• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Wednesday, September 23, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Sosok Polisi, Ibarat Dibenci tapi Dirindu. Supriansa: Retorative Justice, Wujud Polisi Humanis dan Kapolrinya Responsif

by admin
August 11, 2023
in Kanal
0 0
0
Sosok Polisi, Ibarat Dibenci tapi Dirindu. Supriansa: Retorative Justice, Wujud Polisi Humanis dan Kapolrinya Responsif

BENCI TAPI RINDU: Anggota DPR-RI Supriansa menegaskan, terkadang polisi dibenci tapi juga dirindukan

0
SHARES
124
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Kehadiran polisi di tengah masyarakat kadang dibenci. Tapi juga dirindu. Di satu sisi banyak prestasi yang diukir Polri buat masyarakat tapi ada juga masalah dibuat oknum polisi pada masyarakat.

Contohnya, jika di jalan kena tilang, maka saat itu benci polisi. Tetapi, ketika ada persoalan, maka harus minta dukungan kepolisian, dan saat itu polisi sangat diperlukan dan dirindukan keberadaannya.

Polisi sekarang humanis

“Saat covid-19 melanda, polisi begitu banyak membantu. Di saat itu, kerinduan polisi luar biasa dari masyarakat. Harusnya, melihatnya secara jernih,” kata anggota Komisi III (bidang hukum) DPR-RI Supriansa SH MH saat menjadi narasumber di acara Diskusi Publik bertemakan Polri dan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Maju yang digelar di Hotel Grandika Jakarta, Rabu (9/08/2023).

Yusuf Sutedjo bersama siswa SMAN 5 Balikpapan

Acara itu dibuka Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dr Sandi Nugroho diwakili Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan sekaligus membacakan sambutan.

Acara yang dipandu moderator Fristian Gries (jurnalis) dan digagas Divisi Humas Polri ini, menghadirkan narasumber selain Anhar Gonggong, juga anggota DPR-RI (komisi III) Supriansa SH MH, Ir Handaka Santosa (Kadin Indonesia) dan Kasubditbang Pusjarah Mabes Polri AKBP Edi Purnawan SPd MM.

Di Polda Kaltim diikuti secara zoom meeting

Polda Kaltim mengikuti acara itu secara zoom meeting yang dipimpin Kabid Humas Kombes Pol Yusuf Sutedjo yang mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, rektor/mahasiswa dan kepala sekolah/siswa di ruang rapat utama (Rupatama) Polda Kaltim Jln Syarifuddin Yoes.

Menurut Supriansa, dalam melaksanakan tugas aparat kepolisian tak jarang terpaksa menggunakan upaya paksa.  Tindakan ini membuat polisi menjadi sosok yang dibenci, padahal itu harus dilakukan seperti langkah-langkah represif.

Roni dan Nyoman menyimak diskusi publik

“Saya ini saat mahasiswa penggerak demo. Tetapi, tetap mengikuti regulasi. Kalau polisi melakukan tindakan represif itu karena memang oknum mahasiswa mulai terlihat anarkis,” ujar Supriansa yang mantan ketua senat mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini.

Menurut Supiransa, polisi itu memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan serta mengayomi masyarakat. Kadang masih dilihat sebelah mata dan dicibir.

“Saya setuju, polisi baik-baik itu diangkat ke permukaan. Tapi sekarang polisi sudah melakukan tranformasi mental untuk menunjukkan sikap humanis. Kalau demo, ada strategi baru polwan di depan dan cantik-cantik, ini secara psikologis membantu meredam gerakan mahasiswa,” kata Supriansa sembari tersenyum.

Suasana full di acara zoom diskusi publik

Disebutkan Supriansa, bersama Kejaksaan Agung, Polri menjadi harapan masyarakat dalam menjadikan Indonesia dipandang sebagai negara hukum. “Jangan tumpul ke teman, tapi tajam ke orang tak dikenal,” ujarnya

Memang katanya, terkadang polisi dilematis (police dilemma) atau buah simalakama. Kalau diam saat demo dan dilempari nanti  fatal terkena polisinya, tetapi ketika melakukan tindakan disebut polisi brutal dan lain sebagainya.

Hanya katanya, polisi sekarang sudah lebih baik, dirinya di Komisi III DPR-RI sangat memberi apresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Karena, komunikasinya enak dan sangat humble. Ini contoh pimpinan yang harus ditularkan ke bawahannya.

Supriansa saat jelaskan tranformasi polisi

“Kalau saya chat WA, tidak lama balasnya. Paling 1 jam dibalas, karena kesibukannya. Tapi tetap dibalas. Ini ada, kapolda di-chat tak dibalas-balas. Nanti, seminggu baru dibalas bahkan ada yang tidak balas. Padahal chat dibaca,” contoh Supriansa jebolan Universitas Muslim Indonesia (UMI)  Makassar yang tak menyebut kapolda mana.

RESTORATIF JUSTICE

Supriansa juga menegaskan, sekarang Polri sudah melakukan keadilan restoratif. Pendekatan ini sudah dilakukan di seluruh Indonesia dalam menyelesaikan perkara dan tak sampai ke meja hijau.

“Ini wujud polisi humanis. Karena langsung diatur dalam peraturan Kapolri (perkap) bahkan diinstruksikan agar penyidik Polri mengutamakan pendekatan keadilan restorative dalam menangani perkara. Tapi perkaranya memenuhi syarat materil dan formil,” kata Supriansa yang sedang menyelesaikan gelar doktor hukumnya ini.

