TINTAKALTIM.COM-Pemerintah daerah harus ikut membenahi tata kelola ekonomi agar mampu mendorong kinerja perekonomian lokal yang signifian. Dan itu akan diwujudkan ketika Rahmad-Thohari diberi amanah memimpin kota. Apalagi, kedua paslon berlatar belakang pengusaha.
“Perizinan satu pintu dan adanya kepastian harus dilakukan. Itu kerja pemerintah demi melayani warganya,” kata Thohari saat menjawab pertanyaan warga di acara kampanye dialogis di Kelurahan Klandasan Ilir RT 31 Balikpapan Selatan, Minggu (11/10/2020) malam.
Kampanye di kediaman anggota DPRD Fraksi Demokrat Hj Sri Hana ini, dihadiri jajaran partai koalisi yakni PDI Perjuangan, Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan juga sejumlah pengurus partai seperti Mukmin Nongi (Partai Demokrat), Ir Patman Parakkasi (Partai Golkar), H Jamaluddin (PDI Perjuangan), H Sugito SH (Partai Golkar), Salman, Agus Salim, Andi Amir (Partai Golkar) dan undangan puluhan ketua-ketua RT.

Thohari lebih banyak menjelaskan visi-misi dan program strategis jika nanti diberi amanah menjadi walikota dan wakil walikota. Pembenahan pelayanan kesehatan, pendidikan serta infrastruktur. “Kami ini didukung 9 partai politik, jadi proses pembangunan bakal lancar demi kepentingan rakyat,” ungkap Thohari.
Menurut Thohari, yang juga jadi skala prioritas bagaimana membangkitkan sektor perekonomian. Khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang harus dibantu pemerintah. “Pemerintah harus hadir dan mencarikan solusi di sektor mana saja. Sebab, kerja-kerja pemerintah itu harus terukur. Insya Allah kami bersama Pak Rahmad akan lebih fokus mengurusi rakyat,” kata Thohari Azis.
Tata ekonomi harus maksimal, karena itu ‘jantung’ untuk membangkitkan warga Balikpapan menjalankan usahanya. Sehingga, pertemuan pemerintah dengan pengusaha secara berkala harus dilakukan. “Investor yang masuk dimudahkan perizinannya. Sebab, mereka bisa mendorong tumbuhnya kota Balikpapan lewat sektor ekonomi dan tenaga kerja,” urai Thohari.

Dalam kaitan lain, Thohari menyebutkan warga harus juga melihat kondisi anggaran di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) . Sebab, di pandemi covid-19 untuk tahun 2021 mendatang, sudah mengalami penurunan yang hanya berkisar Rp2,2 triliun. Bahkan, untuk pendapatan asli daerah (PAD) pun turun maksimal hanya Rp600 miliar lebih yang sebelumnya mencapai Rp800 miliar.
Tetapi, ia berjanji akan bekerja maksimal. Kerja keras bersama Rahmad Mas’ud. “Bahkan, Pak Rahmad Mas’ud sudah mengingatkan saya, walikota dan wakil walikotanya harus kompak. Jangan berkelahi dan peran wakil walikota akan diperbesar sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi),” jelas Thohari.
MEMPERKUAT PARLEMEN
Sementara itu, H Sugito SH menjelaskan, tidak ada istilah borong-memborong parpol dalam pilkada. Sebab, parpol bukan milik Rahmad Mas’ud atau Thohari Aziz. Parpol punya struktur dari pusat dan daerah. Jika memberi dukungan ke Rahmad-Thohari, karena melihat sejumlah pertimbangan di antaranya hasil survei elektabilitas dan popularitas.

“Jadi partai itu ingin menang memberi dukungan. Juga nanti di parlemen Rahmad-Thohari didukung 40 anggota DPRD, sehingga ragam kebijakan kaitan pro-rakyat berjalan mulus tanpa hambatan,” ungkap Sugito.
Ia pun menegaskan, figur Rahmad Mas’ud sang calon walikota tentu tak perlu diragukan. Sebab, secara moral baik dan santun. Terlebih keluarganya yang dibina dengan pendidikan agama termasuk calon wakilnya H Thohari Aziz SH. “Jadi jangan lupa pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan berikan suara dengan mencoblos yang ada gambar Rahmad-Thohari. Jangan golput,” pinta Sugito.

Sementara itu, basis kekuatan massa Sri Hana, siap memenangkan Rahmad-Thohari. Karena, sejauh ini sudah melakukan kerja-kerja pemenangan. Bahkan, salah satu ketua RT siap memenangkan dengan perolehan suara tinggi.
Dalam aktivitasnya, Sri Hana juga sempat menyampaikan dan mensosialisasikan bagaimana cara mencoblos yang benar dan tidak perlu ragu. Dibuka suarat suara, dilihat ada gambar Rahmad-Thohari dan coblos di tengah. “Jadi jangan salah ya bapak-ibu. Insya Allah kita menang,” ujarnya. (tig)













