TINTAKALTIM.COM-Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME menghidupkan malam sepertiga terakhir Ramadan dengan salat tahajud (qiyamul lail). Ia mengajak istri dan anak-anaknya beribadah di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC), Kamis (19/3/2026)

Kehadiran walikota dan keluarga untuk kesian kali. Sebelumnya, tepat malam ganjil 27, ia pun salat di tempat yang sama. Momen istimewa ‘mengejar’ malam lailatul qadar dimanfaatkan walikota dan keluarga maksimal beribadah. Ia dan keluarga selalu tiba pukul 01.30 Wita, karena rangkaian qiyamul lail dimulai pukul 02.00 Wita

“Pak Wali selain ingin meraih ampunan bersama jamaah lainnya, juga mempererat silaturahmi dengan warga,” kata Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC) H Muhammad Andi Yusri yang ikut salat malam bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Masjid BIC, Kamis (19/3/2026)

Jajaran badan pengelola yang hadir selain ketua harian, juga sekjen Bambang Saputra, H Sarbini, H Syukri, H Makmur, Wk Ketua Bidang Imarah H Mustaqim, Andi Welly, Syarifuddin juga tenaga ahli H Saufan, H Arbain Side, H Sjarifuddin Hs, Ustaz Achmad Rosyidi, tim litbang Sani Gazali, bidang ri’ayah Irfan Taufiq dan ratusan warga lainnya
LAMPU DIMATIKAN
Selama pelaksanaan qiyamul lail di Masjid BIC, lampu ruangan selalu dipadamkan. Hal ini sesuai sunah Rasulullah SAW. Karena, memadamkan lampu saat ‘komunikasi dengan Allah’ itu lebih memberikan nilai spiritual dan fokus. Selain itu, tak ada syarat sahnya salat harus terang

“Bahkan, Rasulullah pernah salat malam dalam keadaan gelap hingga Aisyah RA meraba tumit baginda Rasulullah. Toh tak ada larangan,” ujar Ustaz Rosyidi
JAMAAH WANITA
Di shaf jamaah wanita, terlihat ruangan full. Ini sejak awal pelaksanaan qiyamul lail. Bahkan, istri Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Natasha Synne membawa belasan rombongan ibu-ibu bhayangkari. Selain itu, istri Endar mengajak ibu kandungnya salat malam

Persiapan panitia matang. Sehari sebelum kehadiran pejabat selalu diantisipasi oleh Kepala Sekretariat Achmad Idris termasuk walikota dan keluarga. “Bu Kapolda sudah dua kali salat malam bersama rombongannya,” jelas Achmad Idris dan mendapat predikat ‘manusia 25 jam’ ini.

Istri Kapolda berdampingan dengan istri Walikota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad dan anak-anaknya. Mereka pun bersantap sahur di round table ruang VIP dengan ibu-ibu lainnya dan round table lainnya terdapat bapak-bapak
TASBIH DAN HAJAT
Pelaksanaan qiyamul lail yang di-imami H Jailani Mawardi, pimpinan Pondok Pesantren Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari Kilometer 19 Jln Soekarno Hatta ini, juga dirangkai dengan salat hajat, salat tasbih dan salat taubat.

Masing-masing salat sunah itu, memiliki makna tersendiri. Salat hajat untuk memohon pertolonngan dan tasbih bentuk penyucian diri. Dan khusus salat tasbih, jamaah harus membaca berkali-kali subhanallah walhamdulillah walailahaillah wallahuakbar

Rangkaian akhir qiyamul lail ditutup dengan sahur bersama. Kendati, waktu sahur masih terlalu panjang. “Memang kecepatan ini, nanti boleh makan lagi kalau belum masuk imsak,” kelakar Walikota

Menu yang disajikan pun beragam. Dan, istri Kopolda menyuguhkan soto Semarang untuk jamaah sahur. Bahkan, ada pula briyani packaging yang biasa dibalut kemasannya menggunakan alumunium foil. “Ini nasi briyani enak. Untuk sahur asyik taste-nya,” kata Sani Gazali dan Achmad Idris yang membawa 2 bungkus besar briyani dan akhirnya disantap ludes. (gt)