Mahasiswi saat bertanya di diskusi publik

Menurut Supriansa, sehingga stigma negatif kepada Polri hendaknya juga tidak selalu muncul. Melihatnya proporsional. “Tapi kan keadilan restoratif itu tidak semua bisa didamaikan. Ada perkara-perkara khusus saja tapi itu sudah baik saya melihatnya,” ujar Supriansa, yang menambahkan bahwa restorative justice adalah upaya menyelesaikan tindak pidana secara damai.

Sementara itu,  AKBP Edi Purnawan menjelaskan, sejarah Polri  dari masa penjajahan hingga era kemerdekaan. Sementara masa lalu itu, jadi modal polisi di masa datang dan saat ini.

Sedang Handaka Santosa dalam uraiannya juga mengatakan, sekarang ini ekonomi sedang baik. Itu juga karena kamtibmas terjaga atas dukungan polisi.

Kuncinya kata Jaka, pemerintah harus meciptakan kondisi ramah investasi di Indonesia dan Indonesia sebagai tujuan wisata belanja harus direalisasikan bukan hanya slogan. “Pada triwulan 2 tahun 2023 konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sekitar 2,77 persen. Ini juga karena faktor keamanan atas dukungan Polri,” ujarnya. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

Mesin Waktu: Reuni Alumni SMPN 3 Angkatan 83 (Kenangan 43 Tahun, Dicap Amnesia tapi Bersaudara)
Kanal

Mesin Waktu: Reuni Alumni SMPN 3 Angkatan 83 (Kenangan 43 Tahun, Dicap Amnesia tapi Bersaudara)

September 23, 2026
PKDN Karhutla, Sespimti-36  Mitigasi untuk Legacy (Berbasis Problem Solving, Menuju ‘Pecah Bintang’)
Kanal

PKDN Karhutla, Sespimti-36 Mitigasi untuk Legacy (Berbasis Problem Solving, Menuju ‘Pecah Bintang’)

September 21, 2026
Doa (Salat Istisqa) Agar Hujan Turun di Waduk. PTMB-Warga Ikhtiar Bersama
Kanal

Doa (Salat Istisqa) Agar Hujan Turun di Waduk. PTMB-Warga Ikhtiar Bersama

September 18, 2026
Berjuang THT: Ngadu ke Wakil Rakyat Senayan (Pensiunan ASDP, Gaji Dipotong hingga Suratin Presiden)
Kanal

Berjuang THT: Ngadu ke Wakil Rakyat Senayan (Pensiunan ASDP, Gaji Dipotong hingga Suratin Presiden)

September 19, 2026
Klarifikasi, PTMB Atur Air untuk Wilayah Tertentu. Ali: Jangan Panik, Flyer Bukan Informasi Resmi
Kanal

Klarifikasi, PTMB Atur Air untuk Wilayah Tertentu. Ali: Jangan Panik, Flyer Bukan Informasi Resmi

September 15, 2026
Musda MUI Balikpapan, Aklamasi atau Voting? (Dakwah Program Digital dan Kolaborasi Pemerintah)
Kanal

Musda MUI Balikpapan, Aklamasi atau Voting? (Dakwah Program Digital dan Kolaborasi Pemerintah)

September 12, 2026
Next Post
Dirbinmas: Masyarakat Perlu Waspada ‘Ambang Gangguan’. Jumat Curhat, Bapas Usul Polisi Ikut Awasi Clien PB

Dirbinmas: Masyarakat Perlu Waspada 'Ambang Gangguan'. Jumat Curhat, Bapas Usul Polisi Ikut Awasi Clien PB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 317 Followers

Recommended

AGM Upayakan IKN Cepat Terbangun dan Jadi Kebanggan

AGM Upayakan IKN Cepat Terbangun dan Jadi Kebanggan

April 22, 2021
Tahun 2023, Diupayakan 2.500 SR, MBR Kriteria Pusat. Agus Budi: Kuncinya 24 Jam, Debit Cukup

Tahun 2023, Diupayakan 2.500 SR, MBR Kriteria Pusat. Agus Budi: Kuncinya 24 Jam, Debit Cukup

May 1, 2023
Islamic Centre Siapkan Area 10×20 Meter untuk Kurban. Ada Alat Perebah Sapi, Penyembelihan Ketat Prokes

Islamic Centre Siapkan Area 10×20 Meter untuk Kurban. Ada Alat Perebah Sapi, Penyembelihan Ketat Prokes

July 4, 2021
Rauf Prioritaskan Tarif dan Keselamatan. Gapasdap Kaltim Diminta Solid, Sunaryo dan Heru Diakomodir

Rauf Prioritaskan Tarif dan Keselamatan. Gapasdap Kaltim Diminta Solid, Sunaryo dan Heru Diakomodir

October 18, 2022
Istri Walikota Apresiasi MTW BIC Dukung Pembangunan. Hj Darliana: Rajut Terus Silaturahmi Antarmajelis Taklim

Istri Walikota Apresiasi MTW BIC Dukung Pembangunan. Hj Darliana: Rajut Terus Silaturahmi Antarmajelis Taklim

January 9, 2023
Calendar Event 2022 Setahun Dideklarasi. Tourism Talk, Desak Ada Wisata Kilang dan Kolaborasi Pariwisata

Calendar Event 2022 Setahun Dideklarasi. Tourism Talk, Desak Ada Wisata Kilang dan Kolaborasi Pariwisata

November 25, 2021
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines