TINTAKALTIM.COM-Lama hanya diisi penjabat pelaksana tugas (Plt), akhirnya jabatan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Manuntung Balikpapan atau PDAM kini terjawab. Dari hasil seleksi (assessment) direksi di tahun 2023, akhirnya Saharuddin SE MM ditetapkan sebagai calon dirut terpilih.
Sementara, untuk jabatan Direktur Umum (Dirum) yang sebelumnya dijabat Nour Hidayah alias Nunu karena bergeser ke posisi Direktur Teknik (Dirtek), diisi Purnamawati SE yang merupakan pegawai internal PDAM Balikpapan dan menjadi calon dirum terpilih.

Kedua nama direksi itu, ditetapkan pada tanggal 5 Desember 2023 yang suratnya ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Muhaimin ST MT yang juga Sekda Balikpapan.
Dalam pengumuman sebelumnya, untuk jabatan dirut ada 5 orang dinyatakan lulus yakni Saharuddin SE MM, Agus Dwi Henanto ST, Ali Rachman ST MT, Anang Fadliansyah ST, Mohamad Kohirudin ST dan Michael Samuel Walewangko SE. Sedangkan untuk jabatan dirum yakni Purnamawati SE dan Juliansyah ST, keduanya dari internal PDAM.
“Saya belum tahu kapan pelantikan. Intinya kalau dipercaya akan bekerja maksimal. Sebab, ini pelayanan publik. Apalagi urusan bagian umum itu luas,” kata Purnamawati singkat.
Purnamawati adalah pegawai internal PDAM. Ia pernah dipercaya untuk menjadi Plt Dirut dan memiliki kapasitas dibidang finance. Sekarang, setelah ikut assessment, ia terpilih jadi calon dirum.
Tampaknya, Pemkot Balikpapan melalui Walikota H Rahmad Mas’ud SE ME, memilih untuk posisi dirut dari kalangan profesional. Saharuddin atau biasa disapa Yudhi, tak lain adalah General Manager (GM) Balikpapan Superblock (BSB) yang mengelola ewalk dan pentacity.
Yudhi, di kalangan Pemkot Balikpapan sudah tak asing. Karena, ia pernah ditunjuk walikota menjadi ketua umum (ketum) HUT Kota Balikpapan pada Februari 2023.
Di bidang korporasi, Yudhi dikenal cukup piawai dan mumpuni. Ia pernah di tahun 2016-2019 menjabat sebagai senior manager marcomum Grand City Mal & Convex Surabaya dan di tahun 2014-2016 sempat menjadi General Manager (GM) Trans Studio Theme Park Makassar.
Berbagai pihak berharap, di tangan Yudhi, PDAM lebih baik dari sisi pelayanan dan juga bagaimana mengembangkan perusahaan untuk bisa mendapatkan air baku. Karena, PDAM Balikpapan yang disebut sudah full cost recovery (mandiri) ini, kekurangan air baku. Apalagi, ke depan menjadi daerah aglomerasi Ibu Kota Negara (IKN).

Walikota Balikpapan sesuai dengan ketentuan PP Nomor 54 Tahun 2018, masuk dalam organ kepegawaian PDAM selaku kuasa pemilik modal (KPM). Sehingga, punya kewenangan penuh untuk menilai direksi dan dewan pengawas (dewas) PDAM.
Dikonfirmasi media ini, Walikota H Rahmad Mas’ud SE ME mengatakan, PDAM ke depan harus lebih baik. Apa pelantikan tanggal 29 Desember 2023? “Insya Allah iya jika tak ada perubahan,” ujar Walikota singkat. (gt)













