TINTAKALTIM.COM-Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Ferdinan Nurdin menegaskan, sudah mengantisipasi maksimal sisi keselamatan, keamanan dan pelayanan seluruh bandara di Kalimantan dan siap menghadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang masuk wilayah kerja Otoritas Bandar Udara (OBU) VII meliputi Kaltim, Kalteng dan Kaltara
“Itu jadi prioritas utama, karena demi kepentingan pengguna jasa udara termasuk dalam kondisi puncak penumpang (peak session). Sehingga, peningkatan layanan dan operasional sudah dilakukan,” kata Ferdinan di hadapan peserta rapat koordinasi (rakor) yang digelar Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim bertema Harmonisasi Kebijakan Lintas Sektoral dan Antar Daerah Guna Mendukung Layanan Angkutan Jalan Perintis, Antarmoda dan Pemadu Moda di Ballroom Hotel Maxone, Rabu (3/12/2025).

Rakor yang dibuka Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub yang diwakili Direktur Angkutan Jalan Dr Muiz Thohir itu dihadiri pula Direktur Intram Amirulloh, Kepala BPTD Renhard Ronald, Kepala KSOP Kelas I Balikpapan Capt Weku Frederik, Kepala UPBU Khusus IKN, Plt Kadishub Provinsi Kaltim Heru Santosa, Dirlantas Polda Kaltim diwakili Kasubdit Gakkum AKBP Bangun, PT Jasa Raharja Kaltim, PT Jasa Raharja Putra, pejabat struktural BPTD Kaltim, dishub kota-kabupaten, perusahaan otobus (PO), operator penyeberangan Pelabuhan Kariangau dan undangan lainnya
Ferdinan yang tampil sebagai narasumber (narsum) di rakor itu menegaskan, OBU VII memastikan penyelenggaraan angkutan udara periode Nataru 2025/2026 aman dan nyaman sesuai SOP yang menjadi regulasi operasional penerbangan

“Khususnya keselamatan. Itu harga mati dan mutlak serta tidak bisa ditawar-tawar. Kita secara masif melakukan kampanye keselamatan agar masyarakat mengetahui pentingnya keselamatan udara,” kata Ferdinan yang baru 8 bulan menjabat Kepala OBU VII tetapi program demi optimalisasi pelayanan penerbangan di seluruh bandara terlihat meningkat

Disebutkan Ferdinan, keamanan dan keselamatan itu diingatkan kepada masyarakat agar tidak bermain di sekitar bandara seperti bemain layang-layang, drone, frekuensi radio, laser. Karena, benda-benda itu mengganggu pesawat yang sedang terbang dan berbahaya.
“Termasuk bercanda soal bom di area bandara dan pesawat. Itu pidana dan membuat panik semua orang serta melanggar UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan,” jelas Ferdinan
TARIF PESAWAT
Ferdinan juga menjelaskan kaitan diskon tarif pesawat 13-14 persen saat Nataru 2025/2026 yang jadi keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi serta penurunan bahan bakar (fuel surcharge).
“Jadi tarif itu turun karena PPN ditanggung pemerintah 6 persen, diskon fuel surcharge pesawat jet 2 persen, baling-baling 20 persen, diskon pelayanan jasa penumpang 50 persen, diskon pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara 50 persen, penurunan avtur di 37 bandara serta pelayanan jam operasi yang lebih panjang,” urai Ferdinan

Ferdinan membawakan tema paparannya berjudul Menghubungkan Langit & Bumi: Dukungan Sub Sektor Transportasi Udara terhadap Integrasi Moda di Bandara itu, menjelaskan kaitan layanan OBU Wilayah VI di antaranya tanda izin masuk orang ke daerah keamanan terbatas di bandara dengan stakeholders
“Kami juga melayani tanda masuk kendaraan ke daerah keamanan terbatas di bandara. Termasuk, rekomendasi kawasan keselamatan operasi penerbangan, tanda izin mengemudi sampai flight approval,” jelasnya

Ia menambahkan, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan saat ini melayani rute penerbangan internasional yakni Royal Brunei, Air Asia, Malaysia Airlines, Scoot Air, MY Indo Airlines (cargo) dan Asia Cargo Airlines (cargo)
Dalam konteks menjalankan arahan Dirjen Perhubungan Udara, menurut Ferdinan setiap hari melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan rutin agar kinerja kredibel dan akuntabel.
“Sekaligus memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan menanamkan Core Value AKHLAK yakni integritas, kerjasama, kejujuran, transparansi dan pelayanan terbaik,” urai Ferdinan yang pernah bertugas di Bandara Kalimarau Berau ini
RUTE 2026
Sementara itu, dalam kaitan rute di tahun 2026 khususnya rute perintis menurut Ferdinan, ada sejumlah rute yakni Samarinda-Long Apung (PP) 4 kali seminggu, Samarinda-Data Dawai (PP) 4 kali seminggu, Samarinda-Muara Wahau (PP) 3 kali seminggu, Samarinda-Maratua (PP) 2 kali seminggu, Data Dawai-Melak (PP) 3 kali seminggu, Data Dawai-Putussibau (PP) 1 kali seminggu dan Berau-Maratua 2 kali seminggu

“Nah rute AAP-WHU (Samarinda-Muara Wahau) mengalami penambahan frekuensi 3 kali seminggu yang sebelumnya di tahun 2024 dan 2025 hanya 2 kali seminggu. Demikian juga rute RTU-BEJ (Maratua-Berau) mengalami penambahan 2 kali seminggu yang sebelumnya tahun 2024 dan 2025 sebanyak 1 kali seminggu. Ditambah rute Datah Dawai-Puttusibu yang merupakan usulan rute baru,” kata Ferdinan
Selain itu, Ferdinan juga menggagas program penting sebagai wujud kolaborasi kaitan National Logistics Ecosystem (NLE) dengan membuat podcast ‘Ngopi Sante’ atau Ngobrol Pintar Sharing tentang NLE demi percepatan pengoperasian bandara internasional di Provinsi Kaltim dan percepatan implementasi NLE demi pencapaian WBBM,” ungkap Ferdinan. (gt)













