TINTAKALTIM.COM-Bersantai bersama keluarga di ‘cottage’ kawasan Pantai Manggar. Itu dicontohkan Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME dan istri, keluarga serta kerabatnya. Tujuannya, agar masyarakat terus mencintai tempat wisata pantai dan menjaga kebersihannya.
Cottage sendiri semacam pondok wisata. Itu ada di sekitar Pantai Manggar. Ada 2 cottage dapat dimanfaatkan warga yang ingin menikmati wisata dengan cara menginap. Suguhan suasana alami dirasakan. Sangat tepat untuk refreshing di saat jenuh dalam keseharian bekerja.
“Kawasan wisata Pantai Manggar harus dihidupkan. Juga dibenahi sarana-prasarananya. Khususnya harus bersih. Pantai Manggar ini masih primadona. Jadi saya dan istri ingin menikmati malam Minggu di pantai,” cerita Wali Kota di sela dinner bersama kerabatnya di salah satu cottage itu.

Wali Kota dan istri menciptakan ‘suasana baru’ di pantai yang terletak di kawasan Manggar Baru-Lamaru Balikpapan Timur itu. Ia datang pukul 19.00 Wita tetapi meminta agar situasinya didesain dengan menambah semacam adanya ‘wisata glamping’.
“Nanti Dinas Pariwisata Balikpapan mengemasnya. Harus ditambah cottage dan menciptakan wisata glamping. Ya menyediakan semacam camping-camping tempat ‘akomodasi wisata’ di Pantai Manggar,” kata Walikota yang berpesan kepada Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Olahraga H Abdul Majid.

Majid, biasa disapa, mendengar arahan walikota yang ingin Pantai Manggar dijaga potensinya. Khususnya pantai harus bersih, nyaman dan aman. “Ciptakan wisata yang membuat pengunjung nyaman. Tolong nanti ditambah jumlah cottage dan disediakan glamping,” pinta Walikota yang mengamati sekitar Pantai Manggar bersama sang istri tercinta.
Walikota mengajak sahabatnya dan anak-anak muda kreatif untuk melihat situasi Pantai Manggar. Tentu ke depannya agar mengemas dengan pola wisata glamping. Terlihat ada Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Balikpapan Hj Nurlena Rahmad SE, Ketua Bapilu Partai Golkar H Mustaqim Lc SAg MM, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Manggar Gasali dan tim, Ketua KNPI Balikpapan Andi Welly, Wakil Ketua Media Online Indonesia (MOI) Kaltim H Sugito SH, tim Media dan Penggalangan Opini (MPO) Rosman Abdullah SAg serta anak muda kreatif seni dipimpin Andre, Farid Cs dan lainnya.

Wisata gampling adalah sensasi berkemah. Glamping sendiri lagi trend dan disingkat glamor camping yang menawarkan kemudahan wisatawan ingin merasakan berkemah tetapi tak perlu ribet.
Selain menambah cottage, walikota ingin menciptakan suasana ‘wisata gampling Pantai Manggar’. Sehingga pengunjung bisa menyewa ‘glamping wisata’ itu. Selain glamping, cottage yang ada juga dapat dinikmati pengunjung karena sudah ada AC, televisi, kasur dan meja serta toilet yang memadai
“Jangan mahal sewanya agar pengunjung nikmat dan menikmati suasana pantai bersama keluarga. Dan sifatnya private dan ada regulasinya,” pinta walikota.
Kepemimpinan Walikota Balikpapan ini dalam misinya salah satunya adalah pengembangan pariwisata. Sehingga, harus diwujudkan satu per satu. Dari Pantai Manggar, Pantai Lamaru, Kebun Raya Balikpapan (KRB), wisata heritage, wisata edukasi seperti Kang Bejo, wisata kuliner dan tiap kecamatan harus menciptakan destinasi wisata.

Walikota ingin memberikan positioning destinasi seluruh objek wisata. Sehingga, ada keunggulan masing-masing tempat wisata. “Pantai Manggar ini sudah ramai dikunjungi masyarakat. Ada yang dari luar daerah. Sehingga, harus terus dipoles,” ujarnya
Yang tak kalah penting menurut walikota, ada strategi pemasarannya harus dikemas dan itu tanggung jawab Dinas Pariwisata. Apalagi sekarang eranya sosmed dan masyarakat sudah paham kaitan instagramable. Sehingga, sisi-sisi kreatif bisa didesain.

“Tapi, tak kalah penting kebersihan dan keamanan harus dijaga. Jika kurang tenaga kebersihan dipikirkan termasuk keamanan. Jangan sampai muncul citra kurang baik terhadap Pantai Manggar,” pinta Walikota berkali-kali dalam diskusi dengan sejumlah pihak.
Dijelaskan walikota, Dinas Pariwisata juga harus merangkul asosiasi lain seperti Asita, PHRI dan penggiat pariwisata lainnya. Sehingga, ide-ide kreatif dapat dikembangkan. Ada kerjasama pemerintah dengan pihak ketiga. “Di kepemimpinan saya pariwisata harus jadi penopang pendapatan asli daerah (PAD). Jika selama ini sudah ya ditingkatkan,” pungkas Walikota.
BATAL MENGINAP
Sementara itu, Walikota dan istri seyogyanya ingin menginap di cottage Pantai Manggar. Sebab, ingin merasakan bagaimana indahnya pagi lewat sunrise, terlebih bisa sampai sore sehingga dapat melihat sunset. Tetapi, ia harus mengurungkan niat itu karena anaknya sakit dan harus dioperasi di Jakarta.

“Maaf ya teman-teman, besok saya dan istri harus ke Jakarta menjenguk anak yang lagi operasi. Pingin sekali tidur di Pantai Manggar. Mungkin next time bisa saya lakukan. Jaga terus kekompakan dan kebersihan Manggar yo,” pinta Walikota yang saat itu sedekah membagikan rezeki kepada kerabat dan pengunjung lainnya.

Anak walikota yang operasi itu adalah Hilmi. Ia sudah di salah satu rumah sakit di Jakarta. Walikota dan istri sempat berkomunikasi via video call ponsel android. “Jangan menangis. Jagoan kok nangis. Sabar ya. Terus dijaga salatnya ya anakku sayang,” pesan Walikota kepada anak tercintanya yang membuat sedih sang istri yang berada di sampingnya.(gt)













