TINTAKALTIM.COM-Menggairahkan kembali dunia pariwisata dan menarik wisatawan untuk datang ke Balikpapan pasca pandemi covid-19, Badan Promosi Pariwisata menggelar table top di Hotel Platinum Adisutjipto Kota Jogyakarta pada Jumat (22/10/2021) yang dihadiri sekitar 75 buyers atau pelaku industri pariwisata.
Table top yang merupakan forum bisnis dan dirancang untuk mempertemukan pelaku industri pariwisata Kota Balikpapan (sellers) dengan pelaku industri pariwisata Jogyakarta dan sekitarnya (buyers) berlangsung penuh antusias karena Balikpapan dikenalkan sebagai destinasi wisata yang atraktif baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Sengaja kita angkat semangat tagline Ayo ke Balikpapan Terasnya Ibu Kota Negara (IKN). Karena, target kita pasca pandemi covid-19 wisatawan kembali datang ke Balikpapan untuk menikmati pariwisata yang sudah didesain Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata,” kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Balikpapan H Soegianto SE menjelaskan kegiatan table top itu.
Menurut Soegianto, table top targetnya semakin banyak wisatawan berkunjung menikmati Kota Balikpapan dan langkah forum bisnis itu sebagai ikhtiar yang dilakukan pelaku pariwisata di Balikpapan serta jajaran hotel.
“Kita ini seperti menjemput bola. Antar pelaku pariwisata saling melakukan transaksi. Kami harapkan kemitraan dan hubungan bisnis antara pelaku industri pariwisata Kota Balikpapan dan biro perjalanan wisata semakin meningkat dan menguntungkan keduabelah pihak,” kata Soegianto yang juga Direktur Group Platinum Hotel ini.
HAPPY ENDING
Sementara itu dalam sambutannya mewakili Badan Promosi Pariwisata Balikpapan H Sugito SH mengatakan, Jogyakarta dan Balikpapan ibarat sister city atau kota yang bersaudara. Sebab, keduanya sudah terjalin semacam rasa yang sama (chamestry).

“Di Kota Balikpapan populasi penduduk Jawa sekitar 50 persen lebih. Juga transportasi udara pendukung untuk ke Balikpapan sudah ada 2 flight airlines. Ditambah rumah makan Jogya dan tempat pariwisata sangat menjanjikan. Jadi ayo ke Balikpapan,” kata Sugito.
Menurut Sugito, Kota Balikpapan telah mengangkat city branding Kota Nyaman. Tentu, ketika berkunjung ke kota yang disebut juga Kota Minyak ini akan lebih nyaman, lebih enak dan bisa lebih lama tinggal.
“Table top yang jadi sarana bussines to bussines (B to B) setidaknya bisa dijadikan transaksi pariwisata antara dua daerah. Karena, Kota Balikpapan itu bersih dan nyaman,” tambah Sugito.

Ia mengatakan, sejumlah hotel di Kota Balikpapan dari bintang 5, 4 dan 3 sangat representatif dan dapat dijadikan tempat menginap warga Jogya, Sleman, Kulon Progo dan sekitarnya. Sehingga, table top bisa dijadikan ajang bertransaksi yang menggembirakan (happy selling), melakukan deal-deal bisnis (happy dealing) dan datang ke Kota Balikpapan melakukan wisata atau perjalanan yang menyenangkan (happy traveling).
“Kalau sudah begitu, semua akan happy ending,” ujar Sugito yang juga Wakil Ketua Media Online Indonesia Provinsi Kaltim ini.
Dan kata Sugito, table top bagian dari promosi secara langsung (direct promotion), sehingga buyers-sellers bertemu dan saling bertukar informasi bisnis. “Agar tidak seperti kucing dalam karung,” pungkas Sugito.
SEMANGAT PARIWISATA
Sementara itu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan Dortje Marpaung berterimakasih kepada seluruh buyers yang sudah hadir di acara table top garapan Badan Promosi Pariwisata Balikpapan. “Saya surprise sekali. Karena, pesertanya banyak. Bahkan tak hanya dari Yogyakarta, tetapi juga dari Bandung dan daerah lainnya,” ujar Dortje.

