergerak masif bersama staf dan melakukan konsep 4-SI (sinergi, kolaborasi, koordinasi dan komunikasi) dengan multi-stakeholders lainnya. (gt)













