TINTAKALTIM.COM-Dulunya sempat dijulukin sekolah seperti ‘kandang kerbau’ karena becek, gedungnya lusuh, temboknya pecah-pecah, ruang kelas dan dinding jorok. Tetapi, kini sekolah itu sudah bertransformasi menjadi tempat yang nyaman dan siswanya happy saat belajar dan jadi pemicu (trigger) program Balikpapan Smart City

SDN 009, lokasinya di kilometer 8 Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Graha Indah Balikpapan Utara. Dari arah Balikpapan, tepat di sisi sebelah kanan bangunannya dibatasi tembok dengan bertuliskan nama sekolah.
Sekolah ini dipimpin kepseknya Iin Ratmayati SPd SD MM yang humble dan smart. Bahkan, pernah dinobatkan sebagai guru berprestasi dalam kompetisi Hari Jadi Kota Balikpapan. Dan, sekolahnya sudah menyandang predikat Adiwiyata Mandiri (tertinggi)

Sekilas, bangunan sekolah ini biasa saja. Kesannya tak refresentatif. Tapi jangan salah, ketika masuk ke lokasi sekolah ternyata proses belajarnya sudah global dan siswa menyatu dengan lingkungan
“Awalnya, sekolah kita dipilih menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) berkolaborasi dengan program Google for Education. Guru-gurunya dicetak jadi coach atau trainer yang bersertifikat dan memiliki lisensi agar dapat mencapai Sekolah Rujukan Google (SRG),” jelas Iin

Kepsek Iin berkolaborasi dengan program Google for Education. Guru-guru dicetaknya menjadi trainer yang tersertifikasi Google Level 1 dan Level 2.
“Gurunya profesional dan mahir dalam menggunakan alat-alat Google for Education untuk Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) baik di kelas maupun luar kelas,” jelas Iin

Iin menjelaskan, sudah membangun semangat superteam dengan dewan guru. Justru, setelah penanggungjawab atau personal in charge (PIC) program Google for Education ditunjuk, terjadi akselerasi program di sekolah
“Akhirnya guru-guru punya lisensi level 1 (L1) dan level 2 ( L2) lewat ujian sertifikasi dan ada yang personal learning. Ternyata lebih profesional mengajarnya. Anak didik jadi memahami konsep-konsep digital learning yang tak lagi manual tapi sudah digital,” jelas Iin
PENDAMPINGAN
Sementara itu Penanggungjawab atau PIC KSRG Balikpapan Suyitna SPd menjelaskan, transformasi digital di SDN 009 targetnya jadi Sekolah Rujukan Google (SRG) yang diawali Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) dan dituangkan dalam peta jalan (road map)

“Target kita hanya ingin mewujudkan SDN 009 sebagai ekosistem pendidikan digital yang adaptif. Sehingga, program Google for Education digunakan efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen sekolah dan kolaborasi,” kata Suyitna
Tahapan ekspedisinya panjang, tidak seperti membalikkan telapak tangan sim salabim jadi. Dari pondasi kompetisi dasar, lalu meraih status KSRG dilanjutkan akselerasi dan inovasi dan pencapaian SRG

“Kita mencetak dulu guru-guru bersertifikat level 1 yang masuk kualifikasi Google Sertified Educator (GCE) dilanjutkan level 2 dan menuju Google Ceretified Trainer (GCT) dengan target KSRG dan SRG berbeda persentasenya,” kata Suyitna
Kerja tahapan itu kata Suyitna, dikerjakan bulan demi bulan yang diawali pembentukan tim transformasi digital, audit konektivitas internet dan inventarisasi chromebook.

“Sampai kita juga sosialisasi kepada warga sekolah dan komite sekolah. Sebab, ini budaya transformasi digital learning,” urai Suyitna
Setelah sukses, Suyitna bergerak melakukan in house training penggunaan Google hingga pengenalan Google Clasroom sambil melakukan implementasi dan sertifikasi guru lulus GCE level 1 sekitar 50 persen.

“Budaya penggunaan chromebook kita berikan. Bahkan semuanya di masa transisi itu mengubah sisi administrasi paperless atau tanpa kertas seperti membuat undangan dan lainnya,” jelas Suyitna
Bulan selanjutnya, Suyitna didukung tim melakukan evaluasi persentase guru bersertifikat level I minimal 30 persen dan mengecek keaktifan siswa serta mengumpulkan dokumentasi foto, video dan pembelajaran

Selain itu, Suyitna dan tim bergerak terus untuk mengajukan status KSRG SDN 009 lewat pengiriman letter of intent kepada partner Google. Lalu, disematkanlah sekolah tersebut sebagai KSRG
“Baru tahap selanjutnya akselerasi inovasi puncak SRG dengan menguasai keterampilan lanjutan dengan GCE level 2, membangun aset digital serta mempersiapkan Google Certified Trainer (GCT) yang implikasinya sekolah lainnya di Balikpapan,” urai Suyitna

Tetapi ada yang penting bagi Suyitna, SDN 009 harus memiliki syarat mutlak SRG minimal 1 GCT ahli internal yang diakui Google yang tugasnya melatih dan menginspirasi rekan guru secara berkelanjutan
Baru kerja puncaknya kata Suyitna, validasi dan pencapaian status SRG seperti memenuhi semua kriteria SRG secara kuantitatif, siap menerima kunjungan dan validasi dari tim Google
“Baru SDN 009 menyandang status RG dan memasang branding sekolah. Kerja-kerja sudah dilakukan dan tinggal menunggu pengumuman saja. Meski begitu, sudah jadi rujukan sekolah dari daerah lain,” ungkap Suyitna. (gt)