Dortje yang ternyata juga ‘keluarga besar warga Jogyakarta’ lantaran besan dan anaknya ada di Yogyakarta ini mengurai tentang keberadaan pariwisata Kota Balikpapan.
“Bapak dan ibu sekalian ayo ke Kota Balikpapan, mau cari kuliner enak ada, mau mencari destinasi wisata juga banyak. Dan sekarang kota Balikpapan itu sangat hetrogen. Paling penting kotanya bersih,” kata Dortje.
Wanita berkacamata ini mengatakan, sangat setuju Badan Promosi Pariwisata Balikpapan mengangkat tema: Ayo ke Balikpapan Terasnya Ibu Kota Negara. Tetapi, ia ingin menyebutkan bahwa Balikpapan itu teras utamanya IKN.

“Kalau teras itu kan banyak. Nanti daerah lainnya mengklaim jadi teras. Makanya bapak dan ibu, Balikpapan sudah sepakat untuk kita jadikan teras utamanya IKN. Karena, kalau ingin ke IKN maka harus datang dulu ke Kota Balikpapan,” urai Dortje.
Dortje mengakui, pandemi covid-19 sudah menghancurleburkan seluruh sendi kehidupan manusia dan sektor paling terdampak pariwisata.
“Saya berdoa covid-19 ini segera sirna. Kota Balikpapan sudah di PPKM Level 2 begitu juga Jogyakarta. Sehingga, acara table top ini bagian cara untuk membangkitkan kembali transaksi, jualan bisnis pariwisata. Yakinlah pariwisata bangkit kembali,” kata Dortje.

Dikatakan Dortje, program table top di Yogyakarta sebenarnya dirancang sudah lama oleh Badan Promosi Pariwisata. Hanya, karena pandemi covid-19 melanda, maka selalu ditunda.
“Table top ini juga upaya dan ikhtiar teman-teman Dinas Pariwisata dan Badan Promosi untuk menghidupkan denyut sektor wisata sehingga hidup kembali. Dan objek wisata perlahan sudah mulai buka. Semoga semuanya berjalan normal kembali,” harap Dortje yang disambut harapan besar oleh peserta table top yang memadati ballroom di lantai 10 Hotel Platinum.
Menurut Dortje, pihaknya terus mensupport agar pengelola destinasi wisata tidak putus asa. Termasuk juga tour & travel karena pandemi covid-19 bukan dialami oleh satu sektor. “Ayo kita semangat lagi. Table top hari ini menunjukkan gairah luar biasa. Karena buyersnya banyak. Semoga transaksinya juga lancar,” kata Dortje.
DODOLAN
Sementara itu Dinas Pariwisata Jogyakarta yang diwakili Kepala Bidang Pemasaran Kus Endarto menyebutkan, table top juga bagian dari strategi ‘do dolan’.
“Jadi arti dodolan itu adalah mengerjakan atau melakukan aktivitas jalan-jalan atau wisata ke sejumlah destanasi dan dilakukan lewat table top,” kata Kus.
Disebutkannya, table top yang digagas Badan Promosi Pariwisata Kota Balikpapan juga dapat dimanfaatkan mempromosikan buyers dari Yogyakarta untuk mempromosikan berbagai objek wisata agar informasinya detail kaitan destinasi.
“Table top dari Balikpapan ke Jogyakarta ini juga kami manfaatkan pula untuk mengetahui destinasi wisata kota Balikpapan. Nanti kita bergantian juga melakukan table top ke Balikpapan,” ungkap Kus.
Dalam kegiatan table top yang disebut juga business matching itu dari Kota Balikpapan hadir di antaranya Ketua ASITA (Association of The Indonesia Tours & Travel Agencies) Kota Balikpapan Tan Lili yang juga owner PT Warna Pelangi Tour & Travel, Rita Susanti (Khania Tour), Bernadeta Lita Udawati (Travy Door Tour & Travel), Sutriadi (Marioga Tour & Travel), Sri Purwanti (Trans Borneo), M Zuwaini (Maxone Hotel), Syahril (Four Point Hotel), Irfan Oktovian (Hotel Whizz Prime), Nurjanah (Hotel Grand Senyiur), Ketua Persatuan Hotel Restaurant Indonesia (PHRI) H Sahmal Ruhip, H Soegianto SE (Direktur Hotel Platinum dan Kabid Pariwisata H Abdul Majid SE dan tim. (gt)













