TINTAKALTIM.COM-Wakil Walikota (Wawali) Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME yang sedang mengambil cuti menegaskan, masih pandemi covid-19, diminta seluruh warga untuk tetap menjaga kesehatan. Sebab, itu penting agar proses aktivitas di mana pun dapat berjalan maksimal.
“Tolong bapak-ibu di mana saja berada jaga kesehatan. Jangan sakit. Karena, itu akan menghambat aktivitas kita. Ini masih pandemi covid-19 makanya protokol kesehatan diindahkan,” pinta Rahmad di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediamannya, ‘Rumah Putih’ Jln Wiluyo Puspoyudo kawasan ‘Bakso Taman’, Senin (2/10/2020).
Acara maulid itu sifatnya terbatas untuk keluarga besar Rahmad dan istri. Kerabat yang diundang pun terbatas karena masih pandemi covid-19, dan mengindahkan protokol kesehatan.
“Sekali lagi mohon maaf kepada warga Balikpapan. Biasanya acara maulid keluarga kami dirayakan secara terbuka dan mengundang masyarakat. Sekali lagi, maaf dan maaf. Insya Allah, jika covid-19 berakhir kita semua akan merayakan bersama lagi,” ujar Rahmad didampingi Habib Agil Alqadrie, Habib Mahdran, Ustaz Irsyad Fasih dan undangan lainnya.

Sebelum tausyiah kaitan maulid, di pelataran rumah Rahmad Mas’ud sebagai ahlul bait disenandungkan rangkaian ungkapan dan untaian selawat dari group selawat yang terdiri dari anak-anak muda.
Suasana malam itu menjadi syahdu. Ungkapan shalawat menunjukkan rasa cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad dengan lafaz-lafaz sahalawat terdengar kompak yang dipandu Habib Agil Alqadrie: Allahuma shalli ala Muhammad. Begitu dan seterusnya.
Menurut Rahmad, maulid menjadi penting dalam menjaga akhlak yang merupakan refleksi dari akhlakul karimah Rasulullah. Sehingga, ia mengambil tema dalam perayaan itu: Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Mewujudkan Balikpapan Dalam Bingkai Madinatul Iman.
“Kita harus hidup bersaudara. Menjaga kota kita tetap aman. Insya Allah Balikpapan akan menjadi kota maju dan warganya punya akhlak yang baik. Dan saya selalu berdoa dan mendoakan, bagi saudara-saudara kita yang terkena covid-19, agar segera sembuh,” ujarnya, disambut amin undangan yang hadir.
SHAFAAT RASULULLAH
Sementara itu, dalam tausyiah-nya, Ustaz Agus Khairul Huda Lc menyebutkan, banyak cara untuk mendapat shafaat atau pertolongan Rasulullah. Salahsatunya adalah dengan bersyukur. Karena, itu penting dalam kehidupan.

“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterimakasih pada manusia,” ujar Ustaz Agus mengutip salah satu hadist riwayat Abu Daud.
Dikisahkan Agus Khairul Huda, sahabat Rasulullah bernama Imam Malik bin Anas pernah menangis, karena mendengar kisah-kisah Rasulullah yang selalu ‘meninggalkan dunia’ demi berperang membela Islam. Dilempari dengan batu tetapi tidak pernah marah.
Takzim pada Rasulullah bukan hanya pada saat ia masih hidup, tapi juga setelah ruhnya terlepas dari kandung badannya. Saat menyebut namanya, saat mendengar perjalanannya dan segala hal yang berkaitan dengan nama agung Muhammad, Imam Malik selalu menangis.
Suatu ketika sahabat bertanya pada Imam Malik. “Mengapa kau menangis ya Imam Malik,” tanya sahabat lainnya. Imam Malik menangis karena selalu teringat Rasulullah begitu akhlaknya tidak ada tandingan. Dilempari dengan kotoran pun saat berdakwah, tetap memaafkan orang yang berbuat jahat padanya.

“Itulah akhlak Rasulullah bapak dan ibu sekalian. Makanya, kita harus mencontohnya. Sulit memang mencontoh maksimal, tetapi berbuat baik dan berharap meminta shafaat-nya saja itu sudah baik,” pinta Agus Khairul Huda.
Dikisahkan juga, Rasulullah turun ke bumi membawa ragam mukjizat. Dan mukjizat itu di antaranya, Rasulullah dapat membelah bulan menjadi dua untuk menunjukkan kenabiannya. Saat itu ia ditantang oleh orang-orang kafir apakah dapat membuktikannya.
Kelebihan lainnya adalah, Rasulullah kata Ustaz Agus memiliki mukjizat yakni air mengalir dari jemari tangannya. Saat itu, dalam suatu cerita, orang-orang tidak punya air untuk wudhu atau minum kecuali sepanci air kecil yang tidak cukup.
Kemudian Muhammad meletakkan tangannya ke dalam panci dan air mulai mengalir dari jari-jarinya seperti mata air. Semua orang dapat minum dan wudhu dan air itu tak pernah habis.

“Kalau saya letakkan tangan saya ke panci, airnya juga tidak pernah habis. Sebab, tidak ada yang berani minum, lantaran kotor dan jorok,” kelakar Ustaz Agus Khairul Huda, disambut tawa hadirin, yang menambahkan mukjizat besar Rasulullah lainnya juga Alquran yang jadi pedoman hidup manusia.
Dibagian lain, ustaz yang ceramahnya disisipin joke-joke dan membuat suasana menjadi segar dan tak mengantuk itu, meminta kepada undangan yang hadir untuk selalu berselawat kepada Rasulullah.
“Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku di hari kiamat nanti adalah orang yang paling banyak berselawat,” ujar Ustaz Agus, menyampaikan suatu hadist shahih.
Dalam konteks shafaat, Ustaz Agus membeber bahwa ada ragam jenis. Ada shafaat besar atau shafaat al-kubra. Disebut besar karena hanya Nabi Muhammad SAW yang dapat melakukannya. Seperti saat manusia dihisab dalam pengadilan di hari kiamat. Setiap orang mendatangi nabi tapi ditolak, hanya Nabi Muhammad yang bisa memberi shafaat itu.
Ada juga shafaat Rasulullah orang beriman yang melakukan maksiat saat hidup di dunia. Mereka menurut hisab pantas dimasukkan dalam neraka. Namun Rasulullah memohonkan shafaat kepada Allah sehingga seluruh dosa-dosanya diampuni.
“Juga shafaat bagi penghuni neraka. Tapi semasa hidupnya ia mengakui dan mengucapkan laa ilaaha ilallah. Dosa-dosa di neraka diampuni. Makanya, banyak-banyak berselawat dan berzikir karena Allah,” pinta ustaz.
Di akhir ceramahnya, Ustaz Agus Khairul Huda berpesan agar selalu menjalankan perintah Allah. Dan mencontoh teladan Rasulullah. Bahkan, juga menjadikan cermin perbuatan yang dilakukan Imam Al-Ghazali. Yakni, selalu berselawat sebanyak tujuh kali selama tujuh hari Jumat, maka akan mendapatkan syafaat Rasulullah. “Juga puasa sunah dan salat sunah. Maka, Insya Allah shafaat Rasulullah itu datang ke kita,” pungkas Ustaz Agus yang menutup rangkaian kegiatan maulid dengan doa. (git)













