TINTAKALTIM.COM-Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME tak tinggal diam dalam mengatasi defisit air bersih PDAM yang dikelola Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Bahkan, ia sudah curhat dengan Presiden RI Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Negara (IKN) beberapa hari lalu.
Walikota saat bertemu presiden, langsung menyampaikan sejumlah hal yang dialami warga kota Balikpapan. Salahsatunya kaitan air bersih. Dan, ada titik terang bahwa nanti akan ada kerjasama bagaimana pola penyaluran dari Bendungan Sepaku-Semoi yang sudah dibangun itu sebesar 500 liter per detik (lps).

Saat itu, walikota diundang langsung presiden. Ia didampingi Asisten I Zulkifli juga menyertai Pj Gubernur Kaltim Dr Akmal Malik, Walikota Samarinda Andi Harun, Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun dan sebelum bertemu presiden, sempat diskusi ringan dengan Deputy Pengendalian Pembangunan Otorita IKN (OIKN) Dr Thomas Umbu Pati Tena Boladadi MSi.
“Banyak hal yang saya curhatkan dengan Pak Presiden Jokowi, juga dengan Pak Deputy Thomas. Intinya sebagai daerah penyangga, Balikpapan harus mendapat dukungan dan yang utama adalah kaitan air bersih. Kami berjuang bersama-sama dengan kawan-kawan PDAM Balikpapan,” kata Walikota.
Kaitan konsep distribusi air dari PPU ke Balikpapan, juga akan dilakukan lewat proses pemipaan (pipanisasi). Sehingga, teknisnya harus dibahas bersama dengan OIKN dan Kementerian PUPR sebagai pihak yang punya domain terkait IKN. Dan, diketahui bahwa debit air di Bendungan Sepaku itu sebesar 10,6 juta meter kubik setara dengan 5.000 liter per detik
“Mohon bersabar warga Balikpapan. Saya tak mungkin diam saja kaitan air bersih ini. Memang dari dulu sebelum walikota kan kaitannya air baku. Sekarang, saya bekerja keras untuk merealisasikan itu dengan berbagai cara. Termasuk proses SPAM Regional mengambil air dari Sungai Mahakam,” kata Walikota
KAMIS DEPAN
Sementara itu menurut Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Dr Saharuddin SE MM dirinya terus bekerja, berupaya dan mencari langkah-langkah inovasi demi meningkatkan kualitas layanan air bersih ke warga. Salahsatunya dalam waktu dekat akan dibahas kaitan debit air sebesar 500 liter per detik (lps) dari Sepakau-Semoi di Penajam Paser Utara (PPU).
Ia membenarkan, pola pembahasan Bendungan Sepaku itu. Bahkan, dalam konteks tersebut sudah melakukan penandatangan Momorandum of Undsertanding (MoU) bersama PPU dan Kutai Kartanegara kaitan kerjasama pengambilan air. Sehingga, Kamis depan akan dibahas bersama OIKN khususnya terkait debit dari Bendungan Sepaku-Semoi.

“Alhamdulillah, Pak Wali selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) dalam organ kepagawaian PDAM ikut juga memikirkan air bersih warga Balikpapan ini yang didukung direksi dan dewan pengawas (dewas) PTMB. Sehingga, kita harus maksimal,” kata Yudi
Apalagi katanya, Walikota pun sudah curhat dengan Presiden RI Jokowi ketika berada di IKN dalam beberapa waktu. Justru, Walikota lebih banyak ikut berjuang bagaimana presiden bisa juga mendukung kebijakan kaitan pemanfaatan air dari Sepaku-Semoi itu.
“Secara teknis akan kita bahas bersama OIKN. Saya optimistis, tambahan air baku nanti bisa mengatasi defisit air PDAM Balikpapan,” ujar Yudi yang sempat juga melakukan obrolan santai di Gedung Graha PDAM kawasan Ruhui Rahayu.
Bagi Yudi, bersama timnya, ia terus berupaya maksimal. Karena, problem mendasar PDAM pada air baku yang memang harus terus ditambah. Ini sejalan dengan jumlah penduduk di Kota Balikpapan yang terus bertambah.
“Jumlah penduduk atau warga yang menggunakan air bersih PDAM di Balikpapan ini meningkat. Sementara, PDAM hanya punya waduk tadah hujan. Bayangkan, pekerja dari Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina atau peningkatan kilang Balikpapan itu sudah ribuan orang dan tinggal di Balikpapan. Mereka perlu air bersih toh,” kata Yudi.
Dalam konteks itu, kata yudi tidak dapat ditinjau perbandingannya pada kurun waktu sebelumnya. Dan, membandingkan dengan sebelumnya bukan apple to apple. Karena, kebutuhan air bersih bagi masyarakat terus meningkat dan faktanya jumlah warga yang tinggal di Balikpapan pun bertambah.
Dijelaskan, kebutuhan air bersih pelanggan di Balikpapan diperkirakan mencapai 119.578 meter kubik per hari. Tetapi, kapasitas produksi hanya sekitar 91.853 meter kubik per hari, sehingga defisitnya sekitar 8.148 meter kubik per hari.

“Jadi perlu diketahui, bukan PDAM tak ingin menyalurkan air ke masyarakat secara maksimal. Ini persoalan defisit dan jadi tantangan bagi kami selaku direksi yang didukung juga multistakeholders lainnya. Makanya, kami berupaya melakukan langkah-langkah inovasi dengan berbagai upaya,” kata Yudi yang terbuka menerima kritik dari pelanggan ini.
Dikatakan Yudi, jika dikonversi dalam liter per detik, maka defisit 8.148 meter kubik sehari sebanding dengan 1900 liter per detik. Karena, dalam kaitan perhitungan, liter per detik adalah satuan laju aliran yang sama dengan 0,0003 meter kubik. Dan itu harus dicarikan solusi lewat penyediaan air baku
Sehingga kata Yudi, pada Kamis mendatang di tahun ini, dirinya bersama tim akan melakukan koordinasi dengan Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) membicarakan kaitan tambahan debit air dari Sepaku-Semoi.
“Ini tanggung jawab saya sebagai direksi. Juga didukung direksi lainnya. Doakan saja warga Balikpapan bahwa perjuangan kami akan maksimal. Insya Allah dengan niat yang baik tentu Allah akan meridhai,” ungkap Yudi. (gt)













